Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Showing posts with label Teknik Fisika. Show all posts
Showing posts with label Teknik Fisika. Show all posts

Tuesday, August 02, 2011

Titanium Dioxide


1.      Titanium Dioxide (TiO2)
     TiO2 (Titanium dioxide / titania) merupakan material semikonduktor yang termasuk kedalam keluarga oksida logam. Pada umumnya TiO2 digunakan sebagai pigmen putih pada cat, plastik, dan kertas. Selain aplikasi sebagai pigmen, karakteristik fotokatalis dan semikonduktor dari TiO2 juga membuat material ini banyak digunakan sebagai pendekomposisi bahan organik dengan proses oksidasi, sel surya, dan juga sensor gas. Aplikasi ini dikarenakan TiO2 mempunyai indeks bias yang tinggi (n = 2,4) dan juga tahan terhadap degradasi warna akibat sinar matahari.
Aplikasi dari TiO2 pada umumnya dapat ditunjukkan pada gambar berikut :

Gambar 1. Aplikasi TiO2
TiO2 polikristalin merupakan semikonduktor yang paling banyak digunakan sebagai fotokatalis. Hal ini disebabkan karena sifatnya yaitu: stabil terhadap cahaya (tidak mudah mengalami fotodegradasi)[8], mempunyai kestabilan kimia yang tinggi, nilai celah energi yang tidak terlalu besar, pasangan electron-hole memiliki umur yang lama dan tidak beracun.
     TiO2 yang ada di alam pada umumnya mempunyai tiga fasa yaitu rutile, anatase, dan brookite. Struktur kristal TiO2 pada fasa rutile, anatase dan brookite seperti dalam gambar.
Gambar 2.  Struktur Kristal Fasa-Fasa Titania
Rutile dan anatase memiliki struktur tetragonal dengan tetapan kisi kristal dan sifat fisika yang berbeda, sedangkan brookite memiliki struktur ortorombik. Rutile memiliki parameter kisi a = b ≠ c, anatase memiliki parameter kisi a = b ≠ c, dan brookite memiliki parameter kisi a ≠ b ≠ c. Kedua struktur kristal rutile dan anatase dibedakan oleh distorsi setiap oktahedron dan susunan rantai oktahedralnya. Pada kedua fasa tersebut, setiap oksigen dan kation titanium yang bertetanggaan membentuk segitiga datar. Pada rutile, ketiga sudut Ti-O-Ti memiliki nilai 120º. Sedangkan pada anatase posisi atom pada kisi mengalami distorsi sehingga salah satu sudut adalah 180º dan dua lainnya mendekati 90º. 
       Rutile lebih stabil pada suhu tinggi, sedangkan rutile lebih stabil pada suhu rendah. Dalam aplikasinya pada fotokatalis, hanya dua fasa TiO2 yang sering digunakan sebagai fotokatalis, yaitu: anatase dan rutile. Terbentuknya fasa anatase maupun fasa rutile pada struktur polikristalin TiO2 bergantung pada transisi fasa yang kristalin TiO2. Titania pada fasa anatase umumnya stabil pada ukuran partikel kurang dari 11 nm, fasa brookite pada ukuran partikel 11 – 35 nm, dan fasa rutile diatas 35 nm. Dalam aplikasinya pada fotokatalis, umumnya digunakan TiO2 pada fasa anatase karena mempunyai kemampuan fotokatalitik yang tinggi. Selain itu, untuk meningkatkan kinerja sistem, struktur nanokristal dan juga luas permukaan yang tinggi dari TiO2 adalah faktor yang penting untuk meningkatkan densitas dan transfer elektron.Karakteristik dari fasa-fasa titania ini ditunjukkan pada Tabel 1 dibawah ini.





Tabel 1 Tabel Karakteristik Fasa-Fasa Titania

TiO2 telah diproduksi secara komersial. Salah satu merek dagang TiO2 adalah Degussa P-25 dengan fasa kristal campuran antara rutile dan anatase. Degussa P-25 diperoleh melalui metode klorida. TiO2 Degussa P-25 memiliki luas permukaan yang cukup besar (sekitar 50 m2g-1), ukuran rata-rata partikel 21 nm dan cacat kristal dalam jumlah yang sedikit.

