Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Showing posts with label Experience. Show all posts
Showing posts with label Experience. Show all posts

Saturday, December 22, 2012

2012 Year in Review (Me)

2012 Year in Review (Me)
2012 akan segera berakhir, but bukan akhir dari sebuah kehidupan. Isu-isu akan kehadirannya kiamat di tahun 2012 ini (katanya sih bertepatan 21-12-2012), menjadi sebuah kejadian fenomenal. Sempat miris ketika banyak sekali orang "diluar" sana lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi kimat. Entah itu mulai dari penimbunan makanan, perlengkapan senjata dan sebagainya. So... lewat dari tanggal tersebut, saya masih bisa nyoba buat nulis di blog ini. Kiamat??? cukup pasrah kepada-Nya dan cukup mempersiapkan amal dan ibadah kita sebagai pertanggungjawaban kehidupan yang telah dijalani di Dunia.
Back to the topic...
Biasanya, di penghujung banyak sekali media yang menginfokan tentang rangkuman keseluruhan yang terjadi.  Ada review tentang Infotaiment, mancanegara, negara, bencana-bencana, prestasi dan sebagainya. Hampir semua media memberitakannya, dan biasanya terangkum dalam 1 menit dunia dalam berita (iklan disek... :D ). 
Berbeda halnya dengan media yang kupunya ini.1 menit, 1 jam...bahkan 1 hari pun tidak cukup buat menayangkan semua memori yang telah dibuat sepanjang tahun 2012 ini. Mencoba untuk flashback, semoga tidak ada yang terlewat.
Di tiap penghujung tahun sebelumnya (2011, red), pastinya kita memiliki "sesuatu" yang kemudian dinamakan "resolusi" 2012. Nah, sebenarnya gak muluk-muluk sih nih resolusi yang pernah guwe buat, yang penting bisa dijalankan sesuai dengan kemampuan :D.
Ini dia resolusi yang pernah kubuat dan telah dirasakan hingga detik ini.
Menikmati Pulau-pulau besar di Indonesia
Sebenarnya dulu sempat gak yakin, buat resolusi beginian.. tapi gimana lagi eh ternyata kesampaian juga. Pulau pertama yang dilalui adalah pulau Jawa, notabene tempat dimana guwe tinggal. Selain itu ada pulau Madura, yang bagian dari pulau Jawa. Alhasil, ini udah terdelete dalam list Pulau-pulau besar. Nah, yang paling menakjubkan adalah ternyata bisa menginjakkan kaki di pulau Sumatera (meskipun hanya sampai di Pelabuhan Lampung). Penginjakan kaki pertama kali ini, sayangnya tidak diabadikan dengan kamera, dikarenakan kondisi baterai sedang tidak bersahabat waktu itu. Kisah ini terangkum dalam KP in Action. Ditunggu saja :D
Menjadi Peserta PIMNAS XXV Jogja
Pertama kali dalam seumur hidup mengikuti event tingkat nasional yang bener-bener diselenggarakan secara nasional. Terima kasih sekali guwe ucapkan ke Tim TITANIA (tim PKM guwe yang lolos ke PIMNAS dengan ketua si Amal). Sedih, suka, cita, haru dan bahagia bercampur aduk menjadi satu. Inilah pertama kali dimana darah almamater tercinta benar-benar melekat dan terasa sekali di dalam dada. Berbeda halnya ketika berada di kampus sendiri, arogansi tiap jurusan yang cukup kuat. Namun disini ITS bersatu !!! Hingga teriakan vivat dari para kontingen ITS, berteriak VIVAT hingga membuat gedung UNY cetar membahana. Cerita lebih lengkapnya nanti ya... :D
Menjadi Wartawan Magang
Sebenarnya antara percaya atau gak percaya. Itulah yang pertama kali muncul di hati dan pikiran. Tak terbayangkan bisa magang menjadi seorang wartawan. Toh, ilmu yang dianut saat ini adalah ilmu Fisika Teknik, jauh sekali dari dunia jurnalis.
Kerja Praktek di PT.Krakatau Steel
Sebenarnya sih biasa saja, namun terlihat tak biasa ketika sudah mengalaminya. :D Kisah KP ini sudah dimulai sejak bulan April, namun baru bisa menginjakkan kaki itu pas bulan Agustus akhir, tepat sehari setelah umurku bertambah. Kisah KP masih belum berakhir, saat ini (22-12) masih berkutat dengan KP, namanya laporan KP. So.. dilihat nanti saja kelanjutan kisah KP.
Magang di MNI
Program yang diadakan MNI (masyarakat nano Indonesia) baru kuketahui tahun 2011 kemarin. Nah, sempat search info tentang MNI, eh ternyata ada yang namanya beasiswa TA/KP/Magang. Karena masih ragu, alhasil baru mencobanya tahun ini. Finally... Berhasil dan namanya berTApa (lihat yang di capslock ya, intinya sih itu). Cerita ini baru dimulai ketika diterima email balasan untuk proyek penelitian selama 3 bulan di Nanotechnology Research and Business Center (NRBC). Cerita ini akan dimulai pada tahun depan.
Foto Bersama KOMAR di JONAS
Bisa dibilang 3/4 berhasil. Usaha untuk mengumpulkan KOMAR (kominfo army) cukup membuat keringat berlebih dibandingkan memikirkan ketercapaian proker yang sedang diemban. Tepat pada umur 22 tahun, impian ini bisa tercapai dengan minus si Ainur di dalamnya.
Hatam 12 buku Bacaan
kalau masalah buku, entah sudah berapa buku yang bisa dihatamkan (pengecualian buat buku kuliah ya :p ). Di tahun ini berhasil mendapatkan berbagai macam buku yang sangat mudah untuk dikunyah. Seperti Habibie dan Ainun, 9 Summers 10 Autumn, Noah, Heroes of Olympus (3 seri), Indonesia Mengajar (seri 1 dan 2), Perahu Kertas, 9 Matahari, Notes from Qatar (1 dan 2), Seribu Malam Untuk Muhammad dan sebagainya.
Punya Proyek Penelitian sendiri
Alhamdulillah, di tahun ini bisa melaksanakan 3 jenis penelitian. 1 diantaranya adalah hasil pemikiran sendiri dan bisa menginspirasi orang lain buat dijadikan Tugas Akhir, yaitu penelitian tentang Cat :D
Mentraktir KOMAR
Kayaknya kalau 1 hal ini gak usah ditanyakan lagi, hasilnya adalah sukses :D
Berat Badan Turun
Sebenernya untuk ini pernah terjadi, ketika sakit melanda. Haaaaa, dan untuk tahun ini masih gagal. Mari lanjutkan di Tahun depan!!!
Posting 22 Tulisan di Blog
Waduh, untuk di blogger alhasil ini masih kurang dari target. Karena terlalu asik dengan Tumblr. Next time... jadi 23 tulisan berbeda di Blog !!!
Oh iya, angka ini dipilih berdasarkan umur yang nantinya akan dicapai. Insya Allah :D
Berlibur bersama Keluarga
Dalam setahun ini, masih sekali bersama keluarga bisa menikmati liburan bersama FULL TIM!!!. Meskipun hanya berlibur di Pantai Jangkar (pelabuhan jangkar, red) dan hanya dalam beberapa jam.
Prestasi Kerja Organisasi
Prestasi sempat diberikan oleh pak pres (si Fikri) atas kemampuan menulisku. Namun, prestasi terbesar di organisasi kemahasiswaan ialah LPJ akhir kepengurusan diterima oleh Dewa Presidium. Bagiku, prestasi terbesar adalah bisa memiliki anak-anak (staf, red) yang UTUH dari awal hingga akhir kepengurusan dan bahkan hingga detik ini. 
Donor Darah sebanyak 4 kali
Alhasil, masih 2 kali dalam setahun ini
Hatam Quran sebanyak 3 kali
Alhamdulillah.. bisa dijalankan :D
Toefl Score 500
Masih dalam banyangan...
Naik Pesawat Terbang
Alhamdulillah dalam setahun ini, bisa naik pesawat 2 kali dari surabaya-jakarta (PP) heee
Punya Kamera DSLR
Still waiting...
Qurban Kambing
Alhamdulillah... heee
Buat Paper tingkat Nasional
Alhasil.. belum terlaksana heee
Pendakian Gunung Krakatau
Masih belum bisa dilaksanakan, Insya Allah tahun depan :D
Promosi Wisata Situbondo
Alhamdulillah, sudah terlaksana dengan mengajak tim untuk dibawa ke Taman Nasional Baluran.

