Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Monday, August 23, 2010

PERS Teknik Fisika ITS

PERS, kata-kata tersebut sering sekali kita dengar di kehidupan sehar-hari. Mulai dari lingkungan sekolah sampai di lingkungan masyarakat itu sendiri sering kita lihat PERS. Untuk di lingkungan perkuliahan, PERS sering kita sebut dengan Pers Mahasiswa. Dalam pencapaian tugasnya, PERS ditunjang oleh suatu media di dalam pemberian suatu informasi. Media itu sendiri bisa berupa elektronik maupun cetak.
Di setiap HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) terdapat suatu divisi yang berhubungan dengan pers, yaitu divisi pers. Di dalam pemenuhan tugasnya, pers HMJ bisa difungsikan sebagai wadah aktivitas akademik yang sedang dijalani oleh mahasiswa di jurusan tersebut. Selain itu, pers HMJ juga bisa difungsikan sebagai tempat penyampaian opini, sharing dengan dosen dan mahasiswa lainnya, serta sebagai sarana informasi tentang kehidupan atau berita tentang kejadian-kejadian yang sedang terjadi di kampus. Dari fungsinya tersebut, secara tidak langsung pula, pers dapat berfungsi sebagai sarana tempat untuk mengenal lingkungan kampus. Pers HMJ ini juga tidak diperuntukkan untuk mahasiswanya saja. Misalnya untuk alumni bahkan masyarakat luas, juga bisa mengetahui berita-berita tentang kampus. Mereka bisa juga ikut sharing atau memberi komentar. Hal ini bisa mereka peroleh melalui media internet atau weblog dari HMJ atau kampus tersebut.
Pers di setiap jurusan memiliki karakteristik yang bebeda-beda. Untuk di jurusan teknik fisika ITS, pers telah mengeluarkan suatu media cetak dan elektronik. Untuk media cetak, bisa dilihat adanya majalah dinding yang berada di sekitar lingkungan teknik fisika. Mulai dari berita tentang aktivitas akademika, organisasi, politik, dan keagamaan. Selain itu, juga terdapat majalah yang bernama, majalah Sensor. Sejak terbitan awal tahun 2007, sekarang telah berhasil menerbitkan majalah edisi ke-7 di awal tahun 2010 yang lalu. Di penerbitan yang ke-7 ini, majalah Sensor menampilkan variasi terbaru pada isinya. Konsep yang ditampilkan lebih menarik, edukatif, variatif, dan inovatif. Perlu diketahui, majalah ini hanyalah merupakan progress dari divisi pers HMTF (Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika). Hal ini bisa dicermati dengan tidak adanya ruangan kesekretariatan majalah Sensor ini. jadi, untuk bisa berhubungan langsung kita bisa menemui crew di secretariat HMTF.
Selain di media cetak tersbut, juga terdapat media elektronik, yaitu dengan adanya weblog dan website. Untuk di media ini, bisa dipergunakan secara luas. Dengan adanya web ini, anak SMA, alumni ataupun masyarakat luas bisa ikut menikmati berbagai informasi mengenai teknik fisika ITS. Salah satu contohnya adalah event tahunan teknik fisika yaitu Engineering Physic Week (EPW) 2010. Selain itu, juga bisa dipergunakan sebagai tempat sharing alumni, misalnya saja untuk merekrut salah satu mahasiswa sebagai partner kerja dan memberi informasi tentang dunia kerja.
Selain memberikan informasi dari media cetak, Pers HMTF juga melaksanakan suatu pelatihan bagi mahasiswa yang berminat tentang dunia jurnalistik. Beberapa minggu yang lalu, telah diadakan PELATJURDAS IV teknik fisika. Dengan peserta yang antusias membuat acara ini semakin menarik dan menyenangkan. Dengan adanya pelatihan ini juga, bisa digunakan untuk perekrutan crew baru pers HMTF. Dari antusiasme peserta PELATJURDAS ini, dapat dilihat bahwa pers HMTF telah berkembang dengan baik. Selain itu, juga bisa kita lihat dari penerbitan majalah dan weblog tadi.

