Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Tuesday, August 02, 2011

Cinta untuk Ibu


"Con, ayo bangun... udah adzan subuh. Sarapan sudah siap juga, mau dibungkus atau dimakan disini..." Tradisi ini berlangsung 2 tahun yang lalu ketika aku berada di bangku SMA, tepatnya saat persiapan untuk sekolah dan menunggu Bis PG ( bis antar jemput siswa dari Asembagus ke Situbondo PP ). Kini telah sampai usiaku yang hampir memasuki kepala 2-an namun kebiasaan Ibu tidak pernah berubah ketika aku pulang ke rumah untuk menikmati liburan.  Seketika melihat wajah tua yang terpampang, tidak mampu rasanya untuk menolak perilaku emas yang ibu berikan. 
Ingin sekali kubalas jasa-jasa Ibu dengan hasil keringatku dan menghapus segala raut sedih yang tak bisa Beliau sembunyikan. Kenapa Ibu sesekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang merupakan sebuah titik fasa diriku ini sedikit kesulitan memahami Ibu. Tiap malam pun, ketika aku berada di rumah, Beliau tidak habisnya meneteskan air mata dan beribu-ribu kesedihan terluapkan. Tangisannya bagaikan sebuah peluru yang menusuk diri ini. Tak kuat untuk melihatnya dan tak mampu juga melakukan apa-apa, hanya bisa berdoa dan berdoa demi kebahagiaannya. 
Di hari yang cukup cerah, kuberanikan untuk bertanya, "Ibu, maafin aku jika telah menyakiti perasaan Ibu. Aku jarang sekali pulang hingga membuat Ibu merasa kangen berat. Apa yang membuat Ibu sedih akhir-akhir ini?". Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata disana. Terbata-bata Ibu berkata, "Tiba-tiba Ibu merasa kalian sudah dewasa, sudah mulai bisa menghidupi diri sendiri, bekerja keras, dan Ibu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kalian sudah merasa bahagia. Dan ibu menangis karena bangga melihat kalian semua". Terlihat pula, banayk sekali beban berat yang sangat Ibu pikul dikehidupan ini. Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu.... bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelum-sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua sedih karena tidak membuka arti kebahagiaan berdasarkan sudut pandang masing-masing. 
Diam-diam aku bermuhasabah… Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Kebahagiaan apa yang telah diberikan kepada Ibu? Ketika itu kutanya Beliau menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan. Kalian tumbuh sehat adalah kebahagiaan. Prestasi di sekolah, perilaku kalian di lingkungan sekitar pun itu kebahagiaan IBu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan bagi orang tua." Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ummi. Masih banyak alasan ketika Ummi menginginkan sesuatu.”

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang Ibu rumah tangga, Ibu bangun jam 2 pagi untuk berserah diri pada-Nya, menyiapkan makan sahur. Tepat pukul 3 dini hari, Ibu membangunkan kami untuk shalat Tahajud dan mempersiapkan diri untuk sahur. Sembari  menunggu kami shalat, Ibu sedang sibuk di dapur tanpa adanya bantuan. Sesekali menawarkan pertolongan hanya senyum yang Ia berikan. Maafkan aku, Bu... 19 Jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak membuat Ibu lelah... Sanggupkan aku ya Allah.. ???

* * *
 "Con, ayo bangun nak, sudah hampir Imsak... sahur udah siap di meja.." kata-kata itu tidak kudengar kembali... sebelum Ia bangun, aku sudah bersiap diri untuk membantunya. Kuucapkan terima kasih dan terlihat sekali binar kebahagiaan dari pancaran mata Ibu.

Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu… Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Siapakah???


Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu
shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman
as.

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa
musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu
sambil berkata,"Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil
mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan
tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada
senantiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun
masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati
membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana
mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak
membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga
kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari
siksa neraka.

Siapakah Anda???

Mencintai-Mu... Semampuku....



Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya
meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.



Izinkan aku mencintaiMu,
melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.




Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu
hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.




Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.




Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah
harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.




Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan
sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.




Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran
bagi tumbuhnya generasi baru.




Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam
semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii




Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang
nadiku.



*catatan akhir nisfu sya'ban...

