Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Showing posts with label IDE. Show all posts
Showing posts with label IDE. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

2012 Year in Review (Me)

2012 Year in Review (Me)
2012 akan segera berakhir, but bukan akhir dari sebuah kehidupan. Isu-isu akan kehadirannya kiamat di tahun 2012 ini (katanya sih bertepatan 21-12-2012), menjadi sebuah kejadian fenomenal. Sempat miris ketika banyak sekali orang "diluar" sana lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi kimat. Entah itu mulai dari penimbunan makanan, perlengkapan senjata dan sebagainya. So... lewat dari tanggal tersebut, saya masih bisa nyoba buat nulis di blog ini. Kiamat??? cukup pasrah kepada-Nya dan cukup mempersiapkan amal dan ibadah kita sebagai pertanggungjawaban kehidupan yang telah dijalani di Dunia.
Back to the topic...
Biasanya, di penghujung banyak sekali media yang menginfokan tentang rangkuman keseluruhan yang terjadi.  Ada review tentang Infotaiment, mancanegara, negara, bencana-bencana, prestasi dan sebagainya. Hampir semua media memberitakannya, dan biasanya terangkum dalam 1 menit dunia dalam berita (iklan disek... :D ). 
Berbeda halnya dengan media yang kupunya ini.1 menit, 1 jam...bahkan 1 hari pun tidak cukup buat menayangkan semua memori yang telah dibuat sepanjang tahun 2012 ini. Mencoba untuk flashback, semoga tidak ada yang terlewat.
Di tiap penghujung tahun sebelumnya (2011, red), pastinya kita memiliki "sesuatu" yang kemudian dinamakan "resolusi" 2012. Nah, sebenarnya gak muluk-muluk sih nih resolusi yang pernah guwe buat, yang penting bisa dijalankan sesuai dengan kemampuan :D.
Ini dia resolusi yang pernah kubuat dan telah dirasakan hingga detik ini.
Menikmati Pulau-pulau besar di Indonesia
Sebenarnya dulu sempat gak yakin, buat resolusi beginian.. tapi gimana lagi eh ternyata kesampaian juga. Pulau pertama yang dilalui adalah pulau Jawa, notabene tempat dimana guwe tinggal. Selain itu ada pulau Madura, yang bagian dari pulau Jawa. Alhasil, ini udah terdelete dalam list Pulau-pulau besar. Nah, yang paling menakjubkan adalah ternyata bisa menginjakkan kaki di pulau Sumatera (meskipun hanya sampai di Pelabuhan Lampung). Penginjakan kaki pertama kali ini, sayangnya tidak diabadikan dengan kamera, dikarenakan kondisi baterai sedang tidak bersahabat waktu itu. Kisah ini terangkum dalam KP in Action. Ditunggu saja :D
Menjadi Peserta PIMNAS XXV Jogja
Pertama kali dalam seumur hidup mengikuti event tingkat nasional yang bener-bener diselenggarakan secara nasional. Terima kasih sekali guwe ucapkan ke Tim TITANIA (tim PKM guwe yang lolos ke PIMNAS dengan ketua si Amal). Sedih, suka, cita, haru dan bahagia bercampur aduk menjadi satu. Inilah pertama kali dimana darah almamater tercinta benar-benar melekat dan terasa sekali di dalam dada. Berbeda halnya ketika berada di kampus sendiri, arogansi tiap jurusan yang cukup kuat. Namun disini ITS bersatu !!! Hingga teriakan vivat dari para kontingen ITS, berteriak VIVAT hingga membuat gedung UNY cetar membahana. Cerita lebih lengkapnya nanti ya... :D
Menjadi Wartawan Magang
Sebenarnya antara percaya atau gak percaya. Itulah yang pertama kali muncul di hati dan pikiran. Tak terbayangkan bisa magang menjadi seorang wartawan. Toh, ilmu yang dianut saat ini adalah ilmu Fisika Teknik, jauh sekali dari dunia jurnalis.
Kerja Praktek di PT.Krakatau Steel
Sebenarnya sih biasa saja, namun terlihat tak biasa ketika sudah mengalaminya. :D Kisah KP ini sudah dimulai sejak bulan April, namun baru bisa menginjakkan kaki itu pas bulan Agustus akhir, tepat sehari setelah umurku bertambah. Kisah KP masih belum berakhir, saat ini (22-12) masih berkutat dengan KP, namanya laporan KP. So.. dilihat nanti saja kelanjutan kisah KP.
Magang di MNI
Program yang diadakan MNI (masyarakat nano Indonesia) baru kuketahui tahun 2011 kemarin. Nah, sempat search info tentang MNI, eh ternyata ada yang namanya beasiswa TA/KP/Magang. Karena masih ragu, alhasil baru mencobanya tahun ini. Finally... Berhasil dan namanya berTApa (lihat yang di capslock ya, intinya sih itu). Cerita ini baru dimulai ketika diterima email balasan untuk proyek penelitian selama 3 bulan di Nanotechnology Research and Business Center (NRBC). Cerita ini akan dimulai pada tahun depan.
Foto Bersama KOMAR di JONAS
Bisa dibilang 3/4 berhasil. Usaha untuk mengumpulkan KOMAR (kominfo army) cukup membuat keringat berlebih dibandingkan memikirkan ketercapaian proker yang sedang diemban. Tepat pada umur 22 tahun, impian ini bisa tercapai dengan minus si Ainur di dalamnya.
Hatam 12 buku Bacaan
kalau masalah buku, entah sudah berapa buku yang bisa dihatamkan (pengecualian buat buku kuliah ya :p ). Di tahun ini berhasil mendapatkan berbagai macam buku yang sangat mudah untuk dikunyah. Seperti Habibie dan Ainun, 9 Summers 10 Autumn, Noah, Heroes of Olympus (3 seri), Indonesia Mengajar (seri 1 dan 2), Perahu Kertas, 9 Matahari, Notes from Qatar (1 dan 2), Seribu Malam Untuk Muhammad dan sebagainya.
Punya Proyek Penelitian sendiri
Alhamdulillah, di tahun ini bisa melaksanakan 3 jenis penelitian. 1 diantaranya adalah hasil pemikiran sendiri dan bisa menginspirasi orang lain buat dijadikan Tugas Akhir, yaitu penelitian tentang Cat :D
Mentraktir KOMAR
Kayaknya kalau 1 hal ini gak usah ditanyakan lagi, hasilnya adalah sukses :D
Berat Badan Turun
Sebenernya untuk ini pernah terjadi, ketika sakit melanda. Haaaaa, dan untuk tahun ini masih gagal. Mari lanjutkan di Tahun depan!!!
Posting 22 Tulisan di Blog
Waduh, untuk di blogger alhasil ini masih kurang dari target. Karena terlalu asik dengan Tumblr. Next time... jadi 23 tulisan berbeda di Blog !!!
Oh iya, angka ini dipilih berdasarkan umur yang nantinya akan dicapai. Insya Allah :D
Berlibur bersama Keluarga
Dalam setahun ini, masih sekali bersama keluarga bisa menikmati liburan bersama FULL TIM!!!. Meskipun hanya berlibur di Pantai Jangkar (pelabuhan jangkar, red) dan hanya dalam beberapa jam.
Prestasi Kerja Organisasi
Prestasi sempat diberikan oleh pak pres (si Fikri) atas kemampuan menulisku. Namun, prestasi terbesar di organisasi kemahasiswaan ialah LPJ akhir kepengurusan diterima oleh Dewa Presidium. Bagiku, prestasi terbesar adalah bisa memiliki anak-anak (staf, red) yang UTUH dari awal hingga akhir kepengurusan dan bahkan hingga detik ini. 
Donor Darah sebanyak 4 kali
Alhasil, masih 2 kali dalam setahun ini
Hatam Quran sebanyak 3 kali
Alhamdulillah.. bisa dijalankan :D
Toefl Score 500
Masih dalam banyangan...
Naik Pesawat Terbang
Alhamdulillah dalam setahun ini, bisa naik pesawat 2 kali dari surabaya-jakarta (PP) heee
Punya Kamera DSLR
Still waiting...
Qurban Kambing
Alhamdulillah... heee
Buat Paper tingkat Nasional
Alhasil.. belum terlaksana heee
Pendakian Gunung Krakatau
Masih belum bisa dilaksanakan, Insya Allah tahun depan :D
Promosi Wisata Situbondo
Alhamdulillah, sudah terlaksana dengan mengajak tim untuk dibawa ke Taman Nasional Baluran.