ORBA

sayap mengembang
orok berjibum
engkong berguguran
hilang satu tumbuh seribu
anak-anak bangsa!!!
redup cahayamu
tatkala itu
orde baru masih bercokol
injak bangsa
sepak negara
itu semua, tiga puluh dua tahun yang silam
kini Indonesia sedang dilema
bantu kami ya.......... Rabb
tolong kami ya......... Rabb

BANGKITLAH

Hidup itu nyata ! hidup itu kesungguhan
Dan bukan kubur menjadi tujuan
Bukanlah kenikmatan, bukan pula ratap
Yang menjadi puncak tujuan

Tapi....

Bertindak hingga tiap esok hari
Kita dapati diri lebih maju dari sekarang
Jangan percayakan diri pada hari kemudian
Meski bagaimana meyenangkan

Sunday, August 22, 2010

Mc D team ( sebuah senyuman yang memiliki arti )

Berikanlah senyuman perpisan darimu wahai saudaraku...
KEMBON, suatu kata yang bisa dibilang aneh dan lucu kalo diinget-inget. Tanpa sengaja hal itu terucap dengan sepintas oleh seorang saudara seperjuangan pada saat "zaman-zaman jahiliyah". Dengan model rambut keriting dan mengembang serta kulit yang bisa dibilang lumayan hitam sih..... , akhirnya mereka menyamakanku dengan orang ambon. Tapi, tak apalah karna itu menurutku suatu penghargaan yang tinggi, karna tak ada lagi teman mereka yang bisa seperti aku ini.
Saat ini, sang pemberi nama pindah profesi sesuai dengan cita-citanya. Namec seorang yang bisa dibilang gaplek i (kadang-kadang loh mek), orang yang lucu+amit2.... serta anak yang bisa diajak curhat tentang masalah apapun dan sang penyelamat dari sebuah tugas yang lumayan susah untuk dipahami, karna dia anak yang rajin (GR). Selain itu, diantara para saudaraku ini, anak inilah yang paling gak bisa nolak kalo udah disuruhh pulkam, karna dia seneng banget ketemu emaknya. Kalo perlu dikaji lebih dalam lagi, wah... emank susah banget untuk ditulis. Tulisan bisa aja salah dalam mengetik dan kalo salah pasti bisa dihapus / diedit kembali. Yang jelas, dengan hadirnya namec, masalah jadi tenang dan jadi gila-gilaan. Namec ini merupaka orang yang pertama kali membuat nama MBON buatku ini. Nah, selanjutnya ada imbuhan KE- dalam kata KEMBON, yang diberikan oleh seorang saudara lagi yang bisa dibilang anaknya lumyan keras, cepet mengambil jalan permasalahan dengan adu fisik, gila banget ama yang namanya motor Ninja dan futsal, suka mancing, cukup dewasa juga, sukanya guyon gak penting (pake kata2 aneh, meski aku juga sering ikut2an) dan hal ini sering dia lakuin ama jenggot dan rapael, dan masih banyak lagi yang laennya. Namun, hal yang paling diinget yaitu daia paling takut sama Pak Mayor (babenya).
Dan, sekarang.....
merek berdua telah berhasil mencapai keinginannya. Namec di STAN dan Ganda di AKPOL.
Sekarang tinggal kurnia (orang yang lumayan cerewet, tapi baik hati, tempat TA yang paling handal dan seneng banget ngejek2 aq), tica ( yah.. hampir sama dengan kurnia lah...), trus ada juga Ola ( si kinclong dari moker.. yang senengnya suka bingung sendiri dan sangat mudah untuk ditipu, serta paling anti ama yang namanya pedes dan udang) dan cewek (aslinya namanya dimas).