Itulah ke-22 resolusi 2012 yang kupunya dan beberapa sudah bisa dilaksanakan dan dicapai. Next.. di tahun 2013, akan terlahir 23 resolusi...

"Manusia yang merencanakan, Tuhan-lah yang menentukan"
Yang terpenting adalah... apapun yang terjadi pada diri kita, mintalah pertolongan pada Allah, karena Ia-lah Maha Pencipta SEGALANYA

Don't despair and never lose hope.. If you have a dream, if you want to change your life, the only way to do it to START! Start today! Start now while you can! Who knows what will happen tomorrow!

Ps. 
*Gambar diperoleh dari aplikasi fb.. yang bisa dilihat di SINI

Wednesday, December 19, 2012

Trip to Africa van Java

Masih berada di tengah-tengah kesibukan praktikum, final project, laporan KP, proposal TA, laporan TA dan kawan-kawannya yang menghantui pikiran, alhasil diputuskan untuk me-refresh dan meng-upgrade pikiran. Dengan berbekal tas secukupnya, tanggal 7 Desember 2012 tepat pukul 20.30 WIB, start perjalanan dari Keputih Gang Makam E29. 
Jalan-jalan ini bertujuan ke Taman Nasional Baluran, yang telah dikenal dengan sebutan Africa van Java. Kenapa demikian??? ikuti saja terus ceritanya ya.. semoga tidak bosen :D
Kawasan TN Baluran ini terletak di desa Banyuputih, Kabupaten Situbondo, sekitar 28 Km dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Anggota tim kali ini adalah Ganda, Faia, Riska, Nursinggih, Herdian, Hak, Ola, Erna, Sustia, Nibras, Devi, Ewing, Fauzi, Fendi dan tentu saja Aku juga termasuk di dalamnya. 
Rencana perjalanan awal kami, seperti yang telah disusun oleh saya dan si pemilik ijenminertour (sponsor utama acara ini, Ganda) adalah menuju desa Asembagus, Situbondo terlebih dahulu untuk menginap dirumahku. Target tempat wisata yang dikunjungi adalah Padang Savana, Menara, Sumur Tua, Lubang Buaya terakhir adalah Pantai Bama.
Perjalanan ini kami lakukan dengan mengendarai 2 buah mobil. Rute perjalanan cukup singkat dan mudah dilewati( Surabaya-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo ). Dari ke-15 orang ini, hanya 2 orang yang bisa nyetir, alhasil dari keberangkatan hingga sampai tujuan, supir tetap setia menemani yaitu si Ola dan Herdian. Di perjalanan, kami dikagetkan dengan Panorama dari PLTU Paiton (sakjane uduk panorama, tapi hiasan lampu Paiton di malah hari, heee) yang terlihat sangat indah dengan lampu-lampunya di malam hari.
Sampai di rumahku (kalau gak selah sekitar jam 3.30 WIB), kamipun beristirahat. Di pagi harinya kami barulah menuju TN Baluran. Akses menuju TN Baluran ini cukup mudah, hanya mengikuti jalan lurus dari Situbondo-Banyuwangi. Di perjalanan, banyak sekali ditemui Monyet dkk di  pinggir jalan. Tak luput pula, karena termasuk jalur pantura, banyak sekali truk-truk yang melewati jalur ini.
Sesampainya di TN Baluran, yaitu di desa Batangan, Kec.Banyuputih, kami melapor terlebih dahulu kepada petugas dan membeli tiket terlebih dahulu. Saya masih teringat kata-kata dari salah satu teman saya (tapi lupa sapa yang ngomong), "Murah banget ya tiketnya di TN Baluran, tak pikir kayak Taman Safari yang hampir puluhan ribu". Sebagai orang pribumi asli situbondo, antara senang dan tidak bisa diomongin seperti itu. Namun, karena kondisinya sekarang adalah Mahasiswa, jadinya beruntung sekali dapat liburan murah meriah seperti ini ^_^. Oh iya lupa, tiket masuk ke TN Baluran (khusu Pelajar/Mahasiswa) cukup membayar Rp.1250/orang dan tiket parkir mobil Rp.6000/mobil. Sayang sekali, perjalanan kali ini tidak ada agenda foto di depan pintu masuk/gerbang TN Baluran, alhasil ini gambar gak ada orangnya.
Pintu Masuk TN Baluran
Mobil berjalan pelan-pelan serambi menikmati pemandangan alam di kanan kiri. Di awal perjalanan kami disuguhi biawak yang melintas jalan, rusa dan anaknya yang sedang makan. Kondisi jalan yang rusak (bisa dibilang bukan aspal, karena jalan tidak rata dan berbatu meskipun terkadang ada sedikit jalan aspal) tidak menyurutkan kegembiraan kami melihat hewan-hewan di sekitar. Burung-burung terlihat melintas dari satu pohon ke satu pohon lain, plus ditambahi dengan keindahan sayap kupu-kupu yang mengiringi perjalanan kami (dimana saat ini kupu-kupu sudah jarang terlihat di kota, apalagi di Surabaya). 
Kami melewati jalan yang bernama Evergreen , suatu daerah di Baluran yang selalu hijau. Dan tak lama dari tempat itu, sampailah kami di Bekol (katanya sih, pusat pariwisata di Baluran, karena di Bekol ini kita bisa menentukan wisata mana yang akan kita pilih) sekita 12 km dari pintu masuk. Nih, ada rutenya...
Peta Ekowisata Taman Nasional Baluran
Bekol juga terkadang disebut sebagai Pojok Savana, alhasil di Bekol ini kami mengambil banyak sekali gambar, entah itu gambar narsis atau gambar yang lain. Dari sini kita bisa berjalan kaki ke menara pengawas. Dari menara kita bisa melihat hamparan luas savana di sebelah timur, lautan biru dan Gunung baluran. Sebenarnya di menara ini, kita bisa melakukan kegiatan Bird Watching dan satwa-satwa lain seperti banteng ataupun rusa. Akan tetapi karena perlatan yang kami bawa hanya sebatas kamera poket, maka hanya foto pemandangan alamnya saja yang jadi buktinya. Ketika di menara, kita juga disambut dengan sekumpulan monyet-monyet dan kicauan para burung. Dan untungnya juga, kami melihat sosok Burung Elang sedang memainkan aksinya.