Itulah ke-22 resolusi 2012 yang kupunya dan beberapa sudah bisa dilaksanakan dan dicapai. Next.. di tahun 2013, akan terlahir 23 resolusi...

"Manusia yang merencanakan, Tuhan-lah yang menentukan"
Yang terpenting adalah... apapun yang terjadi pada diri kita, mintalah pertolongan pada Allah, karena Ia-lah Maha Pencipta SEGALANYA

Don't despair and never lose hope.. If you have a dream, if you want to change your life, the only way to do it to START! Start today! Start now while you can! Who knows what will happen tomorrow!

Ps. 
*Gambar diperoleh dari aplikasi fb.. yang bisa dilihat di SINI

This is My Family



“Families are a mystery… No matter what happens, their feelings always keep them connected”, Syukron
My room seemed empty. It felt like it suddenly became very quiet.  But, I’m not lonely. I’m fine. So don’t worry about me, okay?. After all, I can hear them… The voices of the people who love me… wherever I am… 
One more time, Father, Mother, Brother and Sister, thank you for give me beautiful of life. 
THIS IS MY FAMILY… Now and forever…

Ps : You can see at my tumblr, too, 

Wednesday, July 25, 2012

Bila Aku Jatuh Cinta



Allahu Rabbi aku minta izin 
Bila suatu saat aku jatuh cinta 
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang 
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi 
Aku punya pinta 
Bila suatu saat aku jatuh cinta 
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas 
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi 
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta 
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu 
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi 
Bila suatu saat aku jatuh hati 
Pertemukanlah kami 
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi 
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati 
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku 
Anugerahkanlah aku cinta-Mu... 
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Say No to GALAU



“Tidaklah seorang muslim ditimpa oleh kegalauan atau kesedihan lalu ia mengucapkan:

- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

(artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku padaku, qadha’Mu adalah adil bagiku. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) Mu yang telah Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaklah kiranya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, penghilang kesedihanku serta penghilang kegalauanku”)

Melainkan Allah ta’ala akan menghilangkan kegalauannya dan kesedihannya kemudian menggantinya dengan kegembiraan. Salah seorang bertanya: “Wahai Rasululloh, bolehkah kami mempelajarinya?”Beliau menjawab: “Ya sudah seharusnya orang yang mendengar do’a tersebut mempelajarinya”. (Al-Musnad, HR Imam Ahmad I/391)

#stopGalau  

Monday, March 05, 2012

Hambatan


 
Kehidupan ini adalah sebuah misteri
Pagi-siang-malam, pagi-siang-malam, pagi-siang-malam, tidak bisa memang dituliskan hingga sebanyak 365 kali yang sesuai dengan hari-hari yang dilewati selama setahun. Berbagai jenis plan telah tertulis di agenda, mulai dari membuka mata hingga menutup mata sejenak untuk mengakhiri hari ini.