Banyak sekali perjalanan yang sering dilakukan bersama-sama, mulai dari 'sedikit berbohong ke Pak Mayor', cankruk-an di Mc D, Travelling (ke pacet, nonton, dan jalan-jalan gak jelas, sama belanja untuk hal-hal penting), TA secara masal, bolos secara masal, dan masih banyak lagi yang laennya yang lebih gila lagi...

Saudaraku, jangan lupakan masa-masa lalu yang hanya kita lewati setahun lalu...
saat tertawa, iri satu sama lain, gila-gilaan, dan .................................................................................
........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
............................................................................................................................................



Biarkanlah, titik--titik itu ditulis setelah kita berkumpul kembali

SEMUT

Sebulan rasanya persiapan untuk melaksanakan suatu acara yang membutuhkan konsistensi dalam mengucapkan sebuah kata. Hanya satu kata yang diucapkan yaitu "REUNI". Sungguh kata yang begitu simple dan namun memiliki arti yang sangat dalam. Sekian lama berpisah karna tuntutan pencarian ilmu demi menuju kesuksesan dalam meniti hidup ini, ternyata tidak membuat perkataan satu sama lain menjadi kabur. Tidak banyak perubahan yang bisa dideskripsikan secara fiktif ketika semua telah berkumpul menjadi satu.
Konsep awal yang hanya berisi acara untuk berkumpul-kumpul mengenang masa kecil yang bisa dibilang cukup menyenangkan dan tak bisa dilupakan, berubah menjadi suatu acara yang juga bisa dibilang lebih gila dari konsep awal sebelumnya. Pameran, itulah ide gila yang keluar dari salah satu mulut seorang teman. Dak akhirnya semuanya setuju demiterciptanya generasi penerus yaitu generasi 8. Pameran yang berisi tentang pengenalan ilmu teknologi baru, pendidikan, seni dan budaya, ilmu seorang enggineer, seorang mnusisi handal, dan sebuah teknologi pengembangbiakan tanaman.
Istilah rapat yang sering dilaksanakan sebelumnya, merupakan tempat untuk mengenang masa lalu. Mulai dari salin tukaran gak jelas, otak-atik barang yang baru dilihat, pusing mikirin uang buat acara, dan saling curhat masalah urusan yang lumayan ruwet dengan yang namanya birokrasi, semua itu berjalan dengan baik.
Semuanya tambah terasa sangat erat saat dimulai persiapan stand yang telah direncakan. Dekor wilayah masing-masing, cek keperluan, dan latihan terus dijalankan. Malem hari saja, disempatkan untuk menginap di sebuah apartemen yang banyak dracula-nya. Darah terhisap lumayan banyak, kalo dihitung-hitung karna banyak sekali orang di apartemen itu. Namun, semua itu telah hilang saat terjadi beberapa kejadian yang menarik. Makan nasi 5 bungkus untuk 10 orang dengan porsi yang bisa dibilang cukup sedikit buat para anak yang kelaparan di musimm dingin. Laqu, bernyanyi menikmati dinginnya malam, dan tidur tanpa arah yang jelas posisinya ( ada yang ngorok, kentut, dsb). Semua kerja keras itu, terasa saat pelaksanaan banyak sekali respon dari peserta. Bertanya, praktik, melihat-lihat, foto-foto dilakukan oleh semua peserta yang menikmati acara ini.

nyanyian manusia

aku ada disini sejak awal
dan aku masih disini
dan aku akan tetap disini hingga datang kiamat
karena tak ada kata akhir bagi duka citaku yang getir
aku berkelana ke negeri pelangi yang terbatas
dan membumbung tinggi dalam dunia khayal
mengapung melewati cakrawala
tapi inilah aku tawanan ukuran

pikiranku penuh tapi hatiku kosong
tubuhku tua tapi hatiku masih bayi
mungkin dimasa muda hatiku akan tumbuh
tapi aku berdia agar menjadi tua
mencapai saat kembali pada Tuhan
saat itulah hatiku akan penuh