Puas berfoto-foto di menara, kami turun ke pos Bekol. FYI, di pos bekol ini disediakan penginapan bagi yang ingin bermalam. Tempatnya bersih dan rapi plus MURAH (sekitar Rp.150.000 / hari), hanya saja di sini listrik sangat terbatas karena hanya bergantung pada PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Suraya) dan Generator Diesel untuk digunakan pada malam hari. Selain dai Bekol ini, penginapan juga bisa didapatkan di Pantai Bama.
Pantai Bama berjarak 3 km dari pos bekol. Jalanan dari Bekol lumayan bagus timbang jalanan dari pos Batangan (pintu masuk) ke pos bekol. Kira-kira dalam ratusan meter dari pos Bekol, kami sampai di savana Bekol (sayangnya karena masih di musim panas, savana terlihat gersang). Untuk kali ini, kami menikmati pemandangan savana dari dalam mobil dikarenakn cuaca yang begitu amat sangat panas (tepat jam 12 siang). Sebenernya di savana ini juga terdapat menara pengawas lagi, yang dinamakan tower Tengah. Dari sana, menurut informasi, kita bisa melihat berbagai satwa yang ada dengan lebih jelas, seperti banteng dan rusa serta aneka macam burung. Akan tetapi karena alasan cuaca yang amat sangat panas itu (maklumlah, dari 15 orang, 8 orang diantaranya adalah cewek, takut hitam. hahaha), kami tidak sempat mampir. Perjalanan dilanjutkan ke pantai Bama.
Di perjalanan menuju Bama ini, banyak sekali monyet yang berkeliaran. Jendela mobil yang awalnya terbuka untuk menikmati udara segar Baluran, segera kami tutup karena takut ada serangan monyet secara tiba-tiba. ahhaha. Soalnya dari semua sumber yang ada dan berdasrakan pengalaman pribadi, Monyet disini lebih buas dari Buaya darat. hahaha
Akhirnya sampailah kami di pantai Bama. Sepi, tapi indah dan bersih. Di pantai bama ini banyak sekali yang bisa kita lakukan selain menikmati keindahan pantainya. Disana kita bisa snorkeling, naik perahu yang dilengkapi dengan bottom glass untuk menikmati keindahan terumbu karand dan ikan disekitarnya, berenang, outbond, main voli pantai, tracking dan berkano, untuk Diving (katanya) akan ada tahun depan.
Patut diketahui, di pantai Bama ini hati-hati ketika akan membawa barang, terutama makanan di sekitar pantai. Secara tiba-tiba serangan dari sekumpulan monyet bisa membuat jantung deg-degan. hahahaa. Kalau ini bukan parno lagi, namun kenyataan yang tak bisa dihindari. Ada sedikit cerita unik di sekitar pantai Bama. 
Biasanya, monyet atau hewan pasti diliatin sama manusia kalau mereka lagi makan. Nah ini, malah monyet yang melihat manusia makan. Dan parahnya lagi, para manusia-manusia ini makannya di tengah pantai. Nih buktinya...
Alkisah, ada 2 orang cowok sedang membawa keranjang makanan. Dalam perjalan dari mobil menuju TKP, salah seorang cowok, sebut saja namanya Ganda (tanpa rekayasa, ini nama asli, loh.. hhaaa), sudah memiliki firasat bahwa dia diikuti oleh beberapa ekor monyet. Padahl sebelumnya, menurut AKL (analisa kondisi lingkungan) yang telah kami pelajari di LKMM Pra-TD.. hussshh.. opo maneh iki... tempat ini merupakan tempat yang paling aman dari serangan monyet, karena amat sangat sepi dan daerahnya berbatu. Namun apa dikata, ternyata penciuman dari monyet lebih tajam timbang analisa kami. hahahaa, alhasil praktek AKL gagal diterapkan disini. Lanjut ke kisahnya...
Dengan keadaan yang cukup santai, menganggap suatu firasat hanyalah sebuah firasat yang tak pernah terjadi, alhasil cowok itu, ganda dan sebut saja cowok satunya lagi adalah Hak, berhasil membawa keranjang makanan ke TKP. Belum sampai puluhan menit keranjang menginjakkan diri di lahan pantai.. tiba-tiba muncul serangan dari depan, yaitu seekor monyet. Buruknya lagi, monyet tersebut berhasil merebut sebuah telur setelah mengacak-acak keranjang dan melawan Ganda. Sekiranya kalau di tempat itu ada acara penghargaan, mungkin dari kami berlima belas, hanya si Ganda yang berhasil mendapatkannya. Hahaaaaa
Dan terjadilah sesuatu yang ekstrim. Menurut salah satu anggota, lupa sapa yang memberikan ide, alhasil diputuskan untuk makan siang di tengah pantai, yaitu di bebatuan seperti foto diatas itu tuh. Berdasarkan pengalaman nonton acara Kera Sakti, dia takut terhadap air, akhirnya diaplikasikanlah materi itu di tempat ini dan ternyata Berhasil !!!!! Ternyata, baru sadar kalau kali ini menonton TV juga ada gunanya.. ahhahaa
Kembali ke paket wisata....
Patut diketahui pula, di sebelah timur pantai Bama ini juga terdapat hutan mangrove. Selain berfungsi sebagaimana mestinya, tempat ini juga biasanya difungsikan sebagai tempat memancing yang paling aman di tempat ini. Karena tidak ada seekor pun monyet bergelanjungan dan jalan-jalan di tempat ini. Perbedaan antara mangrove disini dan di Surabaya terlihat amat sangat jelas (sedikit saja sih, bandingin sama disini.. heee). Di sini banyak sekali kupu-kupu yang terbang mengikuti perjalanan kami, sekumpulan ikan berenang bersama, nyanyian burung yang begitu kencang, dedaunan yang hijau plus kita juga bisa turun menikmati air laut bersama sekumpulan ikan.
Setelah usai menikmati pantai bama dan mangrove serta berjuang melawan si Kera dan sekumpulannya, akhirnya perjalanan kami akhiri disini. Tepat ketika sunsite hampir muncul kami langsung meluncur menuju Savana. 
Sampainya di Savana, kami langsung turun menikmati hiasan padang rumput di kanan-kiri (meskipun dalam kondisi kering) plus tak lupa juga acara foto-foto dengan si Canon. Latar belakang Gunung Baluran terlihat sangat indah dengan hamparan savana di bawahnya. Sayang sekali saat itu puncaknya tertutup awan. Tapi kami cukup menikmati foto tersebut dengan riang gembira, hahaha. Sayangnya yang mengabadikan foto disini hanya kami, angkatan 2009 (aku, ewing, ola, fendi, fauzi, devi, sustia dan nibras). Ini dia fotonya...