Manusia hanya merencanakan, namun Ia yang menentukan. Itulah Takdir!!!
Takdir masih bisa kita ubah dengan sebuah usaha, atau dalam bahasa tekniknya, usaha/kerja merupakan gaya yang kita lakukan sebesar jarak tertentu. Dalam hal ini, gaya bisa diungkapkan sebagai niat. Dorongan yang timbul dari sebuah niat sangatlah berpengaruh kepada perpindahan (gerak) yang akan kita lakukan dan seberapa jauh langkah kaki kita ini berpindah.
Disetiap usaha yang kita lakukan, hambatan pun ikut serta mengirinya agar kita menjadi semakin pelan, pelan, dan terus pelan hingga tidak terjadi perpindahan. Inilah pelengkap kehidupan. Tak dapat dipungkiri, untuk menempuh sebuah perjalanan tentu pasti ada yang namanya hambatan. Semu atau tidak, itulah wujudnya. Keras atau lunak, itulah sifatnya. Wujud dan sifatnya hanya bisa diubah, kita tidak bisa kita menghapusnya. Kuatnya sebuah hambatan, membuat bekas pada diri kita. Terkadang terlintas yang namanya pembunuhan pada diri sendiri, karena terjunnya grafik perpindahan kita. Hambatan sebenarnya adalah sebuah ketakutan tersendiri yang ada dalam diri.
Terkadang, sebuah perencanaan dalam perjalanan diperlukan adanya sebuah belokan untuk menghindari hambatan.
Kekuatan atas gaya kita dalam menghasilkan kerja diujilah!!! 
Hati... itulah jawabannya. Katakanlah pada hati kita apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita ambil dan apa yang bisa kita peroleh sebelum diolahnya menuju saraf otak kita.

Jangan bersedih atas apa yang telah kau lihat
dengan seluruh kebohongan dan penghianatan hidup yang kejam
tapi jangan khawatir, di dalam hatimu terletak sebuah kunci untuk membuka seluruh rahasia kehidupan yang kita lihat

ketika kamu merasa kehilangan semuanya
ketika kamu tidak tahu siapa temanmu atau musuhmu
kamu heran kenapa kamu sendiri
jangan bersedih dengan apa yang kamu lihat
kehidupan sesungguhnya adalah sebuah penderitaan
tapi satu hal yang selalu bekerja untukku
kegelisahan berakhir ketika keyakinan tumbuh

#Lirik Sami Yusuf : Worry End (Versi Terjemahan Indonesia)




Saturday, March 03, 2012

Menulis Atau Tidak, Itu Pilihan!!!

Pas buka situs kampus okezone, sepintas melihat rubrik suara mahasiswa yang lagi membahas tentang 

Polemik Karya Ilmiah Sebagai Syarat Kelulusan. Alhasil mencoba kemampuan menulis... akhirnya tertempel juga tulisan ini di rubrik suara mahasiswa.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SURAT edaran bernomor 152/E/T/2012 yang telah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terkait publikasi karya ilmiah cukup mengejutkan dunia pendidikan. Surat tertanggal 27 Januari 2012 yang ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia ini, berisi:


1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti.
3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional. 

Berdasarkan Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), sampai Januari 2012 tercatat lebih dari 7.000 jurnal ilmiah yang diterbitkan dan kurang dari 4.000 jurnal yang secara kontinyu mengirimkan terbitannnya ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI). Jurnal yang saat ini dapat diakses yaitu 5.400 jurnal baik dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dengan lebih dari 80 ribu artikel dan 38 ribu dapat diakses secara lengkap. 


Hal ini sangat berbeda jauh ketika kita melihat jumlah perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan data Perspektif Perguruan Tinggi di Indonesia tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud. Data itu menyebutkan, ada 3.016 perguruan tinggi yang terdiri atas 83 PTN dan 2.933 PTS di seluruh wilayah Indonesia. 
Berdasarkan bentuknya, perguruan tinggi di Indonesia terdiri atas 460 universitas, 1.306 sekolah tinggi, 162 politeknik, 54 institut dan 1.034 akademi. Jumlah mahasiswa yang terdaftar di PTN dan PTS di bawah Kemendikbud tercatat di Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) yakni 3.611.705 orang. 

Jumlah mahasiswa dan perguruan tinggi yang cukup besar tersebut, semestinya bisa menghasilkan karya tulis yang besar pula. Namun, faktanya hal ini berkebalikan. Jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan banyaknya jurnal yang telah diterbitkan oleh ISJD. 

Calon sarjana dan seorang sarjana sewajarnya telah memiliki modal kemampuan menulis. Sewajarnya seluruh hasil pekerjaan  sering dikemukakan kepada rekannya, secara minimal. Buruknya, ketika kemampuan ini tidak diasah, bisa-bisa menjadi tumpul.

Untuk media yang menampung tulisan karya ilmiah pun saat ini telah bermunculan, seperti Scopus dan Google Scholar. Berbagai jenis jurnal pun bermunculan baik jurnal online maupun jurnal elektronik (E-journal). Saat ini yang bisa dilakukan adalah mengasah kembali kemampuan menulis mahasiswa secara "paksa". Salah satu contoh riilnya adalah sesuai dengan surat edaran Dikti, yang "memaksa" mahasiswa menulis sebagai prasyarat lulus dalam bangku perkuliahan. Selain itu, diadakannya sejumlah pelatihan menulis karya ilmiah juga bisa digunakan untuk mengiringi dalam pengasahan kemampuan menulis mahasiswa.