2.        Fotokatalisis Pada Permukaan Lapisan TiO2
     Fotokatalisis merupakan proses terjadinya reaksi suatu materi terhadap materi lainnya yang diperantarai oleh energi dari penyinaran ultraviolet. Penyinaran permukaan TiO2 (bersifat semikonduktor) menghasilkan pasangan electron dan hole positif pada permukaannya juga menjadikan permukaan tersebut bersifat polar dan/atau hidrofilik (suka akan air) dan kemudian berubah lagi menjadi nonpolar dan/atau hidrofobik (tidak suka air) setelah beberapa lama tidak mendapatkan penyinaran lagi.
     Sifat hidrofilik dan hidrofobik, salah satunya, ditandai dengan ukuran sudut kontak butiran air pada permukaan lapisan tipis TiO2 tersebut, yaitu sedikit lebih besar dari 50 derajat pada saat sebelum disinari kemudian berubah menjadi mendekati 0 derajat setelah disinari. Material dengan sudut kontak sekecil itu akan sangat hidrofilik (superhidrofilik).




Mekanisme fotokatalisis pada TiO2 dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 3.Ilustrasi Mekanisme Fotokatalisis pada TiO2

Bahan semikonduktor TiO2 memiliki selang energi yang kecil antara pita valensi dan pita konduksi. Untuk menghasilkan proses fotokatalisis, bahan semikonduktor membutuhkan serapan energi yang lebih besar dari selang energinya (Eg = 3.2 eV). Adsorpsi molekul organik pada permukaan partikel fotokatalis memperkecil aktivasi energi dari proses reaksi. Penyerapan sinar matahari (UV) oleh partikel fotokatalis akan membentuk 2 pasang electron dan hole. Electron akan bereaksi dengan oksigen dari larutan membentuk anion (O2-) yang mana akan mengoksidasi secara kuat hydroxyl radikal (OH-). Sedangkan hole akan mengoksidasi hydroxyl yang terlarut dan membuatnya menjadi radikal dengan energi yang besar. Hydroxyl radikal yang memiliki energi yang besar akan mengubah polutan organi menjadi zat yang tidak berbahaya, sehingga TiO2 dapat diaplikasikan untuk self-cleaning.

3.        Aplikasi fotokatalisis TiO2 untuk disinfeksi bakteri E. Coli
                   Teknologi fotokatalisis menarik untuk dikembangkan pada proses disinfeksi mikroorganisme karena kemampuannya untuk mendegradasi mikroorganisme dalam konsentrasi yang sangat kecil tanpa menghasilkan produk samping yang berbahaya.Penelitian fotokatalisis TiO2 dikembangkan secara luas untuk menguji kemampuannya dalam membunuh virus, bakteri, fungi, alga, dan sel kanker. Ketika diterangi dengan sinar ultraviolet-dekat, titanium oksida (TiO2) menunjukkan aktivitas anti bakteri yang baik. Kematian sel bakteri oleh fotokatalisis disebabkan berkurangnya permeabilitas sel. Kontak pertama fotokatalis dengan sel terjadi pada dinding sel, dimana reaksi oksidasi oleh fotokatalis akan merusak dinding sel bakteri. Bakteri dengan dinding sel yang rusak masih merupakan bakteri yang sehat, namun tanpa perlindungan. Setelah menghilangkan perlindungan dinding sel, selanjutnya reaksi oksidasi terjadi di membran sitoplasma, Kerusakan oksidatif yang terjadi akan semakin meningkatkan permeabilitas sel, dan menyebabkan isi dalam sel mengalir bebas keluar sel yang menyebabkan kematian sel. Partikel TiO2 yang bebas juga dapat mencapai membran sel yang sudah rusak, dan serangan langsung tersebut dapat mempercepat kematian sel.