Momen sore hari ini memang merupakan momen yang paling tepat dan tak bisa dilupakan oleh kami. Disini kami melihat pemandangan dari Burung Merak di tengah hamparan savana yang cukup luas, plus sekumpulan Rusa. Dikarenakan resolusi lensa kamera yang kurang memenuhi kriteria pengambilan gambar.. alhasil gambar yang didapat hanyalan seperti ini (meraknya ada di tengah tuh.. heee *semoga keliatan*).
Kami pulang setelah menikmati momen-momen itu. Meninggalkan sejuta pemandangan indah Pantai Bama, Mangrove, Savana, Bekol, Menara Pengawas dan kawan-kawannya. Suatu saat, TN Baluran ini harus dikunjungi lagi. Menjelajahi tempat-tempat yang belum sempat kami datangi dalam kurun waktu sehari yang singkat itu. Mendaki gunung baluran, menyusuri tepian pantai, mengamati burung dan satwa lain dengan seksama dan saat itu yang belum menampakkan dirinya adalah si Banteng. Masih banyak satwa-satwa yang belum saya lihat di Baluran. Banteng Jawa (yang katanya satu-satunya yang masih ada di pulau Jawa ini), Banteng Air dan Macan Tutul, semoga suatu saat nanti bisa diberi kesempatan untuk menikmati Baluran ini lagi.
*Back to topic.. Sudah dapat khan kenapa Taman Nasional Baluran dinamakan Africa van java... kalau yang belum kayaknya lebih tepat kalau main-main kesini.. Tidak mahal kok, total biaya dari Surabaya ke TN Baluran hingga balik ke Surabaya lagi ini, cukup merogok kocek sebesar Rp.100.000 dijamin PUAS !!! hahaaa
Perjalanan pulang ini diganggu oleh rasa kantuk yang menyerang seluruh anggota tim, termasuk saya dan si pengemudi. Untunglah rasa kantuk bisa tertahan hingga sampai di Rumah saya dengan selamat. Alhamdulillah.
Rasa lapar mulai melanda dicampur dengan rasa kantuk plus bumbu kebahagiaan yang terpancar dari wajah anggota tim. Dan direncakan di malam hari, kami menikmati kuliner di desa saya, Asembagus, yaitu makan Nasi Sodu.
Keesokan paginya kami kembali ke Surabaya. Selain menikmati baluran, di luar dugaan kami berhenti untuk menikmati pantai Pasir Putih Situbondo sambil menikmati pantai, terumbu karang, kapal dan makan siang di pinggir pantai. Sesampainya di Surabaya, kami langsung pulang menuju kosan masing-masing dan siap menyambut hari Senin yang cerah (karna minggu malam kami sampai di Surabaya).

SELESAI

Keindahan alam merupakan salah satu karunia tuhan untuk manusia yang sangat patut untuk disyukuri keberadaannya.
Inilah INDONESIA-ku.... Tanah dengan Sejuta Keunikan dan Keindahan Alamnya...

Ps :
*) Foto-fotonya bisa dilihat di album INI INI dan INI


More info:
Informasi lengkap tentang Taman Nasional Baluran, tentang sejarah, letak, akses, keadaan cuaca, dan lain sebagainya bisa dilihat disini http://balurannationalpark.web.id











Monday, March 05, 2012

Hambatan


 
Kehidupan ini adalah sebuah misteri
Pagi-siang-malam, pagi-siang-malam, pagi-siang-malam, tidak bisa memang dituliskan hingga sebanyak 365 kali yang sesuai dengan hari-hari yang dilewati selama setahun. Berbagai jenis plan telah tertulis di agenda, mulai dari membuka mata hingga menutup mata sejenak untuk mengakhiri hari ini.

Manusia hanya merencanakan, namun Ia yang menentukan. Itulah Takdir!!!
Takdir masih bisa kita ubah dengan sebuah usaha, atau dalam bahasa tekniknya, usaha/kerja merupakan gaya yang kita lakukan sebesar jarak tertentu. Dalam hal ini, gaya bisa diungkapkan sebagai niat. Dorongan yang timbul dari sebuah niat sangatlah berpengaruh kepada perpindahan (gerak) yang akan kita lakukan dan seberapa jauh langkah kaki kita ini berpindah.
Disetiap usaha yang kita lakukan, hambatan pun ikut serta mengirinya agar kita menjadi semakin pelan, pelan, dan terus pelan hingga tidak terjadi perpindahan. Inilah pelengkap kehidupan. Tak dapat dipungkiri, untuk menempuh sebuah perjalanan tentu pasti ada yang namanya hambatan. Semu atau tidak, itulah wujudnya. Keras atau lunak, itulah sifatnya. Wujud dan sifatnya hanya bisa diubah, kita tidak bisa kita menghapusnya. Kuatnya sebuah hambatan, membuat bekas pada diri kita. Terkadang terlintas yang namanya pembunuhan pada diri sendiri, karena terjunnya grafik perpindahan kita. Hambatan sebenarnya adalah sebuah ketakutan tersendiri yang ada dalam diri.
Terkadang, sebuah perencanaan dalam perjalanan diperlukan adanya sebuah belokan untuk menghindari hambatan.
Kekuatan atas gaya kita dalam menghasilkan kerja diujilah!!! 
Hati... itulah jawabannya. Katakanlah pada hati kita apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita ambil dan apa yang bisa kita peroleh sebelum diolahnya menuju saraf otak kita.

Jangan bersedih atas apa yang telah kau lihat
dengan seluruh kebohongan dan penghianatan hidup yang kejam
tapi jangan khawatir, di dalam hatimu terletak sebuah kunci untuk membuka seluruh rahasia kehidupan yang kita lihat

ketika kamu merasa kehilangan semuanya
ketika kamu tidak tahu siapa temanmu atau musuhmu
kamu heran kenapa kamu sendiri
jangan bersedih dengan apa yang kamu lihat
kehidupan sesungguhnya adalah sebuah penderitaan
tapi satu hal yang selalu bekerja untukku
kegelisahan berakhir ketika keyakinan tumbuh

#Lirik Sami Yusuf : Worry End (Versi Terjemahan Indonesia)




Sunday, January 22, 2012

Malang, Liburan Kedua.