Cinta Disekitar Kita

Perasaan cinta dialami oleh semua orang di dunia ini. Namun, terkadang kita sendiri tidak merasakan kedatangannya, termasuk saya sendiri. Rasa cinta dan sayang sudah sering kita dengar sehari-hari. Terutama kasih sayang dari orang tua. Orang tua saya sering memanggil saya dengan sebutan sayang. Mesi betapapun saya telah menyusahkan dan sering menyakiti hati mereka. Bahkan mereka memanggil dengan kata-kata sayang sudah sejak saya belum berada di dunia ini. Padahal belum tentu saya jadi anak yang bisa menerbangkan mereka ke surga... belum tentu pula jadi kebanggaan mereka... ataukah hanya jadi beban mereka.....Meski seperti itu, rasa sayang mereka tetap tidak pudar. 
Tatapan cinta juga sering saya terima. Dari ibu yang bergadang untuk mendoakan saya di tempat perantauan dan bahkan tidak tidur dengan pulas ketika melihat kondisi saya kurang memungkinkan dan terkadang menangis karena ulah saya. Dari bapak yang rela memberikan motor perjuangannya untuk kendaraan saya di tempat perantauan dan bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan membiayai kuliah. Dari seorang kakak yang terus memberi semangat untuk kuliah dan terus kuliah untuk membahagiakan seluruh keluarga dan tempat curhat ( sebagai ibu kedua ). Dari adik kecil mungil yang sering memanggil Con ( pencetus pemberian nama ini ). Dari teman yang beriring-iring menjenguk saya ketika mengalami musibah ( contohnya saat kecelakaan saat ramadhan kemaren ). Dari sepupu yang sering memberikan makanan-makanan kesukaan padahal mereka jarang untuk membuat masakan seperti itu. Dari Kakek dan Nenek saya yang senantiasa merindukan kehadiran saya di rumah. Dari para tetangga yang bersedia mengantarkan saya ke rumah ketika mengalami musibah. Dan dari kekasih yang senantiasa terus menyanyangi meski kesalahan terus saja dibuat. Betapa seringnya sampai-sampai kita sendiri tidak menyadarinya.
Tidak hanya dari makhluk hidup. Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga begitu melimpah.Matahari yang menyinari dengan hangatnya, Udara dengan tekanan yang pas dimana akhirnya bisa bernapas dengan leluasa, Pepohonan dan padang rumput yang menentramkan hati ini, sampai Cinta dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan. Saya pernah membaca buku mengenai astronomi yang mengatakan daya tarik gravitasi di tiap planet galaksi tata surya ( galaksi terbesar ) berbeda-beda dan bahkan dengan gaya gravitasi yang tinggi bisa membuat adanya tarik menarik. Dengan adanya planet Jupiter ( sebagai planet terbesar ) memiliki gravitasi yang amat tinggi yang membuat seakan menarik bumi agar tidak tersedot ke arah matahari. ( kalau yang ini mohon koreksinya ya, maklum tidak seberapa tahu ).
Diatas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Astaghfirullah..... begitu banyak dosa yang telah dilakukan dan Allah masih berbaik hati membiarkan saya hidup... Masih membiarkan saya bersujud meski banyak sekali tidak khusuknya... Masih membiarkan kedua orang tua saya dan orang-orang disekeliling saya mencintai saya apa adanya. Padahal dengan keagungan-Nya bisa saja Ia langsung mencabut nyawa saya dan dilempar ke neraka Jahanam.. ( semoga yang ini tidak terjadi, Astaghfirullah ). Seluruh rejeki yang telah diberikan-Nya memang tidak habis untuk dipikirkan. Segala kebutuhan saya, dipenuhi oleh-Nya. Makanan selalu ada, tidak seperti mereka-mereka yang sampai kekurangan gizi karena tidak mendapatkan makanan yang layak makan. Saya disekolahkan hingga tingkat Pergutuan Tinggi saat ini, berbeda dengan nasib mereka-mereka yang sudah harus mengais rejeki untuk kehidupannya, dan saya masih saja terkadang minta kepada orang tua. Anggota tubuh yang sempurna dan sehat, padahal mereka yang diluar sana tetap saja merasa kedinginan, penyakitan dan memiliki cacat fisik. Apalagi yang kurang? Tapi tetap saja, saya melakukan dosa, maksiat.... Serasa diri ini tertampar malu melihat kesadaran ini.