4.        Aplikasi fotokatalisis TiO2 untuk self-cleaning
            Adanya sifat hidrofilik dan hidrofobik pada fotokatalisis permukaan TiO2 maka kotoran yang bersifat suka air pada setiap bagian permukaan akan terbawa saat air mengalir di atas permukaan tersebut. Sementara kotoran yang tidak suka air (minyak) yang berarti nonpolar atau hidrofobik akan tergelincir saat berada pada permukaan yang sangat hidrofilik[1]. Sebagai tambahan kotoran nonpolar (kebanyakan zat organik) yang tertinggal di permukaan lapisan tipis TiO2 secara pelahan akan hancur, dipecah menjadi karbondioksida dan air akibat proses fotokatalisis. Hal inilah yang dapat diaplikasikan untuk self-cleaning pada permukaan beberapa permukaan material.

Thursday, March 17, 2011

Kebersamaan Kelas A Teknik Fisika 2009

Keluarga Besar TF 2009 Kelas A

Cowok-cowok Engineer Kelas A 2009

Ibu Engineer Kelas A 2009

Bapak-bapak Ngerumpi

Haaaaa
Foto-foto diatas merupakan kebersamaan yang dijalani selama kurang lebih 1.5 tahun bersama teman-teman dengan berbeda suku. Jawa, Madura, Bali, dan Betawi serta Sunda pun ada.

There are no successes and failures in life, only achievements – stepping stones.

Ian Gardner

It is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all – in which case, you fail by default.

J.K.Rowling

kawan.... kalian akan selalu ada di setiap alunan langkah kaki ini berjalan dan mari buat sejarah

Saturday, November 27, 2010

EPW (Engineering Physic Week)


EPW (Engineering Physic Week) merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan himpunan mahasiswa teknik fisika FTI-ITS yang terdiri dari 3 acara besar dengan skala Nasional.
Acara tersebut diantaranya EPC (Engineering Physic Challenge) merupakan lomba olympiade fisika yang berbasis terapan dan teknologi yang terbagi menjadi 20 rayon diseluruh Indonesia. EPC memiliki beberapa tahap yaitu tahap babak penyisihan yang dilaksanakan di rayon-rayon. Tahap 2 merupakan semifinalis yang dilaksanakan di jurusan teknik fisika dan tahap 3 merupakan tahap final yang dilaksanakan secara bersamaan dengan ILTC dan simulasi dari WFR. WFR (Workshop For Roboholic) merupakan pelatihan dasar robotika yang juga berskala nasional dan diikuti oleh seluruh SMA-SMK se-Indonesia dan juga untuk para Mahasiswa. ILTC (Indonesian Line Tracer Competition0 merupakan lomba line tracer yang diadu di atas lintasan yang telah dibuat oleh team idjo (team robot teknik fisika) yang dilombakan di tingkat nasional.