NB :
Bisa juga dilihat disini :
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/02/367/586031/menulis-atau-tidak-itu-pilihan

Friday, December 09, 2011

Hujan adalah Ujian



“Aduuh.. koq hujan sii... Aku kan mau njemur baju. Bisa-bisa bajuku nggak kering donk!”
“Sial.. hujannya gak reda-reda. Malah makin kenceng aja. Batal deh hangout barengnya...”
“Yaa.. hujan.. Waduh.. kaos kakiku jadi basah deh.. Owow.. sepatuku... tak sempat terselamatkan pula.. Gara-gara hujan ni.. Bisa-bisa masuk angin”.
“Motor mogok, dasar hujan gak tahu aturan....”

Kata-kata tersebut diatas sering sekali kita dengar atau bahkan pernah kita ucapkan baik secara langsung maupun di dalam hati. Tidak bisa dipungkiri memang, karena hujan itu manusia merasa kesal, jengkel dan bahkan kecewa. Seringkali, kita merutuki, memaki-maki ataupun merasa orang yang paling rugi ketika sepercik air hujan. Sangat jarang, kita merasa bersyukur dengan adanya reruntuhan tetesan-tetesan air yang telah dibuat oleh-Nya.

Tak bisa dipungkiri, dalam Al-Qur'an pun terlihat jelas akan makna turunnya air hujan ke kehidupan kita.

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS. Al-Fathir: 27)

“Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (QS Thaahaa: 53)

“. (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu)[598].” (QS. Al-Anfal: 11)


“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."(QS. 6:99)

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raaf: 57)

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 22)

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (QS. Ibrahim: 32)

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Ruum: 48)

            Saudaraku, cukup banyak bukti bahwa hujan itu dibuat untuk kehidupan kita yang lebih makmur. Hujan bisa membuat diri kita menjadi tenteram (QS. Al-Anfal: 11), hujan membuat kehidupan tanaman di bumi ini berlangsung (QS Thaahaa: 53,QS. Al-Fathir: 27, QS. Ibrahim: 32, QS. Al-Baqoroh: 22, QS. 6:99 ) dan hujan juga bisa memberikan kita kebahagiaan (QS. Ar-Ruum: 48).

masihkah kita akan mengeluh ketika terjadi hujan???

Friday, December 02, 2011

Kehidupan

In a Week...
Now...

Everything about Our Life






Monday, November 28, 2011

Pena


Kau tahu pena, kawan? Tentu tahu! Tidak ada yang tidak tahu benda yang satu itu. Pena sudah kita genggam dengan seribu cara untuk seribu guna sejak kita masih duduk di bangku SD, bahkan TK. Hanya orang bodoh saja yang tidak kenal pena. Tapi, apa bisa dikatakan pintar jika seseorang masih belum tahu keluarbiasaan pena? Mungkin bisa, mungkin tidak; tapi tak apa. Jika ada yang belum tahu, di sini saya sedikit berbagi tentang keluarbiasaan pena yang nyatanya lebih dahsyat dari senjata manapun di dunia.
Seorang prajurit dengan senjatanya mampu mengoyak tembok, besi, hingga tubuh musuhnya oleh peluru-peluru atau oleh bayonet. Lebih dari itu, zaman sekarang sebuah negara dilengkapi lebih dari sekedar senjata api untuk mempertahankan kedaulatannya, tapi juga nuklir, roket, dan sebagainya yang serba mematikan. Pertanyaannya, apakah seluruh senjata itu benar-benar mematikan?
Sebuah peluru mampu membunuh seorang manusia dan hewan oleh rasa sakit yang sangat, untuk kemudian mati. Nuklir dan roket selain membunuh juga amat menghancurkan. Tapi apa kehebatan dari semua itu, jika sesudahnya segala yang telah dihancurkannya dapat lahir dan berdiri lagi? Dan bagaimana dengan pena? Marilah kita lihat yang tersirat pada kemampuan pena, yang biasanya hancur jika dibuat untuk menusuk orang.
Apakah sebuah senjata api mampu menembus bumi? Apakah sang mengerikan ‘nuklir’ juga mampu menembus bumi? Bagaimana dengan pena, apakah pena dapat menembus bumi? Nuklir dan senjata api sama sekali tidak bisa menembus bumi, tapi pena bisa dengan caranya sendiri. Sebuah pena dapat mengukir segala yang dilakukannya di atas sebuah kertas, entah itu berupa aktifitasnya menyelami bumi, lautan, atau mengamati luar angkasa, hingga memaparkan mengenai sebuah atom.
Selain itu, kawan, pena juga mampu menjadi senjata yang amat mematikan di dunia ini. Ia tidak membunuh, ia tidak melukai, tapi ia meracuni pikiran manusia dengan invasi-invasi yang dilakukan oleh para penulis jahat. Dengan sebuah pena, seorang penulis mampu memporak-porandakan sebuah negara seperti yang terjadi di Indonesia saat ini.
Orang-orang barat dan sejenisnya telah menyesali kebodohan mereka dalam melakukan serangan-serangan militer terhadap negara-negara Islam, seperti yang pernah mereka lakukan pada perang salib; yang hasilnya merugikan diri sendiri. Kesadaran mereka, membuat mereka menempuh cara lain, yakni dengan menginvasi pemikiran umat Islam dengan sebuah pena yang telah menyulap sebuah kertas bersih menjadi sebuah buku yang mematikan. Hasil dari ulah pena itu dapat bertahan berabad-abad lamanya dan mendarah daging, berbeda dengan yang dilakukan oleh nuklir, yang sekali ditembakkan ke sebuah kota, maka setahun kemudian kota tersebut sudah bisa pulih lkembali.
Ghazwul fikri merupakan suatu istilah yang menunjukkan betapa bejatnya orang-orang yang menginvasi pemikiran kaum muslimin, sekaligus juga menunjukkan betapa tajamnya pena dalam melakukan serangan. Betapa buasnya benda tersebut. Jika senjata dibalas senjata, maka pena harus dibalas dengan pena juga. Untuk itu, sudah saatnya kini seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia secara umum, memanfaatkan pena sebagai benda sakti yang mampu ‘merobek-robek dunia’, menyingkap kembali fakta, ‘merubuhkan dinding lawan’, dan sebagainya yang dapat dilakukan lagi.
Gunakanlah pena sebagai penawar dari segala racun yang  ditimbulkan oleh pena-pena manusia jahat. Mari melakukan kombat, debat pena, dan jadikanlah pena tersebut sebagai sebuah senjata yang lebih tajam dari samurai, lebih cepat dari peluru, dan lebih membangun segala tatanan moral yang telah rusak atau sama sekali belum ada…[]