Di sepanjang kehidupan yang saya alami, memang banyak sekali terpaan badai dan lemparan batu. Tapi bukankah itu juga bagian dari kasih-Nya? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan dan kesusahan? Ujian dari-Nya merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada kita, saudaraku. Pasti semua ini ada hikmahnya. Pasti!!!


Jadi, selama ini saya telah tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni dan tulus meski akal ini tidak menyadari secara langsung.

Yang menjadi sebuah pertanyaan adalah "APA YANG TELAH KITA LAKUAKN UNTUK MEMBALAS SEMUA ITU?" Didalam hati ini pun menjawab dengan rasa yang amat sangat malu dan merasa tercambuk. Saya masih sering menyakiti orang lain, sadar maupun tak sadar. Meskipun tidak sampai menyakiti, rasanya sering tidak peduli dengan orang itu. Apalagi kepada Sang Khali, Allah SWT... Begitu besarnya cinta Allah pada saya dan saya masih saja sering menyalahgunakannya. Mata tidak digunakan semestinya, lisan kejam dan membunuh, waktu yang terbuang sia-sia, dan masih banyak lagi sampai note ini pun tidak akan mampu untuk menuliskannya ( hanay Ia yang mencatat secara lengkap apa yang telah diperbuat selama didunia ).






Siapa bilang tidak ada orang yang tidak dicintai?  

Titanium Dioxide


1.      Titanium Dioxide (TiO2)
     TiO2 (Titanium dioxide / titania) merupakan material semikonduktor yang termasuk kedalam keluarga oksida logam. Pada umumnya TiO2 digunakan sebagai pigmen putih pada cat, plastik, dan kertas. Selain aplikasi sebagai pigmen, karakteristik fotokatalis dan semikonduktor dari TiO2 juga membuat material ini banyak digunakan sebagai pendekomposisi bahan organik dengan proses oksidasi, sel surya, dan juga sensor gas. Aplikasi ini dikarenakan TiO2 mempunyai indeks bias yang tinggi (n = 2,4) dan juga tahan terhadap degradasi warna akibat sinar matahari.
Aplikasi dari TiO2 pada umumnya dapat ditunjukkan pada gambar berikut :

Gambar 1. Aplikasi TiO2
TiO2 polikristalin merupakan semikonduktor yang paling banyak digunakan sebagai fotokatalis. Hal ini disebabkan karena sifatnya yaitu: stabil terhadap cahaya (tidak mudah mengalami fotodegradasi)[8], mempunyai kestabilan kimia yang tinggi, nilai celah energi yang tidak terlalu besar, pasangan electron-hole memiliki umur yang lama dan tidak beracun.
     TiO2 yang ada di alam pada umumnya mempunyai tiga fasa yaitu rutile, anatase, dan brookite. Struktur kristal TiO2 pada fasa rutile, anatase dan brookite seperti dalam gambar.
Gambar 2.  Struktur Kristal Fasa-Fasa Titania
Rutile dan anatase memiliki struktur tetragonal dengan tetapan kisi kristal dan sifat fisika yang berbeda, sedangkan brookite memiliki struktur ortorombik. Rutile memiliki parameter kisi a = b ≠ c, anatase memiliki parameter kisi a = b ≠ c, dan brookite memiliki parameter kisi a ≠ b ≠ c. Kedua struktur kristal rutile dan anatase dibedakan oleh distorsi setiap oktahedron dan susunan rantai oktahedralnya. Pada kedua fasa tersebut, setiap oksigen dan kation titanium yang bertetanggaan membentuk segitiga datar. Pada rutile, ketiga sudut Ti-O-Ti memiliki nilai 120º. Sedangkan pada anatase posisi atom pada kisi mengalami distorsi sehingga salah satu sudut adalah 180º dan dua lainnya mendekati 90º. 
       Rutile lebih stabil pada suhu tinggi, sedangkan rutile lebih stabil pada suhu rendah. Dalam aplikasinya pada fotokatalis, hanya dua fasa TiO2 yang sering digunakan sebagai fotokatalis, yaitu: anatase dan rutile. Terbentuknya fasa anatase maupun fasa rutile pada struktur polikristalin TiO2 bergantung pada transisi fasa yang kristalin TiO2. Titania pada fasa anatase umumnya stabil pada ukuran partikel kurang dari 11 nm, fasa brookite pada ukuran partikel 11 – 35 nm, dan fasa rutile diatas 35 nm. Dalam aplikasinya pada fotokatalis, umumnya digunakan TiO2 pada fasa anatase karena mempunyai kemampuan fotokatalitik yang tinggi. Selain itu, untuk meningkatkan kinerja sistem, struktur nanokristal dan juga luas permukaan yang tinggi dari TiO2 adalah faktor yang penting untuk meningkatkan densitas dan transfer elektron.Karakteristik dari fasa-fasa titania ini ditunjukkan pada Tabel 1 dibawah ini.