Setelah berhasil menikmati sedikit liburan di IBF beberapa hari yang lalu, inilah liburan kedua yang kunikmati. UPGRADING Pengurus BEM FTI-ITS 2011/2012. Kegiatan senang-senang bersama keluarga tercinta di daerah Malang. Perjalanan dimulai tepat hari Rabu pagi waktu Indonesia (maklumlah gak ada kata on time, selalu saja molor, hahaa). Dengan menaiki 2 buah bis, yang lucu-lucu dan gak kalah juga sama bis-bis yang lagi tenar saat ini, akhirnya perjalanan pun dimulai dengan mengucap do'a terlebih dahulu.
Di perjalanan, seperti biasa, pekerjaan yang selalu kukerjakan yaitu setel lagunya kang abim (Sami Yusuf). Sembari membaca buku yang tak kunjung tuntas, Man Shabara Zafira karya mahasiswa ITS, lagu-lagunya kang abim pas banget. Serasa tak mau dikalahkan, didalam bis juga disetel musik OM SERA. Yah, bisa dibilang antara suka dan tidak suka. Sukanya karena begini-begini saya juga cinta musik Indonesia, Dangdut is never dies, hahaha. Tidak sukanya karena konsentrasi membaca buku saya yang terganggu, serasa mempelajari mata kuliah 4 SKS (^_^). 
2 jam pun tak terasa karena guyonan teman-teman di dalam bus, akhirnya sampailah ke tempat tujuan wisata yang pertama. Kebun Raya Purwodadi, tempat wisata di daerah Pasuruan. Hanya dengan Rp.4500, kita bisa memasuki kebun. Banyak sekali pohon-pohon besar yang tumbuh disini, tanah lapang, bunga kamboja dan bahkan menurut ibu-ibu yang berjualan didalamnya, ada air terjun juga. Kurang lebih ada sekitar 10.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Luasnya mencapai 85 hektar, cukup luas memang untuk mengelilinginya dengan berjalan kaki. Untuk mengelilingi kebun tersebut, disediakan kereta kelinci, entah berapa harganya untuk naek kereta itu, yang jelas saya gagal untuk naik kereta. Selain itu pula, juga ada mobil patroli polisi yang mengelilingi kebun ini. Jika kamu bernasib baek, yah, mobil polisi siap mengajak kamu untuk jalan-jalan tapi dengan menaiki mobil polisi itu. Alhasil karena nasib sedang buruk, saya beserta 5 anak-anak saya dan 1 kabiro saya (aka Kominfo Army), berhasil mengelilingi kebun dengan jalan kaki dari start hingga start lagi (senang banget rasanya, olahraga jalan sehat, hahaa) dengan sedikit sambutan oleh para nyamuk-nyamuk yang berkeliaran ketika kami berada di daerah kebun bagian selatan. Bukan namanya Mahasiswa ITS, kalo gak ada yang namanya sedikit "ndeso", alhasil inilah hasil jeprat-jepret kami.
Foto dibawah Akar Pohon

Kominfo Army ambil Pose

Foto Tanpa Kabiro dan dengan Nyamuk
Itulah sedikit dokumentasi, kami, keluarga Kominfo Army di Kebun Raya. Meskipun hanya ber-delapan, setidaknya ada sebuah cerita yang kami sampaikan kepada keluarga kami yang tidak bisa ikut. 
Setelah bercapek-capek ria, berkeliling kebun raya, perjalanan pun dilanjutkan ke Villa Bagus, Batu, Malang. Inilah kegiatan puncak Upgrading, yaitu presentasi LPJ (laporan pertanggung jawaban) tengah tahun periode dari staf BEM FTI-ITS ke seluruh pengurus BEM FTI-ITS.
Mengenai fasilitas villa yang tidak boleh dibiarkan secara percuma, ping pong, kolam, dan billiard pun segera diotak-atik oleh para mahasiswa-mahasiswa ini. Ada pula tersedia heater, kompor dan bahkan bakar-bakar jagung, untung saja tidak ada acara bakar-bakar villa (#justkid). Di villa inilah, sejarah pertama kali saya bermain billiard. Mau gimana lagi coba, gak mungkin mainan kayak gini di rumah, bisa-bisa dihajar sama orang tua. Sedikit susah memang, karena lebih sering menikmati mainan ini di game HP dan PC. Tidak perlu dibingungkan, memang pada kenyataannya praktek agak sedikit susah dibandingkan teori belaka. Ternyata tak hanya aku yang "ndeso" dengan mainan seperti ini, ternyata kabinet cowok lainnya juga sedikit "ndeso", hanya sofyan dan yanuar yang bisa menaklukkan permainan ini (kayaknya mereka memang lebih berpengalaman). Tak mau kalah, semangat untuk belajar terus saja berkobar, entah bola sampe melambung tinggi keluar lintasan ataupun hanya bergerak beberapa cm saja, hingga titik darah penghabisan pun akan diusahan (kalo ini emank lebay sih). Dan bahkan sampai-sampai sedikit berlebihan menggunakan tongkat hampir kayak memukul bola kasti (kalo ini rada aneh memang, tapi itulah faktanya, hahaa). Usaha keras untuk berlatih tidak sia-sia, meskipun tergolong CUPU, bola pun bisa dimasukkan ke lubangnya (Alhamdulillah, "sesuatu", kayak habis menang lotre :D). 
Acara terkahirnya dari kegiatan ini adalah kegiatan Kunjungan. BEM Teknik Universitas Brawijaya menjadi salah satu tempat tujuan kami. Banyak sekali perbedaan antara ormawa kami dan mereka. Sedikit bingung untuk mencernanya, tapi Alhamdulillah sedikit demi sedikit telah mencapai garis lurus dari kegian ini. Yang saya kejutkan adalah pelayanan yang mereka berikan. Tak pikir, pelayanan ketika ada kunjungan, pelayanan kami adalah yang terbaik. Namun ternyata, ada yang lebih baik. Sebagai pembelajaran sajalah untuk hal ini kedepannya. Semoga dana untuk kunjungan tetap lancar ketika sang bendahara BEM tahu sendiri faktanya jika kita berkunjung (heeee).
Selam kurang lebih 2 hari 1 malam, perjalanan diakhiri dengan berbelanja di Bakpao Telo. Cukup dengan memborong semua makanan yang berbau "TAHU", cukup sudah mengakhiri perjalanan liburan saya yang kedua ini. Yah, alhasil itulah acara liburan yang telah kulaksanakan, produktif dan efektif. 

Sunday, January 15, 2012

IBF 2012 : Liburan di Minggu Pertama


Liburan telah tiba. Banyak sekali yang merayakan liburan ke puncak, touring, travelling, backpackeran, ke pantai, ke danau dan lain sebagainya. Berbeda dengan liburan kali ini, kota Surabaya tetaplah menjadi sasaran untuk berlibur meskipun tugas-tugas menanti. Tak mau kalah dengan liburan yang lainnya, liburan pertama saya nikmati dengan acara mengunjungi pameran.
Islamic Book Fair (IBF) 2012 lah tempat pameran yang kukunjungi. Sebenarnya masih ada pameran-pameran universitas internasional, ada yang dari Australia, Eropa, Amerika dan Jepang, namun apalah daya melihat kata-kata "Banjiiiirrr buku murah" di IBF, hati ini langsung berbelok menuju Jatim Expo.
Pameran kali ini berbeda dengan pameran yang biasanya. Berdasarkan pengalaman, hal yang paling senang diburu ketika adanya pameran adalah brosur. Hal itu saya sampingkan di IBF ini, karna brosur yang dibagikan adalah brosur Umroh dan Haji dan saya masih belum siap untuk menerima brosur itu. Bersama dengan teman seperjuangan saya, Hanif, perjalanan ini dilakukan.
Pertama kali memasuki Jatim Expo, suasanya langsung berbeda. Bukan karena AC yang membuat adem, namun sambutannya. Terdengar bacaan surat-surat pendek dari anak-anak di panggung disertai dengan bacaan shalawat nabi. Selain itu pula di sekitar pameran ada juga yang memainkan kumpulan-kumpulan lagu favorit saya yaitu dari Maher Zain dan Sami Yusuf. Tak lupa juga lantunan ayat-ayat suci Al-Quran pun terdengar dari sound dan terpampang di layar LCD.
Selain ada bazaar buku murah, tilawah dari Ust.Suyuf Mansyur dan Wakil Gubernur Jatim Pakde Syaifullah Suyuf, juga ada beberapa pameran tentang seputar Haji dan Umroh, pakaian muslim dan muslimah (terutama kerudung-kerudung), souvenir haji dan tak lupa juga ada tempat kuliner khas Arab, mulai dari kebab turki, nasi kebuli dan berbagai jenis makanan lainnya. Alhasil, hanya usapan dada melihat hal itu semua karena apa daya isi dompet sangat tipis.