"Karena itu jangan mengerdip, tatap dan penamu asah
Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering sedikit mau basah!"
(Chairil Anwar, Deru Campur Debu : Catetan Th. 1946)
Penulis: satria Winarah

Sikap Dewasa = Pikiran Dewasa ???


20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya
Secara lahiriah, pastinya semua orang akan mengalami yang namanya keDEWASAan dalam hal umur. Namun, dalam kenyataannya adalah umru tidak bisa menentukan kedewasaan seseorang. Tidak bisa dibilang untuk menjadi orang Dewasa adalah Gampang. Menjadi seorang yang dewasa membutuhkan sebuah proses pendesaan yang matang. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa menjadi dewasa bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya.

Banyak sekali info-info yang bisa didapatkan ketika kita mencari sebuah arti Dewasa. Cukup dengan mengetiknya dengan permainan jari-jari kita, maka semuanya akan terpampang di depan layar kaca PC atau laptop. Untuk memahami arti sesungguhnya dari Dewasa adalah kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki diri kita sendiri. Menjadi seseorang yang Dewasa tidaklah dibutuhkan nilai IP (indek prestasi) yang tinggi. "Sikap dan Moral", itulah yang menjadi nilai khusus Dewasa. Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Diantara pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya salah satunya adalah mampu memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan. 

#sedikit flashback memory#

Saat ini, banyak sekali forum-forum yang isinya membahas sebuah diskusi, baik itu diskusi politik, pendidikan, ekonomin, sosial dan sebagainya. Apalagi saat ini dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang membuat banyak sekali media informasi yang bisa digunakan. Media populer yang saat ini sedang membumi adalah sosial network, misalnya facebook. Dari media tersebut, memang banyak sekali orang-orang yang bersifat kritis. Faktnya, diskusi dan perdebatan memang adalah suatu hal yang penting bagi kita agar wawasan kita bisa bertambah. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah karena keasyikan berdiskusi, tujuan awal dari diskusi tersebut sedikit melenceng dan bahkan bisa terjerumus karena terlalu banyaknya lantunan kata yang tercurahkan. Ada hal yang lebih penting selain membuang waktu secara percuma dari diskusi yang tidak kunjung berada pada titik temu yang sama. Penambahan wawasan dan softskill memang sangat perlu, tapi apakah hal itu menjadi prioritas utama dalam sebuah diskusi??? Tentunya adalah Sikap Nyata yang dinanti-nanti.

Telah kita ketahui bahwa, pikiran merupakan gagasan dan proses mental.  Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Sikap merupakan pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa (wikipedia). Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap sendiri memiliki tiga komponen utama yaitu kesadaran, perasaan dan perilaku.

Terkadang kita terlalu menikmati suasana yang ada, tapi melupakan proses nyata dalam kehidupan. Hidup bukanlah hanya sebuah pikiran yang dimana kita bisa memasukkan sebuah atau bahkan beberapa gagasan. Selain itu, hidup juga bukan merupakan sebuah konsep ide dan tujuan, namun adalah "gerak". Gerak disini sendiri memilik arti proses bersikap yaitu menjalankan segala sesuatu yang telah berada dalam gagasan, imajinasi dan juga harapan dalam pemanaknaan pada kehidupan nyata. 

Banyak sekali fakta yang bisa dicontohkan yang berada di sekitar kita mengenai hal ini. Cukup banyak juga diantara mereka yang hanya berfikir (intelektual tanpa bersikap), atau dalam bahasa kerennya adalah NATO (Not Action Talk Only). Ego manusia sendiri kadang berfikir bahwa tujuan selalu mendapatkan emas dan sikap tidak mendapat pengharagaan apapun dan bahkan bisa dilupakan karena event pertukaran pikiran yang begitu indah. Tujuan memang adalah sebuah awal dari sebuah sikap, namun perlu digarisbawahi dan dipastikan yang dititik utamakan adalah Prosesnya. 