Tabel 1 Tabel Karakteristik Fasa-Fasa Titania

TiO2 telah diproduksi secara komersial. Salah satu merek dagang TiO2 adalah Degussa P-25 dengan fasa kristal campuran antara rutile dan anatase. Degussa P-25 diperoleh melalui metode klorida. TiO2 Degussa P-25 memiliki luas permukaan yang cukup besar (sekitar 50 m2g-1), ukuran rata-rata partikel 21 nm dan cacat kristal dalam jumlah yang sedikit.

2.        Fotokatalisis Pada Permukaan Lapisan TiO2
     Fotokatalisis merupakan proses terjadinya reaksi suatu materi terhadap materi lainnya yang diperantarai oleh energi dari penyinaran ultraviolet. Penyinaran permukaan TiO2 (bersifat semikonduktor) menghasilkan pasangan electron dan hole positif pada permukaannya juga menjadikan permukaan tersebut bersifat polar dan/atau hidrofilik (suka akan air) dan kemudian berubah lagi menjadi nonpolar dan/atau hidrofobik (tidak suka air) setelah beberapa lama tidak mendapatkan penyinaran lagi.
     Sifat hidrofilik dan hidrofobik, salah satunya, ditandai dengan ukuran sudut kontak butiran air pada permukaan lapisan tipis TiO2 tersebut, yaitu sedikit lebih besar dari 50 derajat pada saat sebelum disinari kemudian berubah menjadi mendekati 0 derajat setelah disinari. Material dengan sudut kontak sekecil itu akan sangat hidrofilik (superhidrofilik).




Mekanisme fotokatalisis pada TiO2 dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 3.Ilustrasi Mekanisme Fotokatalisis pada TiO2

Bahan semikonduktor TiO2 memiliki selang energi yang kecil antara pita valensi dan pita konduksi. Untuk menghasilkan proses fotokatalisis, bahan semikonduktor membutuhkan serapan energi yang lebih besar dari selang energinya (Eg = 3.2 eV). Adsorpsi molekul organik pada permukaan partikel fotokatalis memperkecil aktivasi energi dari proses reaksi. Penyerapan sinar matahari (UV) oleh partikel fotokatalis akan membentuk 2 pasang electron dan hole. Electron akan bereaksi dengan oksigen dari larutan membentuk anion (O2-) yang mana akan mengoksidasi secara kuat hydroxyl radikal (OH-). Sedangkan hole akan mengoksidasi hydroxyl yang terlarut dan membuatnya menjadi radikal dengan energi yang besar. Hydroxyl radikal yang memiliki energi yang besar akan mengubah polutan organi menjadi zat yang tidak berbahaya, sehingga TiO2 dapat diaplikasikan untuk self-cleaning.

3.        Aplikasi fotokatalisis TiO2 untuk disinfeksi bakteri E. Coli
                   Teknologi fotokatalisis menarik untuk dikembangkan pada proses disinfeksi mikroorganisme karena kemampuannya untuk mendegradasi mikroorganisme dalam konsentrasi yang sangat kecil tanpa menghasilkan produk samping yang berbahaya.Penelitian fotokatalisis TiO2 dikembangkan secara luas untuk menguji kemampuannya dalam membunuh virus, bakteri, fungi, alga, dan sel kanker. Ketika diterangi dengan sinar ultraviolet-dekat, titanium oksida (TiO2) menunjukkan aktivitas anti bakteri yang baik. Kematian sel bakteri oleh fotokatalisis disebabkan berkurangnya permeabilitas sel. Kontak pertama fotokatalis dengan sel terjadi pada dinding sel, dimana reaksi oksidasi oleh fotokatalis akan merusak dinding sel bakteri. Bakteri dengan dinding sel yang rusak masih merupakan bakteri yang sehat, namun tanpa perlindungan. Setelah menghilangkan perlindungan dinding sel, selanjutnya reaksi oksidasi terjadi di membran sitoplasma, Kerusakan oksidatif yang terjadi akan semakin meningkatkan permeabilitas sel, dan menyebabkan isi dalam sel mengalir bebas keluar sel yang menyebabkan kematian sel. Partikel TiO2 yang bebas juga dapat mencapai membran sel yang sudah rusak, dan serangan langsung tersebut dapat mempercepat kematian sel.