Serambi selatan pun telah dikelilingi dengan hanya menyisakan isap jempol karena perut sudah mulai bergema-gema mencium aroma makanannya. Berpindah ke serambi selatan, alhasil mata ini menjadi kebingungan. Di kanan kiri diperlihatkan harga-harga buku yang sangat gila dan diskon yang juga amat sangat gila. Mulai dari Rp5000, Rp15.000/2 buku, Rp.20000, Rp30000, dan bahkan ada yang diskon 75%. Secepatnya tangan dan mata ini langsung menyabet buku-buku yang ada. Ternyata belanja buku murah, sama halnya kalau para cewek-cewek berbelanja di mal. Selama kurang lebih 1,5 jam belum bisa memastikan seberapa banyak buku yang bisa dibeli dengan dompet tipis ini. Untung saja, acara hilal tidak sampai dilakukan, pemakaian rumus probabilitas pun juga tidak terpakai, hanya berbekal intuisi (nyoba-nyoba baca sinopsis buku dan membuka isi buku) alhasil, 5 buah buku (Membongkar Gurita geng Cikeas, Mengapa saya menjadi sangat sibuk dan lelah, A journey to Baitullah, Senja di Alexandria, dan Honjindouri) masuk kedalam list pembelian. 
Tak hanya dari buku-buku novel/fiksi/nonfiksi yang mengalami diskon besar-besaran, ada pula Al-Qur'an dan Hadist yang juga didiskonkan hingga 50%. Ada pula kunci inggris, alat untuk menghemat daya lampu, kurma, madu dsb. Umroh gratis pun juga menjadi incaran di pameran ini. Box ukuran 1.5 x 1 pun hampir terisi penuh. Dengan berbekal Rp.2500 untuk membeli koran akhirnya hati ini terlena dibuatnya. Ucapan bismillah akhirnya kupon saya masukkan ke dalam kotak dan hanya tinggal menunggu panggilan-Nya. Keikutsertaan dalam undian ini mengakhiri perjalanan saya di IBF kali ini. Inilah dokumentasi yang bisa saya bawa.
Ust.Yusuf Mansyur Memberikan Tausiah

Salah satu bazar buku murah
Kreatifitas Muslimah Surabaya

Salah satu mainan di pameran

Kaligrafi dari Serat










Friday, January 13, 2012

Marning oh Marning


Saat ini, sudah banyak sekali jenis-jenis makanan ringan, mulai dari rempeyek, rengginang, wafer, keripik, tales, singkong, pangsit, bakwan dan masih banyak lagi yang lainnya. Hingga detik ini, semua jenis makanan ringan tersebut telah berhasil melewati saluran pencernaanku. Dimana-mana pun semua jenis makanan ringan tersebut hadir di hadapan kita. Namun, yang tak bisa hilang dari pandangan dan catatan adalah Marning “Sari Bagus”. Marning ini hanya ada di daerah setelah Pantai Pasir Putih, yaitu Asembagus, Kabupaten Situbondo. 
MARNING, itulah yang katanya snack yang asli buatan turun temurun suku Madura. Meskipun Asembagus terletak di pulau Jawa, namun gak menuntut kemungkinan juga disini ada Marning yang cukup terkenal lah, sampai-sampai terbang ke Surabaya namanya. :D
Asal muasal Marning dan kenapa disebut marning, hal ini masih menjadi teka teki di pikiran saya. Namun, sepemahaman saya adalah Marning itu merupakan makanan kecil yang terbuat dari jagung yang melalui proses-proses tertentu (mulai dari perebusan, pengeringan, penggorengan dan pengemasan). Hal ini gak jauh beda sama kalo kita membuat bahan Keramik seperti Praktikum Rekayasa Bahan di kampus #heee. 
Marning Rasa Balado

Marning rasa Gurih

Marning plus Kacang Goreng
Banyak sekali jenis-jenis marning yang ada, mulai dari rasa gurih, manis, asin, pedas dan bahkan ada pula yang menambahkan kacang goreng sebagai penambah rasa di marning. Dokumentasi diatas merupakan contoh marning yang sering ikut terbang ke Surabaya. Harganya pun berbeda-beda untuk per gram-nya dari setiap rasa tersebut. Di rumahku saja,Marning “Sari Bagus” harga termurah yaitu Marning rasa Gurih, hanya Rp.7000 berbeda dengan rasa asin, manis, pedas.
Marning ini bisa diperoleh di warung-warung daerah Asembagus, dan saat ini Marning “Sari Bagus” telah melebarkan sayapnya!. Yah, mengapa tidak, setiap kembali ke tempat perantauan di Surabaya ini tak luput dari catatan oleh-oleh selainn tape, Marning ini telah dirasakan oleh seluruh teman-teman dari seluruh Indonesia, mulai dari Palembang sampai Papua. ^_^



Monday, January 09, 2012

Yours and mine

Yours and mine, mine and yours,( Our) love story is tough ,
It can't be recited in a two words
This is a new tale of a boy and a girl
It can't be recited in a few words

We got separated even though we are made for each other

when I fell in love with you, I got the world,
I had never thought that my shadow will get so far from me
God, why did you made me see such a dream,
If you had to break it in reality

We got separated even though we are made for each other
Yours and mine, mine and yours,( Our) love story is tough 
It can't be recited in a few words
Every moment of our talks is a stranger to everyone,
It can't be recited in a few words ‘

The entire day passes and it keeps me awake all the nights,
Your thought torments me every moment(day and night)
This tormenting asks for all
Distance that is between you and me (us) to be eradicated

You are in my every feeling; your story is in my every memory,
It can't be recited in a few words.

Yours and mine, mine and yours, love story is difficult,
can't be recited in few words

Monday, November 28, 2011

Sikap Dewasa = Pikiran Dewasa ???


20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya
Secara lahiriah, pastinya semua orang akan mengalami yang namanya keDEWASAan dalam hal umur. Namun, dalam kenyataannya adalah umru tidak bisa menentukan kedewasaan seseorang. Tidak bisa dibilang untuk menjadi orang Dewasa adalah Gampang. Menjadi seorang yang dewasa membutuhkan sebuah proses pendesaan yang matang. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa menjadi dewasa bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk hidup lebih baik dari sebelumya.