Sunday, November 27, 2011

My Body

Setiap hari, jika dihitung selama 24 jam, waktu untuk berada di kos kosan tercinta serasa kurang. Tepat jam 7 pagi langsung tancap gas ke kampus  dan kembali lagi ke kos maksimal jam 10 malam. Sehari-hari pun dalam hal bersih-bersih, terutama bersih diri saja dirasa cukup hanya 1 kali dalam sehari dan bahkan bisa tidak membersihkan diri karena jam terbang yang mengejar. Selain kebersihan, waktu istirahat akhirnya benar-benar tersita dengan beberapa pangkuan dan tumpuan yang ada di pundak, entah itu mencari, menyebar atau mengaplikasikan ilmu dan bahkan mencari sekeping uang receh untuk membeli kebutuhan yang kian hari membludak. Hal ini terjadi pula pada pola makan yang berubah drastis dari tahun-tahun sebelumnya (mengingat tahun ini adalah tahun ketiga berada di kampus perjuangan). Segala jenis makanan masuk begitu saja kedalam perut dengan berpikiran kenyang dan sesuai dengan kantong yang ada.


Aktifitas yang kian hari menuntut untuk lebih memberikan waktu, membuat diri ini sedikit berangan-angan bisa memakan buah Hana Hana no Mi (Buah iblis milik Nico Robin yang bisa menggandakan bagian tubuhnya). Bersyukur karena diri ini buatan Allah SWT, karena Ia-lah tubuh ini tidak berbicara dan tidak protes terhadap pemiliknya. Meskipun demikian, ternyata tubuh ini juga mampu bekerja hingga kemampuan maksimum nya. Hampir sama dengan sebuah alat, tubuh juga mengalami sedikit error jika telah melampaui batas kerjanya.

#Inilah waktunya dimana tubuh ini telah mendemo pemiliknya#

Tubuh ini menangis dan merintih kesakitan akibat perbuatan pemiliknya. Alhasil, prioritas utama kunjungan dari program kunjungan yang telah direncanakan menjadi tergeser menuju kunjungan kesehatan. Begitu banyak sekali pertanyaan yang terlontarkan dari mulut seseorang yang memakai kemeja putih dengan mengenakan kalung "aneh". Tanpa berpikir panjang, kasur beralaskan sprei putih puh siap kutiduri. Perlengkapan pun segera dikeluarkan dan diuji coba kepada tubuh yang sedang remuk ini. Berbeda halnya ketika biasanya membantu kesehatan orang akhirnya saat ini tiba rasanya merasakan menjadi orang yang ditolong kesehatannya. Tidak habis pikir memang banyak sekali tulisan-tulisan aneh yang ditulis orang itu disecarik kertas untuk didistribusikan ke apotik dan laboratorium. Selain itu pula, banyak sekali agenda yang dikeluarkan si Kemeja Putih itu untuk tahapn-tahapn selanjutnya.

Seandainya bisa merasakan menjadi tubuh, pasti jeritan tak kunjung terhenti ketika melihat kondisi saat ini. Aktifitas tiada henti selama 24 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan dan 1 tahun. Terima kasih "my body" telah menemani jejak langkah kaki ini hingga detik ini. Insya Allah, aku akan menjagamu hingga "nanti". 

Friday, October 14, 2011

Ribetnya Sistim Pengajuan PKM di ITS



pkmits.blogspot.com
“PKM adalah bentuk kontribusi nyata seorang Mahasiswa.”  Slogan-slogan seperti itu bukanlah hal yang biasa ketika anda memasuki kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Hampir semua titik rawan di kampus ini terpampang slogan-slogan yang kurang lebih sama dengan slogan tersebut.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi (PT) agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi juga kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Dirjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama Program Kreativitas Mahasiswa. Tahun ini, ada enam jenis kegiatan-kegiatan yang ditawarkan dalam PKM yakni PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tulisan (PKM-GT). (Sumber: Pedoman PKM 2011)
Di kampus perjuangan ini, dibuat beberapa alur mengenai pengajuan PKM ke Dirjen Dikti. Pengajuan proposal PKM dimulai dengan pemilihan kakak pendamping ditiap bidang dengan minimal melakukan 3 kali pendampingan. Menurut informasi yang diperoleh, kakak pendamping merupakan mahasiswa ITS yang telah memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup di bidang karya tulis, contohnya adalah mahasiswa yang telah lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 24 tahun kemarin. Kakak pendamping ini berfungsi sebagai administrasi PKM dan pengarah dari ide PKM. Setelah melakukan pendampingan, dilanjutkan ke pembimbingan se-ITS oleh dosenreviewer selama dua tahapan. Alur yang telah dibuat tersebut diwajibkan untuk diikuti oleh mahasiswa ITS yang akan mengajukan PKM. Dan hanya yang mengikuti alur tersebutlah yang akan dikirimkan ke Dirjen Dikti.
Isu yang beredar mengatakan bahwa alur tersebut dibuat agar PKM yang dibuat oleh mahasiswa ITS berkualitas, disamping kuantitas juga yang diinginkan lebih banyak. Didalam pelaksanaan PKM, para mahasiswa juga dibimbing oleh dosen pembimbing yang bertanda tangan di proposal mereka. Dosen pembimbing ini juga berfungsi sebagai pengarah dari ide, administrasi dan menjadi sahabat terbaik mahasiswa dalam pembuatan PKM. Dan jika tidak melakukan alur tersebut maka PKM yang bersangkutan tidak akan dikirim ke Dirjen Dikti.
Hal yang dipertanyakan adalah apakah dengan adanya alur tersebut kualitas dan kuantitas PKM yang diinginkan benar-benar terpenuhi dan apa bedanya dosen pembimbing dengan kakak pendamping?
Beberapa mahasiswa ITS ada yang mengatakan bahwa pembimbingan seperti alur yang disebutkan terlalu ribet karena melewati beberapa tahap pembimbingan—kakak pendamping, dosen pembimbing dan reviewer ITS dan memakan jatah waktu lama karena jika melakukan pembimbingan denganreviewer ITS yang biasanya antrian cukup panjang. Cukup banyak juga yang menanggapi alur pembimbingan saat ini merupakan alur pembimbingan yang baik.
Namun, hal yang patut disoroti adalah adanya statement yang menyebutkan bahwa PKM tidak akan dikirmkan ke Dirjen Dikti jika tidak melakukan alur pembimbingan. Fakta yang terjadi berdasarkan tahun lalu adalah tidak semua PKM yang melakukan pembimbingan pasti lolos dan berjalan dengan baik bahkan ada beberapa PKM yang tidak ikut alur pembimbingan juga lolos dan juga berjalan.
PKM merupakan hak dari setiap mahasiswa untuk mengapresiasikan idenya dalam bentuk karya tulis yang berguna bagi sekitar. Hal yang sangat miris terjadi ketika mahasiswa telah susah payah membuat PKM gagal dikirim ke Dirjen Dikti, hanya karena tidak melakukan pembimbingan dengan kakak pendamping dan dosen reviewer se-ITS, maka tidak akan dikirim ke Dirjen Dikti. Alangkah baiknya jika dosen pembimbing tiap PKM tersebut dimaksimalkan mengenai tugasnya. Jikalau hanya masalah controlling, hal ini bisa diakali dengan melakukan pembimbingan dosen reviewer ITS yang berasal dari jurusannya dan memiliki waktu yang cukup untuk proses pengontrolan PKM tanpa melalui pendampingan lagi dengan kakak pendamping, yang notabene masih berstatus mahasiswa.
PKM milik kita bersama dan mari ganas menuju PIMNAS 24 tanpa tanjakan yang bergelombang.
VIVAT!!!