4.        Aplikasi fotokatalisis TiO2 untuk self-cleaning
            Adanya sifat hidrofilik dan hidrofobik pada fotokatalisis permukaan TiO2 maka kotoran yang bersifat suka air pada setiap bagian permukaan akan terbawa saat air mengalir di atas permukaan tersebut. Sementara kotoran yang tidak suka air (minyak) yang berarti nonpolar atau hidrofobik akan tergelincir saat berada pada permukaan yang sangat hidrofilik[1]. Sebagai tambahan kotoran nonpolar (kebanyakan zat organik) yang tertinggal di permukaan lapisan tipis TiO2 secara pelahan akan hancur, dipecah menjadi karbondioksida dan air akibat proses fotokatalisis. Hal inilah yang dapat diaplikasikan untuk self-cleaning pada permukaan beberapa permukaan material.

Thursday, July 28, 2011

Perjalanan



aku naik ke sebuah mobil
meskipuin aku sudah tahu akan berhenti dimana
tapi aku tidak tahu 
apa yang akan kualami selama perjalanan

seberapa jauh perjalanannya
aku curiga apa karena perjalanan ini terlalu lancar
tidak ada lampu merah, tidak macet
karena itu aku sampai di tujuan lebih cepat dari semua orang

tapi sudah tidak ada waktu untuk berpikir lagi
seperti laju kecepatan yang tidak bisa dikendalikan
aku yang terus menuju ke tujuan akhir
hanya bisa berharap mewujudkan dulu semua janjiku
supaya tidak ada penyesalan

Sunday, July 10, 2011

SAMPAH


Aku adalah SAMPAH !!!!
yah... Sudah sepantasnya SAMPAH itu DIBUANG dan tak layak untuk DITERIMA
DIBAKAR, DIKUBUR juga dilakukan
HINA-lah yang hanya diterima

Gelap... gelap... dan gelap
Sinar kunang-kunang tak mampu menepisnya
Sedikit demi sedikit kunang-kunang pun menjadi tak terlihat
Fatamorgana berubah menjadi sosok pegunungan SAMPAH

Perlahan-lahan timbul LIMBAH disekitaran SAMPAH
Muncullah SANG PEMBAWA PENYAKIT
yang telah berstatus WASPADA dengan setitik sinar kunang-kunang
Kunang-kunang berkata SIALAN KAU SAMPAH!!!

Saturday, July 09, 2011

Inilah Hari Anda



Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari 
inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan 
segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum 
tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya 
menyapa Anda inilah hari Anda.

Kembali teringat kata-kata tersebut yang muncul dari seorang sahabat pena. Hidup memanglah tak selamanya sesuai dengan rencana. Ada kalanya memang hidup itu bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hidup diibaratkan bagaikan roda yang berputar, bisa dibawah dan bisa diatas. Yang terpenting adalah bagaimana caranya kita membuat sebuah kehidupan di hari ini begitu menjadi sangat berarti dan berkesan di kehidupan di hari-hari selanjutnya. "Proses" satu kata yang tepat untuk mendiskripsikan hal tersebut. 
Seringkali proses dibuat menjadi seolah-olah hanya permainan dunia yang terjadi saat ini. Di dalam sebuah proses tersebut pastinya tidak akan ada jalan lurus yang bisa melewati. Tanjakan, lubang, kotoran, dan berbagai gangguan dari "pengendara" lain bisa berpengaruh terhadap hasil yang terjadi. Kondisi seperti itulah yang membuat kita untuk lebih bersikap bijak dalam mengatasi sebuah persoalan. Tak hanya gangguan yang datang dari luar, dari dalam diri juga bisa berpengaruh besar terhadap proses ini nantinya. Pikiran, naluri dan hasrat perasaan bisa menghasilkan efek yang begitu amat besar dengan hasil dari sebuah proses. Disinilah sikap kedewasaan ditumbuhkan.
Senang dan kecewa bisa timbul ketika hasil dari sebuah proses mulai dipertontonkan. Segi positif dari sebuah proses muncul ketika perasaan senang dan bangga akan semua yang telah dilewati. Namun sebenarnya hal tersebut kurang tepat. Segi positif dihasilkan ketika kita telah mampu memahami akan pentingnya sebuah proses, terutama ketika segi negatif yang dihasilkan. Berbagai ilmu dan pengalaman secara langsung akan terasa begitu nikmat. 