SAJADAH TAHMID

saat gema firman ilahi menyeringai dari sebuah graha Kudus
Saat suasana rintih air hujan menyerapkan dingin di peri-peri jiwa
Bersama itu pula ilusiku terbang menerawang, menjelmakan seonggok masalah

oh, Tuhan, penguasa rooh jiwa kami
Aku duduk bersimpuh hamparkan sajadah tahmid
aku yang merangkul selaksa bahkan serumpun dosa
menekur rasa syukur, kuasa lantunkan ayat-ayat Sang Rabbi

Kini, kubergelayut dipergelangan takdir-Mu
Aku mohon luruskan kelok tajam jiwaku
Sucikan kerongkongan dekil nuraniku
demi impikan ladang maghfirah-Mu
demi dambakan pintu Ridha dan Rahmat-Mu

alhamdulillah.... kusematkan dijiwaku yang terbelah
alhamdulillah...... kuhamparkan sajadah tahmid lantunkan Al-Jalah
alhamdulillah.... kubenamkan diriku di sumsum Asma Al-Jalah

Tuesday, June 22, 2010

sekdar menulis politik di daerah rumah

politik money dan politik 'bebek'. Banyak sekali hal yang saya lihat ketika pemilukada dilaksanakan di daerah saya ini. Berdasarkan survei yang saya peroleh dalam lingkup kecil, yaitu RT dan RW, bisa dilihat 70% masyarakat memilih politik money, 25% poltik 'bebek' dan 5% sesuai dengan nuraninya.
Pemilu kali ini, terasa aneh karena di beberapa TPS saksi salah satu kandidat tidak hadir dalam pemilihan. Entah kenapa, ketika ditanya karena tidak ada bayaran buat menjadi saksi. Ehm,sebenarnya saksi itu tanpa bayaran atau dibayar untuk menjadi saksi pemilu?jadi bingung. Tak hanya itu contoh yang menurut saya money politic. Masyarakat enggan untuk melakukan pemilihan atau menggunakan hak suaranya karena dengan alasan tidak ada uang. 'Seandainya dikasih uang,kaos ato apapun itu pasti akan pilih kandidat yang memberi uang tersebut,'ucap salah seorang masyarkat.
Tak hanya money politic yang diterapkan, di masyarakat juga ada istilah politik 'bebek' (ini istilah saya sendiri yang menamainya). Merekea cenderung mengikuti orang-orang yang menurut mereka adalah teladan di lingkungan masyarakat setempat. Cukup banyak juga yang menjadi pengikut politik ini. Mereka memilih kandidat sesuai dengan kandidat yang dipilih oleh panutan masyarakatnya.
dua politik diatas tersebut memang tidak sesuai dengan slogan pemilu yang jujur, adil, dan transparan. Entah mengapa hal itu bisa terjadi di lingkungan kita ini. Akankah karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan politik???ataukah memang tidak adanya rasa ingin tahu dari para masyarakt ini. Hanya 5% yang memilih sesuai dengan keyakinan meraka atas kandidatnya. Dan rata-rata 5% tersebut berasal dari orang yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang politik dan mereka lebih memandang ke masa ddepan tentang para kandidat-kandidat di pemilu.
Berharap agar ada sosialisasi yang konkrit agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Tanpa adanya politik uang dan bebek setidaknya masyarakat lebih bisa melaksanakan haknya untuk memilih tanpa ada paksaan.