Banyak sekali info-info yang bisa didapatkan ketika kita mencari sebuah arti Dewasa. Cukup dengan mengetiknya dengan permainan jari-jari kita, maka semuanya akan terpampang di depan layar kaca PC atau laptop. Untuk memahami arti sesungguhnya dari Dewasa adalah kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki diri kita sendiri. Menjadi seseorang yang Dewasa tidaklah dibutuhkan nilai IP (indek prestasi) yang tinggi. "Sikap dan Moral", itulah yang menjadi nilai khusus Dewasa. Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Diantara pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya salah satunya adalah mampu memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan. 

#sedikit flashback memory#

Saat ini, banyak sekali forum-forum yang isinya membahas sebuah diskusi, baik itu diskusi politik, pendidikan, ekonomin, sosial dan sebagainya. Apalagi saat ini dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang membuat banyak sekali media informasi yang bisa digunakan. Media populer yang saat ini sedang membumi adalah sosial network, misalnya facebook. Dari media tersebut, memang banyak sekali orang-orang yang bersifat kritis. Faktnya, diskusi dan perdebatan memang adalah suatu hal yang penting bagi kita agar wawasan kita bisa bertambah. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah karena keasyikan berdiskusi, tujuan awal dari diskusi tersebut sedikit melenceng dan bahkan bisa terjerumus karena terlalu banyaknya lantunan kata yang tercurahkan. Ada hal yang lebih penting selain membuang waktu secara percuma dari diskusi yang tidak kunjung berada pada titik temu yang sama. Penambahan wawasan dan softskill memang sangat perlu, tapi apakah hal itu menjadi prioritas utama dalam sebuah diskusi??? Tentunya adalah Sikap Nyata yang dinanti-nanti.

Telah kita ketahui bahwa, pikiran merupakan gagasan dan proses mental.  Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Sikap merupakan pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa (wikipedia). Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap sendiri memiliki tiga komponen utama yaitu kesadaran, perasaan dan perilaku.

Terkadang kita terlalu menikmati suasana yang ada, tapi melupakan proses nyata dalam kehidupan. Hidup bukanlah hanya sebuah pikiran yang dimana kita bisa memasukkan sebuah atau bahkan beberapa gagasan. Selain itu, hidup juga bukan merupakan sebuah konsep ide dan tujuan, namun adalah "gerak". Gerak disini sendiri memilik arti proses bersikap yaitu menjalankan segala sesuatu yang telah berada dalam gagasan, imajinasi dan juga harapan dalam pemanaknaan pada kehidupan nyata. 

Banyak sekali fakta yang bisa dicontohkan yang berada di sekitar kita mengenai hal ini. Cukup banyak juga diantara mereka yang hanya berfikir (intelektual tanpa bersikap), atau dalam bahasa kerennya adalah NATO (Not Action Talk Only). Ego manusia sendiri kadang berfikir bahwa tujuan selalu mendapatkan emas dan sikap tidak mendapat pengharagaan apapun dan bahkan bisa dilupakan karena event pertukaran pikiran yang begitu indah. Tujuan memang adalah sebuah awal dari sebuah sikap, namun perlu digarisbawahi dan dipastikan yang dititik utamakan adalah Prosesnya. 

Friday, October 14, 2011

Sesama Muslim adalah Saudara (part 1)


#Sesama Muslim adalah saudara.  Meluruskan tingkah laku yang salah dan melanjutkan tingkah laku yang baik.#
Sebagai seorang Mahasiswa biasa, Ahmad selalu berjalan kaki menuju kampus teknik selama kurang lebih 20 menit. Di setiap perjalanannya, ada saja bayang-bayang yang selalui menghantui dirinya tentang kehidupan kampusnya. Kehidupan kampus yang dihuninya saat ini ternyata telah tercemar. Berbeda sekali dengan kehidupan sehari-harinya waktu SMA yang begitu erat dengan adat istiadat dan tingkah laku yang ada.
“Assalamualaikum Wr. Wb”, sapa anak tersebut. Lamunan Ahmad membawanya hingga tak sadarkan diri.
 “Woi, kesambet setan nanti!”, tambah anak itu dengan tangannya yang menepuk bahu Ahmad dengan keras.
“Astaghfirullah!”, sahut langsung Ahmad karena terkejut dengan kehadiran temannya itu.
“ealah, bar, ternyata kamu toh. Senang banget mengagetkan orang nih”. Tambah Ahmad.
“lah, wonk kamu disapa malah tidak ada respon. Gak baik juga kalo orang sering ngelamun itu. Kalo nanti kesambet, atau ketabrak gimana? Gak mau khan?”, tambah Akbar.
“Iya, iya, maaf. Oh ya, mana Alief?”, Tanya Ahmad.
“Yah, seperti biasalah, dia pasti telat bangun. Kemarin malem habis main dot A sih sampe malem sama anak-anak kos.”jawab Akbar.
“Anak itu gak ada berubahnya, kuliah bolos terus.”tambah Ahmad.
Setelah sedikit berbincang-bincang dengan Akbar, Ahmad kembali kepada lamunannya hingga sampai di gerbang kampus.
******
Ahmad mulai membaca ayat-ayat kecil dan bertasbih kepada-Nya karena ketidaktenangannya itu. Sejenak, lantunan tasbih tersebut berkumandang di mulutnya, tiba-tiba segerombolan mahasiswi datang dengan memakai pakaian standar kuliah mereka sendiri. Celana jeans dan pakaian ketat, sepatu, dan hanya membawa tas kecil yang cukup untuk dimasuki barang-barang kosmetik dan handphone mereka, tanpa ada sebuah buku mata kuliah. Tak lama setelah para mahasiswi tersebut masuk, muncul di belakangnya mahasiswa memakai celana robek-robek, pakaian kaos oblong dan memakai jaket. Inilah yang menjadi pikiranku tiap hari. Suasana kelas yang menjadi ramai setelah gerombolan itu datang dan kelas sering menjadi kurang kondusif.
******
Kelas pun usai, seperti biasa Alief datang tepat setelah kelas diakhiri yaitu saat pelaksanaan Shalat Dhuhur. Dengan menghiraukan suara Adzan, segerombolan mahasiswa-mahasiswi dan termasuk Alief yang datang terlambat langsung menuju kantin jurusan.
“Sudah tahu shalat kok… pas Lebaran… Haaaaa”, ungkap salah satu mahasiswa yang diajak oleh Ahmad untuk bergabung shalat berjamaah.
Alief, teman dekatnya sendiri, pun menolak ketika diajak pergi shalat berjamaah. Ahmad merasa bingung dan bersalah melihat kejadian seperti ini. Setiap hari, usahanya untuk mengajak melaksanakan shalat berjamaah ditolak. Dia, Akbar dan Ilham, teman kelasnya yang merupakan seorang mentor agama, memilih untuk melaksanakan shalat terlebih dahulu.
******
Seusai shalat, Ahmad dan Akbar langsung menuju taman kampus, tempat tongkrongan mereka sebelum memulai kuliah selanjutnya.
“ Aku bingung dengan semua yang terjadi di kampus kita ini dan kelakukan Alief yang semakin hari semakin susah dikontrol?”, tanya Ahmad kepada Akbar.
“Aku juga sempat berfikiran seperti itu. Alief yang dulunya adalah orang yang taat beragama, namun setelah setahun di kampus ini Ia menjadi berbeda dengan aktifitasnya yang dulu, sudah jarang shalat dan malah menolak ajakan kita juga untuk sholat. Selain itu, aku juga mendapatkan teguran dari orang tuanya. Katanya, dia sering membantah orang tuanya dan mengejek pemulung yang sering berada di rumahnya”, tambah Akbar
“Nah, terus kita bagaimana menyelesaikan masalah ini. Kita pasti gak mau khan kehilangan teman kita yang sejak kecil selalu bersama-sama. Dulu pernah kutegur namun dia malah bilang ke aku, jangan jadi orang sok alim dan katanya keimananku masih belum cukup untuk membimbingnya”, ungkap Ahmad dengan perasaan bingung.
“Kalau menurut buku yang kubaca kemaren di perpustakaan mengenai akhlak dan etika pergaulan secara islami, kita harus berperilaku sesuai dengan syariat agama yang dianjurkan dan disitu juga ada aturan-aturan yang dikeluarin dari Al-Quran dan Hadis. Tapi, kalau masalah seberapa besar kita tahu tingkat keimanan kita, aku belum pernah baca bukunya ”tambah Akbar sambil menyakinkan argumennya.
Ahmad menjadi berfikir sejenak dan merenungkan sedikit ucapan yang dikeluarkan oleh Akbar. Apakah aku sudah mengenal agamaku ini sepenuhnya?. Apakah pikiranku ini salah kalau berfikiran tentang sikap dan perilaku dari mahasiswa-mahasiswi di kampusku? Apa yang harus kulakukan?. Kembalilah dia kedalam lamunannya.
“Kalau kayak begini terus, kita coba cari aja lagi bukunya dan selain itu, kita tanya pada orang yang lebih berpengalaman dalam hal keimanan ini, gimana?”, tanya Akbar sambil menghentikan lamunan Ahmad.
“Betul juga apa yang kamu katakan. Gimana kalau kita tanya hal ini dulu ke Ilham dan kita lihat sarannya baru setelah itu kita berfikir langkah selanjutnya.”tambah Ahmad.
Akhirnya mereka sepakat dan berencana akan langsung menemui Ilham usai mereka kuliah.
******