Setiap langkah kaki yang dianyunkan akan menjadi kisah yang sangat berarti esok hari.
*dedicated for my new family



Cukup

Tepat jam 8 pagi terdengan dering SMS dan ternyata itu adalah SMS dari salah satu keluarga BEM FTI. Melihat SMS tersebut dengan segera terbang menuju tempat untuk membersihkan diri ini. Tanpa berfikiran untuk sarapan, bersihkan motor ( kayaknya sudah biasa lupa ), helm ( wajib bawa untuk saat ini ) dan sound system yang sudah dijadwalkan untuk digunakan di sebuah agenda penting di kampus perjuangan tercinta. Alhasil, sesampainya di TKP ( tempat kejadian perkara ), terpaksa kembali lagi ke rumah peristirahatan sementara untuk mengambil sound system. Dengan membawa seorang teman ( sebut saja namanya afif ), akhirnya dengan rasa bersalah kami langsung meluncur. Di perjalanan, ternyata tamu yang kami nanti-nanti sejak beberapa hari yang lalu sudah tiba. Tanpa memperhatikan hal itu, kami tetap saja mealnjutkna niat kami untuk mengambil sound system. Dengan kecepatan 50 km/jam ( perkiraan sementara ), akhirnya kami bisa kembali ke TKP. Dengan semangat yang begitu tinggi untuk mengambil sound system dan ternyata alat tersebut tidak bisa digunakan di TKP, kekecewaan pun sedikit melanda. Yang ada dipikiran hanyalah, "alat ini lagi sakit apa ya?", cukup itu saja. 
Kembali ke agenda...
Saat ini diadakan agenda kunjungan dari teman-teman BEM Fsaintek UNAIR. Cukup banyak sekali agenda yang dikeluarkan di agenda ini yang diantaranya yaitu kunjungan ke jurusan se FTI baik ke HIMA maupun ke laboratoriumnya, sharing antar ormawa ( organisai mahasiswa ) dan sharing departemen. Tidak disangka-sangka agenda yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu bisa membuat kami akrab satu sama lain. Agenda selesai tepat pada pukul 13.30 WIB. 
Seperti biasa yang dilakukan seperti hari-hari sebelumnya, diadakan rapat setelahnya. Sebelum agenda selanjutnya dilaksanakan, diri ini merasa kekurangan sesuatu dan terus saja membayang di pikiran. Tak lama kemudian, teringat tas yang leyap entah dimana. Sedikit pusing juga mencarinya, mulai dari sekretariat ditelusuri, menginvestigasi para keluarga dan terakhir di TKP semula. Seluruh tas di TKP itu, telah lenyap dan berada di sekretariat namun anehnya hanya tasku saja yang tiba-tiba bisa berada di TKP ( cukup aneh ). Rapat pun dimulai dan seperti biasa sedikit demi sedikit mengeluarkan sebuah pena, catatan kecil dan laptop. Kejadian yang sama terulang kembali, serasa ada yang hilang saat mengambil barang-barang di tas. Untung saja suasana di dalam rapat tersebut cukup sedikit membuat hati ini percaya kalau barang itu ada. 
Teringat kembali dengan permasalahaan yang sedang dialami bahwa HDD hilang ( mimpi apa semalam pas tidur ). Secara langsung diri ini kembali menjadi seorang detektif yang mengeksekusi semua tempat yang bisa dijadikan TKP. Satu per satu pun dimulai investigasi dan pertanyaan yang mendasar "ada yang melihat HDDku?". Berharap terdengar jawaban "ya", namun seperti biasanya sebuah harapan tidak mesti bisa terjadi sesuai takdir. Dan ternyata yang terdengar hanyalah jawaban "tidak". Sedikit stress memang kehilangan barang yang memiliki dokumen-dokumen penting, jikalau diinginkan mending barang itu hilang namun dokumen-dokumen yang berbentuk file tetap ada ( menghayal ).
Sedikit hibernasi sejenak untuk mengingat-ingat apa yang telah dilakukan selama satu hari ini. Dan seketika itu terdengar kembali bunyi SMS dari teman. Membaca SMS membuat pikiran ini mulai sedikit tenang dan tidak kepikiran permasalahan yang sebelumnya. Ajakan untuk kumpul-kumpul bareng pun datang dari teman itu ( sebut saja namanya tititittitititittitiit ). Cukup senang dengan ajakannya dan semangat pun datang karena mereka datang disaat yang tepat. Melewati malamnya kota Surabaya akhirnya stay di warung makan. Cukup senang dan terkejut melihat sambutan teman-teman yang telah menanti kehadiranku disana. Terlelap oleh suasana dan kemudian terlintas kembali masakah HDD dan ternyata baru inget kalau HDD berada di loker. Tanpa berfikir panjang, langsung saja meluncur kembali ke sekretariat. Alhamdulillah ternyata barang yang hilang tersebut ditemukan.
Cukup panjang untuk kisah hari ini, penyakit ceroboh dan lupa memang tak sepantasnya untuk terus ditumbuhi. Selayaknya dibuang jauh-jauh karena waktu itu segalanya-galanya dan bukan segala-galanya itu waktu.