Monday, June 21, 2010

Hanya sebuah tulisan tentang persiapan pemilu di daerahku

Pemilu merupakan salah satu bentuk demokrasi yang telah dianut oleh bangsa ini. bagaimana dengan proses pengaplikasiannya??akankah sejalan dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan pengamatan yang saya alami di lapangan, khususnya daerah yang saya naungi saat ini, bisa terlihat dengan jelas pemilu tidak bisa dikatakan sesuai dengan yang diharapkan. Atau mungkin permasalahan yang dialami di daerah saya kali ini juga dialami oleh daerha-daerah yang lain. Segelintir kisah sebelum pemilu kepala daerah (atau yang sering kita kenal dengan sebutan bupati) yang terjadi di daerah saya ialah logistik dari pemilu itu sendiri. Logistik yang saya kira masih bermasalah yaitu tentang DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan persyaratan untuk mengikuti pemilukada. Persyaratannya ialah membawa surat keterangan untuk memilih yang telah ditantangani oleh KPPS setempat. Surat ini dibuat sesuai dengan DPT. So pasti, jika surtatnya bermasalah pasti DPT juuga mengalami permasalahan. DPT (Daftar Pemilih Tetap) yaitu suatu cek list atau data tentang para pemilih yang telah sesuai dengan sensus penduduk. Wah, dilihat dari pengertiannya DPT emank amat penting. Nah, dari sini masih bisa dilihat jikalau DPT bermasalah pasti Sensusnya bermasalah. Namun, jika sensusnya bermasalah trus siapa yang bermasalah lagi.
Sensus yang bermasalah ini bisa dikatakan ada sistem yang salah ketika penyensusan dilaksanakan. Sensus ini bertujuan agar diketahui berapa jumlah masyarakat yang bisa dikatakan telah mampu untuk melaksanakan hak dan kewajiban. Salah satu bukti penting yaitu dengan adanya KTP (Kartu Tanda Penduduk). KTP yang berada saat ini bisa dikatakan tanpa arti, karena DPT yang tertulis tidak sesuai dengan kenyataannya. Bagi para warga baru (saya istilahkan bagi para mereka yang baru memperoleh KTP) KTP hanya digunakan sebagai tanda pengenal saja ketika mereka menjalani kehidupan di kota lain, seperti untuk menuntut ilmu di daerah perkuliahan. Secara logika, bisa ditelaah dengan adanya KTP yang telah mereka pegang tersebut secara langsung pasti telah terdata di kantor desa maupun kecamatan. Berdasarkkan pengalaman yang saya peroleh, proses pembuatan KTP itu tidak semudah yang dibayangkan. Harus menunggu kurang lebih 3 bulan. Proses awal pembuatannya yaitu pertama mengisi form, menyerahkan kepada ketua RT setempat, ketua Rt mengembalikan ke kantor desa, setelah itu ke kantor kecamatan, lalu sampai kepada kantor dinas sipil dan catatan kependudukan. Dari hal ini, susah untuk ditelaah mengapa bisa DPT masih belum sesuai dengan KTP yang telah beredar saat ini. Permsalahan belum bisa terlihat jelas. Dari dulu permasalahan logistik pemilu hanya terus beredar pada DPT. Kapa hal ini akan bisa terselesaikan???akankah trus akan berlanjut permaslahan seperti ini.