Tuesday, August 02, 2011

Cinta untuk Ibu


"Con, ayo bangun... udah adzan subuh. Sarapan sudah siap juga, mau dibungkus atau dimakan disini..." Tradisi ini berlangsung 2 tahun yang lalu ketika aku berada di bangku SMA, tepatnya saat persiapan untuk sekolah dan menunggu Bis PG ( bis antar jemput siswa dari Asembagus ke Situbondo PP ). Kini telah sampai usiaku yang hampir memasuki kepala 2-an namun kebiasaan Ibu tidak pernah berubah ketika aku pulang ke rumah untuk menikmati liburan.  Seketika melihat wajah tua yang terpampang, tidak mampu rasanya untuk menolak perilaku emas yang ibu berikan. 
Ingin sekali kubalas jasa-jasa Ibu dengan hasil keringatku dan menghapus segala raut sedih yang tak bisa Beliau sembunyikan. Kenapa Ibu sesekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang merupakan sebuah titik fasa diriku ini sedikit kesulitan memahami Ibu. Tiap malam pun, ketika aku berada di rumah, Beliau tidak habisnya meneteskan air mata dan beribu-ribu kesedihan terluapkan. Tangisannya bagaikan sebuah peluru yang menusuk diri ini. Tak kuat untuk melihatnya dan tak mampu juga melakukan apa-apa, hanya bisa berdoa dan berdoa demi kebahagiaannya. 
Di hari yang cukup cerah, kuberanikan untuk bertanya, "Ibu, maafin aku jika telah menyakiti perasaan Ibu. Aku jarang sekali pulang hingga membuat Ibu merasa kangen berat. Apa yang membuat Ibu sedih akhir-akhir ini?". Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata disana. Terbata-bata Ibu berkata, "Tiba-tiba Ibu merasa kalian sudah dewasa, sudah mulai bisa menghidupi diri sendiri, bekerja keras, dan Ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kalian sudah merasa bahagia. Dan ibu menangis karena bangga melihat kalian semua". Terlihat pula, banayk sekali beban berat yang sangat Ibu pikul dikehidupan ini. Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu.... bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelum-sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua sedih karena tidak membuka arti kebahagiaan berdasarkan sudut pandang masing-masing. 
Diam-diam aku bermuhasabah… Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Kebahagiaan apa yang telah diberikan kepada Ibu? Ketika itu kutanya Beliau menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan. Kalian tumbuh sehat adalah kebahagiaan. Prestasi di sekolah, perilaku kalian di lingkungan sekitar pun itu kebahagiaan IBu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan bagi orang tua." Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ummi. Masih banyak alasan ketika Ummi menginginkan sesuatu.”

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang Ibu rumah tangga, Ibu bangun jam 2 pagi untuk berserah diri pada-Nya, menyiapkan makan sahur. Tepat pukul 3 dini hari, Ibu membangunkan kami untuk shalat Tahajud dan mempersiapkan diri untuk sahur. Sembari  menunggu kami shalat, Ibu sedang sibuk di dapur tanpa adanya bantuan. Sesekali menawarkan pertolongan hanya senyum yang Ia berikan. Maafkan aku, Bu... 19 Jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak membuat Ibu lelah... Sanggupkan aku ya Allah.. ???

* * *
 "Con, ayo bangun nak, sudah hampir Imsak... sahur udah siap di meja.." kata-kata itu tidak kudengar kembali... sebelum Ia bangun, aku sudah bersiap diri untuk membantunya. Kuucapkan terima kasih dan terlihat sekali binar kebahagiaan dari pancaran mata Ibu.

Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu… Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Siapakah???


Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu
shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman
as.

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa
musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu
sambil berkata,"Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil
mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan
tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada
senantiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun
masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati
membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana
mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak
membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga
kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari
siksa neraka.

Siapakah Anda???