Wednesday, July 06, 2011

Mahasiswa Kura-kura, Kupu-kupu dan Kuda-kuda. Manakah yang Anda pilih ???





Berbicara mengenai Mahasiswa, tak lepas dengan sebuah "nama" yang disandingnya yakni sebagaiagent of change. Mahasiswa sering disebut-sebut sebagai agen perubahan di masa akan datang. Mahasiswa memiliki energi yang cukup banyak untuk melakukan sebuah aktifitas dan penuh semangat. Selain itu, Mahasiswa memiliki tingkat intelektualitas diatas rata-rata. Sebuah perubahan besar tidaklah menarik jikalau tidak adanya keterlibatan peran mahasiswa. Berbagai torehan prestasi positif dengan begitu manis diukir dengan tinta emas. Sebagai contohnya ialah, tamatnya rezim otoritarianisme Soeharto dengan orde baru-nya tak terbantahkan. Demonstrasi besar-besar dilakukan oleh seluruh mahasiswa antar kampus-kampus besar di Indonesia menuliskan sejarah Indonesia. Tak hanya itu, dengan adanya mahasiswa, ide-ide baru bermunculan seiring dengan perkembangan zaman yang telah ada hingga saat ini. Untuk melaksanakan semua aktifitasnya, lingkungan kampus merupakan tempat yang tepat, baik dalam hal mencari ilmu dan pengembangan bakat dan softskill.
Di lingkungan kampus, banyak sekali kriteria yang dimiliki oleh mahasiswa. Kriteria mahasiswa ini sudah mulai dikenalkan sejak menjadi mahasiswa baru ( maba ). Menurut kisah yang beredar, kriteria mahasiswa itu sendiri ada 2 yaitu Mahasiswa Kupu-kupu ( kuliah pulang-kuliah pulang ) dan mahasiswa Kura-kura ( kuliah rapat-kuliah rapat ). Kriteria yang pas menurut kisah yang beredar, mahasiswa kupu-kupu cenderung hanya fokus pada bidang akademik saja, jadi mereka hanya memfokuskan kuliah daripada ikut organisasi mahasiswa ( ormawa ) baik ekstra maupun intra. Biasanya mahasiswa seperti cenderung cuek dengan kondisi yang ada di kampus dan setiap selesai kuliah mereka langsung kembali ke kos-kosan atau pulang ke rumah. Berbeda halnya dengan mahasiswa kura-kura. Mereka merupakan aktifis kampus ( aktif di ormawa baik intra kampus maupun ekstra kampus ) dan biasanya persoalan kuliah bisa menjadi prioritas nomor kesekian kalinya tergantung yang mana lebih dipentingkan. Mereka juga selalu update mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di kampus dan wilayah sekitar, membela kepentingan mahasiswa dan terkadang menganggap rektorat adalah musuh yang kontra dengan mahasiswa. 
Ada yang kurang dari kisah yang timbul sejak maba itu yaitu kriteria mahasiswa yang ketiga, mahasiswa kuda-kuda ( kuliah dakwah-kuliah dakwah ). Untuk mahasiswa seperti ini, memiliki space yang cenderung paling sedikit dibanding dengan kriteria yang lainnya. Mahasiswa kuda-kuda jarang sekali ditemui di kampus. Mereka menjadikan aktifitas dakwah sebagai poros hidup dan tidak ada kegiatan lain selain kuliah dan berdakwah, karena hal itu merupakan salah satu ibadah. Sebenarnya, waktu yang sangat banyak sekali dan tempat yang bisa dilakukan dimana saja membuat dakwah itu semakin mudah untuk dilaksanakan. Contoh nyatanya saat di kampus, dakwah bisa dilakukan dengan adanya interaksi antar umat muslim baik secara lisan maupun tertulis. Saat ini, memang dakwah lebih ditekankan pada saat pengambilan mata kuliah Agama Islam yakni dengan diadakannya kegiatan mentoring islam. Sebenarnya setelah mentoring tersebut, bisa diadakan mentoring lanjutan. Namun, fakta yang terjadi adalah peminta dari mentoring lanjutan lebih sedikit dibandingkan mentoring wajib ketika mengambil mata kuliah Agama Islam.