Monday, June 07, 2010

Bumi Cinta karya Kang Abik




Mendengar dari judulnya, tersirat suatu cerita yang begitu banyak arti. Di dalam buku ini menceritakan tentang peristiwa seorang santri salaf yang bernama Muhammad Ayyas, hidup di ner=geri paling menjunjung tinggi pergaulan bebas dan pornografi, yaitu Rusia. Iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonik-nonik muda Moskwa, yang kecantikannya tiada tara.
Mohammad Ayyas, yang biasa dipanggil dengan sebutan Ayyas, merupakan alumni dari pondok pesantren di klaten. Ketika mondok, ia direkomendasikan untuk kuliah di Universitas Islam Madinah oleh salah satu guru besat di unviersitas madinah tersebut. dan sekarang, Ayyas sedang melanjutkan studi S2 di India. Tujuan ke Moskwa ialah ia mengadakan penelitian untuk gelar magisternya, yaitu penelitian tentang Sejarah Islam di Rusia yang fokus pada Kehidupan Umat Islam Rusia di Masa Pemerintahan Stalin.
Sesampainya di Rusia, ia dijemput oleh Devid, temannya sejak SD yang sekarang sedang kuliah di Rusia. Dengan dibantu oleh Devid pula, Ia mendapatkan apartemen yang harga lumayan dan juga tempat yang strategis. Namun, kelemahan dari apartemen ini ialah ia harus berbagi dengan teman se-apartemennya yaitu 2 perempuan Rusia yang bernama Yelena dan Loris. Dari sinilah masalah itu bermunculan.
Yelena seorang pelacur kelas atas dan Linor seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim. Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi yaitu Profesor Abramov Tomskii, tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena ia diminta membantu kedutaan Rusia di Turki selama beberapa bulan, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.
Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari sampai-sampai ia hampir mati gara-gara mucikari itu dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.
Ayyas di dalam cerita ini menjadi orang yang sangat penting karena ia merupakan orang yang menjunjung tinggi adanya Tuhan. Hal ini terlihat ketika diadakannya acara Dialog di Stolovaya. Karena keahliannya tersebut, akhirnya ada stasiun televisi yang mengadakan acara live Rusia Berbicara yang isinya tidak jauh beda dengan dialog sebelumnya. Di cerita ini, Ayyas hampir saja masuk ke dalam penjara karena fitnah yang dibuat oleh agen Mossad sekongkolan dari Linor terkait dengan masalah bom.
Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Kisah ini yang dialami oleh Ibu kandung dari Linor yang memiliki nama asli Sofia Ezzudin. Linor yang awalnya mengakui bahwa dirinya anti Palestina dan merupakan keturunan darah Yahudi kental, ternyata semua itu sirna. Kenyatannya Linor adalah keturunan Palestina asli dan tak ada setetespun darah Yahudi di dalam dirinya. Dengan mendengar cerita dari Madam,ibu angkat Linor, Ia langsung mencari kebenaran dan mencari referensi tentang islam. Ia pergi ke Berlin dan di tempat itu pula dengan segala dosa-dosa yang telah dilakukannya, ia bertobat dan memeluk agama islam. Tak hanya Linor yang memeluk agama Islam, Yelena sebelum menikah dengan Devid juga telah memeluk agama Islam. Akibat Ayyas yang sering memberikan pencerahan tentang adanya Tuhan dan Islam akhirnya hati mereka tergugah dan memeluk agama Islam.
Dari buku ini, selain memetik sarat dakwah, kita juga bisa belajara sejarah dari Rusia dan kebudayannya. Tempat dan keindahan yang tampak di Rusia sangatlah bisa dirasakan. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.Selain itu, kisah di Palestina juga membuat kisah ini menjadi lebih hidup.
Di buku ini, sosok Ayyas yang ditampilkan terlalu sempurna. Setiap ada dosa sedikit pun Ayyas langsung bertobat dan juga sifat yang ditimbulkan semuanya baik tanpa ada sifat buruknya. Banyak terdapat dialog-dialog yang sangat panjang yang jika kita bayangkan dalam dunia nyata ini akan sangat tidak realistis. Kang Abik dalam hal ini kurang halus dalam menyusupkan nilai-nilai dakwah. Tidak seperti dalam Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, dialog-dialog bermuatan dakwah dalam novel ini ada kesan menggurui dan terlalu berpanjang-panjang.
Satu hal yang membuat para pembaca akan merasa kebingungan. Di akhir cerita, Linor yang telah hijrah ke Islam dan mencoba menyatakan perasaannya kepada Ayyas tertembak oleh agen Mossad. Keadaan Linor ini tidak diketahui apakah mati atau selamat. Dan juga bagaimana kelanjutan dari keberadaan agen Mossad ini, apakah bisa dimusnahkan ataukah tidak. Sungguh hal ini membuat penasaran.
Bumi cinta merupakan tempat yang sangat indah yang kita gunakan untuk bertasbih kepada-Nya.