Cinta Disekitar Kita

Perasaan cinta dialami oleh semua orang di dunia ini. Namun, terkadang kita sendiri tidak merasakan kedatangannya, termasuk saya sendiri. Rasa cinta dan sayang sudah sering kita dengar sehari-hari. Terutama kasih sayang dari orang tua. Orang tua saya sering memanggil saya dengan sebutan sayang. Mesi betapapun saya telah menyusahkan dan sering menyakiti hati mereka. Bahkan mereka memanggil dengan kata-kata sayang sudah sejak saya belum berada di dunia ini. Padahal belum tentu saya jadi anak yang bisa menerbangkan mereka ke surga... belum tentu pula jadi kebanggaan mereka... ataukah hanya jadi beban mereka.....Meski seperti itu, rasa sayang mereka tetap tidak pudar. 
Tatapan cinta juga sering saya terima. Dari ibu yang bergadang untuk mendoakan saya di tempat perantauan dan bahkan tidak tidur dengan pulas ketika melihat kondisi saya kurang memungkinkan dan terkadang menangis karena ulah saya. Dari bapak yang rela memberikan motor perjuangannya untuk kendaraan saya di tempat perantauan dan bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan membiayai kuliah. Dari seorang kakak yang terus memberi semangat untuk kuliah dan terus kuliah untuk membahagiakan seluruh keluarga dan tempat curhat ( sebagai ibu kedua ). Dari adik kecil mungil yang sering memanggil Con ( pencetus pemberian nama ini ). Dari teman yang beriring-iring menjenguk saya ketika mengalami musibah ( contohnya saat kecelakaan saat ramadhan kemaren ). Dari sepupu yang sering memberikan makanan-makanan kesukaan padahal mereka jarang untuk membuat masakan seperti itu. Dari Kakek dan Nenek saya yang senantiasa merindukan kehadiran saya di rumah. Dari para tetangga yang bersedia mengantarkan saya ke rumah ketika mengalami musibah. Dan dari kekasih yang senantiasa terus menyanyangi meski kesalahan terus saja dibuat. Betapa seringnya sampai-sampai kita sendiri tidak menyadarinya.
Tidak hanya dari makhluk hidup. Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga begitu melimpah.Matahari yang menyinari dengan hangatnya, Udara dengan tekanan yang pas dimana akhirnya bisa bernapas dengan leluasa, Pepohonan dan padang rumput yang menentramkan hati ini, sampai Cinta dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Saya pernah membaca buku mengenai astronomi yang mengatakan daya tarik gravitasi di tiap planet galaksi tata surya ( galaksi terbesar ) berbeda-beda dan bahkan dengan gaya gravitasi yang tinggi bisa membuat adanya tarik menarik. Dengan adanya planet Jupiter ( sebagai planet terbesar ) memiliki gravitasi yang amat tinggi yang membuat seakan menarik bumi agar tidak tersedot ke arah matahari. ( kalau yang ini mohon koreksinya ya, maklum tidak seberapa tahu ).
Diatas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Astaghfirullah..... begitu banyak dosa yang telah dilakukan dan Allah masih berbaik hati membiarkan saya hidup... Masih membiarkan saya bersujud meski banyak sekali tidak khusuknya... Masih membiarkan kedua orang tua saya dan orang-orang disekeliling saya mencintai saya apa adanya. Padahal dengan keagungan-Nya bisa saja Ia langsung mencabut nyawa saya dan dilempar ke neraka Jahanam.. ( semoga yang ini tidak terjadi, Astaghfirullah ). Seluruh rejeki yang telah diberikan-Nya memang tidak habis untuk dipikirkan. Segala kebutuhan saya, dipenuhi oleh-Nya. Makanan selalu ada, tidak seperti mereka-mereka yang sampai kekurangan gizi karena tidak mendapatkan makanan yang layak makan. Saya disekolahkan hingga tingkat Pergutuan Tinggi saat ini, berbeda dengan nasib mereka-mereka yang sudah harus mengais rejeki untuk kehidupannya, dan saya masih saja terkadang minta kepada orang tua. Anggota tubuh yang sempurna dan sehat, padahal mereka yang diluar sana tetap saja merasa kedinginan, penyakitan dan memiliki cacat fisik. Apalagi yang kurang? Tapi tetap saja, saya melakukan dosa, maksiat.... Serasa diri ini tertampar malu melihat kesadaran ini.

Di sepanjang kehidupan yang saya alami, memang banyak sekali terpaan badai dan lemparan batu. Tapi bukankah itu juga bagian dari kasih-Nya? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan dan kesusahan? Ujian dari-Nya merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada kita, saudaraku. Pasti semua ini ada hikmahnya. Pasti!!!


Jadi, selama ini saya telah tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni dan tulus meski akal ini tidak menyadari secara langsung.

Yang menjadi sebuah pertanyaan adalah "APA YANG TELAH KITA LAKUAKN UNTUK MEMBALAS SEMUA ITU?" Didalam hati ini pun menjawab dengan rasa yang amat sangat malu dan merasa tercambuk. Saya masih sering menyakiti orang lain, sadar maupun tak sadar. Meskipun tidak sampai menyakiti, rasanya sering tidak peduli dengan orang itu. Apalagi kepada Sang Khali, Allah SWT... Begitu besarnya cinta Allah pada saya dan saya masih saja sering menyalahgunakannya. Mata tidak digunakan semestinya, lisan kejam dan membunuh, waktu yang terbuang sia-sia, dan masih banyak lagi sampai note ini pun tidak akan mampu untuk menuliskannya ( hanay Ia yang mencatat secara lengkap apa yang telah diperbuat selama didunia ).






Siapa bilang tidak ada orang yang tidak dicintai?