Sebenarnya, banyak sekali tertulis di ayat-ayat Al-Quran mengenai anjuran untuk berdakwah, diantaranya adalah:
1. Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Katakanlah, 'Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah di atas ilmu (hujjah yang nyata). Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'." [Yuusuf:108]
2. Allah berfirman,
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." [An-Nahl:125]
3. Allah berfirman,
وَلاَ يَصُدُّنَّكَ عَنْ ءَايَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah." [Al-Qashash:87]
4. Allah berfirman,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'." [Fushshilat:33]
Berdakwah kepada Allah adalah ucapan yang terbaik, yang tentunya harus dilandasi dengan ilmu bukan dengan kebodohan ataupun semangat belaka, serta apa yang didakwahkannya harus diamalkan dalam kehidupannya.
5. Allah berfirman,
وَالَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمِنَ الأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلاَ أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ
"Dan orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nashrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali'."[Ar-Ra'd:36]
6. Allah berfirman,
لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ فَلاَ يُنَازِعُنَّكَ فِي الأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ
"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus." [Al-Hajj:67]
7. Allah mengisahkan tentang ucapan orang yang beriman dari pengikut Fir'aun ,
وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ. تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ
"Hai kaumku, bagaimanakah kalian, aku menyeru kalian kepada keselamatan, tetapi kalian menyeru aku ke neraka? (Kenapa) kalian menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kalian (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?" [Ghaafir:41-42]
8. Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا
"Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi." [Al-Ahzaab:45-46]
Terdapat perbedaan mendasar antara kriteria-kriteria tersebut. Untuk menjadi mahasiswa kuda-kuda sewajarnya memiliki penampilan rapi dan sopan, paham mengenai syariat agama, menjaga hubungan baik dengan semua warga kampus, taat agama dan diusahakan memiliki nilai diatas rata-rata. Tidak ada larangan untuk masuk menjadi kriteria mahasiswa yang mana saja. Hal yang terpenting adalah beberapa kriteria tersebut ada karena adanya perbedaan prinsip yang dianut oleh masong-masing personal. Setiap kriteria memiliki sisi positif yang nantinya akan diterima. Namun, alangkah baiknya seorang mahasiswa bisa menyadari  dan memahami akan kondisi yang terjadi saat ini, di dunia yang penuh dengan "kotoran". Insya Allah perubahan hakiki yang dipelopori oleh Mahasiswa tidak hanya sekedar perubahan rezim namun juga perubahan sistem, yang tentunya sebuah sistem sesuai dengan syariat Islam yang terbukti menyenangkan dan mensejahterakan.