Friday, August 12, 2011

Bunga Istimewa

Bunga adalah simbol kesegaran, keceriaan dan kebahagiaan. Bisa jadi ada makna yang lebih dalam dari penamaan Rasulullah atas putri tercintanya, Fatimah Az Zahra. Az Zahra sendiri berarti “bunga”. Tidaklah mengherankan jika Fatimah menjadi anak yang paling disayang dibanding saudara-saudara Fatimah lainnya. Hal itu terlihat dari ungkapan Rasulullah, “Siapa yang membuatnya sedih, berarti juga membuat aku sedih, 


dan barang siapa menyenangkannya, berarti menyenangkanku pula”.
“Bunga” Fatimah yang tumbuh dan berkembang dalam binaan langsung dari ayahanda Rasul yang baik, lemah lembut dan terpuji menjadikannya seorang gadis yang juga penuh kelembutan, berwibawa, mencintai kebaikan plus akhlak terpuji meneladani sang ayah. Maka tidaklah aneh, bunga yang dinisbatkan Rasul menjadi wanita penghulu surga itu menjadi primadona di kalangan para sahabat Rasulullah.
Tercatat, beberapa sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab pernah mencoba melamar Fatimah. Hanya saja, sayangnya dengan halus Rasulullah menolak lamaran para sahabat itu. Hingga akhirnya datanglah Ali bin Abi Thalib untuk meminang Fatimah. “Aku mendatangi Rasulullah untuk meminang putri beliau, yaitu Fatimah. Aku berkata: Demi Allah aku tidak memiliki apa-apa, namun aku ingat kebaikan Rasulullah, maka aku beranikan diri untuk meminangnya”. Akhirnya, Rasulullah pun menerima pinangan Ali 
meski hanya mempersembahkan baju besi al khuthaimah (yang juga merupakan pemberian Rasul).
Fatimah adalah bunga yang terpelihara, tidak tanggung-tanggung yang mendidik, membina, memeliharanya adalah manusia agung nan mulia Muhammad Rasul Allah, yang memiliki segala keterpujian. Bunga yang indah dengan segala keistimewaannya, harus dipelihara dan dijaga oleh orang yang istimewa dan memiliki berbagai kelebihan pula, dalam hal ini Ali bin Abi Thalib. Siapa yang meragukan kapasitas Abu Bakar dan Umar bin Khattab, yang keduanya kemudian berturut-turut menjadi khalifah meneruskan perjuangan kaum muslimin menggantikan Rasul. Lalu kenapa ayahanda sang bunga itu menolaknya?
Pertanyaan selanjutnya, kenapa Ali yang hanya bermodalkan baju besi (yang juga pemberian Rasul) menjadi pilihan Rasul untuk mendampingi Fatimah? Meski memang Rasulullah yang paling tahu alasan itu (termasuk juga alasan menolak pinangan dua sahabat yang juga istimewa), namun kita bisa melihat sisi kelebihan dari Ali bin Abi Thalib, pemuda pemberani ini. Ali adalah lelaki istimewa, masuk dalam assabiquunal awwaluun (golongan pertama yang masuk Islam) dengan usia termuda. Soal keberanian, jangan pernah menyangsikan lelaki satu ini. Perang badar yang diikuti oleh seluruh manusia pemberani didikan Rasul, terselip satu lelaki muda yang dengan gagahnya maju ke depan ketika seorang pemuka dan ahli perang kaum kafir menantang untuk berduel. Meski awalnya dilecehkan karena dianggap masih kecil, namun Ali dengan kehebatannya mampu mengalahkan musuh duelnya itu. Tidak sampai disitu, yang membuat Rasulullah tak bisa melupakannya adalah jasa besar dan keberanian Ali menggantikan Rasul tidur di pembaringannya saat Rasulullah ditemani Abu Bakar menyelinap ke luar saat hijrah. Padahal resikonya adalah mati terpenggal oleh balatentara kafir yang telah mengepungnya.
Tentu masih banyak dan tidak akan cukup satu halaman untuk mencatat kelebihan Ali yang menjadikannya begitu istimewa. Satu yang bisa kita tangkap secara jelas, bahwa wanita istimewa memang dipersiapkan untuk lelaki istimewa. Seperti halnya, “bunga” Fatimah yang hanya Ali bin Abi Thalib yang diizinkan Rasulullah untuk memetiknya. Oleh karenanya, jangan pernah berharap akan datangnya seseorang istimewa jika tak pernah menjadikan diri ini istimewa. Wallahu a’lam bishshowaab

*Tulisan ini dibuat oleh "sahabat pena" dari forum seberang