Monday, August 23, 2010

PERS Teknik Fisika ITS

PERS, kata-kata tersebut sering sekali kita dengar di kehidupan sehar-hari. Mulai dari lingkungan sekolah sampai di lingkungan masyarakat itu sendiri sering kita lihat PERS. Untuk di lingkungan perkuliahan, PERS sering kita sebut dengan Pers Mahasiswa. Dalam pencapaian tugasnya, PERS ditunjang oleh suatu media di dalam pemberian suatu informasi. Media itu sendiri bisa berupa elektronik maupun cetak.
Di setiap HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) terdapat suatu divisi yang berhubungan dengan pers, yaitu divisi pers. Di dalam pemenuhan tugasnya, pers HMJ bisa difungsikan sebagai wadah aktivitas akademik yang sedang dijalani oleh mahasiswa di jurusan tersebut. Selain itu, pers HMJ juga bisa difungsikan sebagai tempat penyampaian opini, sharing dengan dosen dan mahasiswa lainnya, serta sebagai sarana informasi tentang kehidupan atau berita tentang kejadian-kejadian yang sedang terjadi di kampus. Dari fungsinya tersebut, secara tidak langsung pula, pers dapat berfungsi sebagai sarana tempat untuk mengenal lingkungan kampus. Pers HMJ ini juga tidak diperuntukkan untuk mahasiswanya saja. Misalnya untuk alumni bahkan masyarakat luas, juga bisa mengetahui berita-berita tentang kampus. Mereka bisa juga ikut sharing atau memberi komentar. Hal ini bisa mereka peroleh melalui media internet atau weblog dari HMJ atau kampus tersebut.
Pers di setiap jurusan memiliki karakteristik yang bebeda-beda. Untuk di jurusan teknik fisika ITS, pers telah mengeluarkan suatu media cetak dan elektronik. Untuk media cetak, bisa dilihat adanya majalah dinding yang berada di sekitar lingkungan teknik fisika. Mulai dari berita tentang aktivitas akademika, organisasi, politik, dan keagamaan. Selain itu, juga terdapat majalah yang bernama, majalah Sensor. Sejak terbitan awal tahun 2007, sekarang telah berhasil menerbitkan majalah edisi ke-7 di awal tahun 2010 yang lalu. Di penerbitan yang ke-7 ini, majalah Sensor menampilkan variasi terbaru pada isinya. Konsep yang ditampilkan lebih menarik, edukatif, variatif, dan inovatif. Perlu diketahui, majalah ini hanyalah merupakan progress dari divisi pers HMTF (Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika). Hal ini bisa dicermati dengan tidak adanya ruangan kesekretariatan majalah Sensor ini. jadi, untuk bisa berhubungan langsung kita bisa menemui crew di secretariat HMTF.
Selain di media cetak tersbut, juga terdapat media elektronik, yaitu dengan adanya weblog dan website. Untuk di media ini, bisa dipergunakan secara luas. Dengan adanya web ini, anak SMA, alumni ataupun masyarakat luas bisa ikut menikmati berbagai informasi mengenai teknik fisika ITS. Salah satu contohnya adalah event tahunan teknik fisika yaitu Engineering Physic Week (EPW) 2010. Selain itu, juga bisa dipergunakan sebagai tempat sharing alumni, misalnya saja untuk merekrut salah satu mahasiswa sebagai partner kerja dan memberi informasi tentang dunia kerja.
Selain memberikan informasi dari media cetak, Pers HMTF juga melaksanakan suatu pelatihan bagi mahasiswa yang berminat tentang dunia jurnalistik. Beberapa minggu yang lalu, telah diadakan PELATJURDAS IV teknik fisika. Dengan peserta yang antusias membuat acara ini semakin menarik dan menyenangkan. Dengan adanya pelatihan ini juga, bisa digunakan untuk perekrutan crew baru pers HMTF. Dari antusiasme peserta PELATJURDAS ini, dapat dilihat bahwa pers HMTF telah berkembang dengan baik. Selain itu, juga bisa kita lihat dari penerbitan majalah dan weblog tadi.

Thursday, February 04, 2010

Engineering Physic Week 2010

Engineering Physic Week 2010 (EPW 2010)..........merupakan event terbesar dari HImpunan Mahasiswa Teknik Fisika ITS. Sekilas aja yach..........terdapat 3 event besar dalam acara ini, yaitu Engineering Physic Challenge (EPC), Workshop For Roboholic (WFR), dan Indonesian Line Tracer Competition (ILTC).
Event ini seru banget loh...........pi maaf ya cuma bisa cerita yang EPC doank..masalhnya aq cuma ikut EPC tok....tapi...tanpa gak sengaja q juga punya cerita menarik di WFR itu sendiri...
di EPC banyak sekali anak-anak SMA yang berpartisipasi dalam acara ini. Khan awalnya itu peserta di seleksi di babak penyisihan....tepatnya aq stay di Jember. senang banget rasanya pas jadi panitia waktu itu, padahal tahun lalu aq menjadi pesertanya.....eh malah gak nyangka bisa duduk jadi penjaga tes...