Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Thursday, July 28, 2011

Perjalanan



aku naik ke sebuah mobil
meskipuin aku sudah tahu akan berhenti dimana
tapi aku tidak tahu 
apa yang akan kualami selama perjalanan

seberapa jauh perjalanannya
aku curiga apa karena perjalanan ini terlalu lancar
tidak ada lampu merah, tidak macet
karena itu aku sampai di tujuan lebih cepat dari semua orang

tapi sudah tidak ada waktu untuk berpikir lagi
seperti laju kecepatan yang tidak bisa dikendalikan
aku yang terus menuju ke tujuan akhir
hanya bisa berharap mewujudkan dulu semua janjiku
supaya tidak ada penyesalan

Sunday, July 10, 2011

SAMPAH


Aku adalah SAMPAH !!!!
yah... Sudah sepantasnya SAMPAH itu DIBUANG dan tak layak untuk DITERIMA
DIBAKAR, DIKUBUR juga dilakukan
HINA-lah yang hanya diterima

Gelap... gelap... dan gelap
Sinar kunang-kunang tak mampu menepisnya
Sedikit demi sedikit kunang-kunang pun menjadi tak terlihat
Fatamorgana berubah menjadi sosok pegunungan SAMPAH

Perlahan-lahan timbul LIMBAH disekitaran SAMPAH
Muncullah SANG PEMBAWA PENYAKIT
yang telah berstatus WASPADA dengan setitik sinar kunang-kunang
Kunang-kunang berkata SIALAN KAU SAMPAH!!!

Saturday, July 09, 2011

Inilah Hari Anda



Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari 
inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan 
segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum 
tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya 
menyapa Anda inilah hari Anda.

Kembali teringat kata-kata tersebut yang muncul dari seorang sahabat pena. Hidup memanglah tak selamanya sesuai dengan rencana. Ada kalanya memang hidup itu bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hidup diibaratkan bagaikan roda yang berputar, bisa dibawah dan bisa diatas. Yang terpenting adalah bagaimana caranya kita membuat sebuah kehidupan di hari ini begitu menjadi sangat berarti dan berkesan di kehidupan di hari-hari selanjutnya. "Proses" satu kata yang tepat untuk mendiskripsikan hal tersebut. 
Seringkali proses dibuat menjadi seolah-olah hanya permainan dunia yang terjadi saat ini. Di dalam sebuah proses tersebut pastinya tidak akan ada jalan lurus yang bisa melewati. Tanjakan, lubang, kotoran, dan berbagai gangguan dari "pengendara" lain bisa berpengaruh terhadap hasil yang terjadi. Kondisi seperti itulah yang membuat kita untuk lebih bersikap bijak dalam mengatasi sebuah persoalan. Tak hanya gangguan yang datang dari luar, dari dalam diri juga bisa berpengaruh besar terhadap proses ini nantinya. Pikiran, naluri dan hasrat perasaan bisa menghasilkan efek yang begitu amat besar dengan hasil dari sebuah proses. Disinilah sikap kedewasaan ditumbuhkan.
Senang dan kecewa bisa timbul ketika hasil dari sebuah proses mulai dipertontonkan. Segi positif dari sebuah proses muncul ketika perasaan senang dan bangga akan semua yang telah dilewati. Namun sebenarnya hal tersebut kurang tepat. Segi positif dihasilkan ketika kita telah mampu memahami akan pentingnya sebuah proses, terutama ketika segi negatif yang dihasilkan. Berbagai ilmu dan pengalaman secara langsung akan terasa begitu nikmat. 

Setiap langkah kaki yang dianyunkan akan menjadi kisah yang sangat berarti esok hari.
*dedicated for my new family



Cukup

Tepat jam 8 pagi terdengan dering SMS dan ternyata itu adalah SMS dari salah satu keluarga BEM FTI. Melihat SMS tersebut dengan segera terbang menuju tempat untuk membersihkan diri ini. Tanpa berfikiran untuk sarapan, bersihkan motor ( kayaknya sudah biasa lupa ), helm ( wajib bawa untuk saat ini ) dan sound system yang sudah dijadwalkan untuk digunakan di sebuah agenda penting di kampus perjuangan tercinta. Alhasil, sesampainya di TKP ( tempat kejadian perkara ), terpaksa kembali lagi ke rumah peristirahatan sementara untuk mengambil sound system. Dengan membawa seorang teman ( sebut saja namanya afif ), akhirnya dengan rasa bersalah kami langsung meluncur. Di perjalanan, ternyata tamu yang kami nanti-nanti sejak beberapa hari yang lalu sudah tiba. Tanpa memperhatikan hal itu, kami tetap saja mealnjutkna niat kami untuk mengambil sound system. Dengan kecepatan 50 km/jam ( perkiraan sementara ), akhirnya kami bisa kembali ke TKP. Dengan semangat yang begitu tinggi untuk mengambil sound system dan ternyata alat tersebut tidak bisa digunakan di TKP, kekecewaan pun sedikit melanda. Yang ada dipikiran hanyalah, "alat ini lagi sakit apa ya?", cukup itu saja. 
Kembali ke agenda...
Saat ini diadakan agenda kunjungan dari teman-teman BEM Fsaintek UNAIR. Cukup banyak sekali agenda yang dikeluarkan di agenda ini yang diantaranya yaitu kunjungan ke jurusan se FTI baik ke HIMA maupun ke laboratoriumnya, sharing antar ormawa ( organisai mahasiswa ) dan sharing departemen. Tidak disangka-sangka agenda yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu bisa membuat kami akrab satu sama lain. Agenda selesai tepat pada pukul 13.30 WIB. 
Seperti biasa yang dilakukan seperti hari-hari sebelumnya, diadakan rapat setelahnya. Sebelum agenda selanjutnya dilaksanakan, diri ini merasa kekurangan sesuatu dan terus saja membayang di pikiran. Tak lama kemudian, teringat tas yang leyap entah dimana. Sedikit pusing juga mencarinya, mulai dari sekretariat ditelusuri, menginvestigasi para keluarga dan terakhir di TKP semula. Seluruh tas di TKP itu, telah lenyap dan berada di sekretariat namun anehnya hanya tasku saja yang tiba-tiba bisa berada di TKP ( cukup aneh ). Rapat pun dimulai dan seperti biasa sedikit demi sedikit mengeluarkan sebuah pena, catatan kecil dan laptop. Kejadian yang sama terulang kembali, serasa ada yang hilang saat mengambil barang-barang di tas. Untung saja suasana di dalam rapat tersebut cukup sedikit membuat hati ini percaya kalau barang itu ada. 
Teringat kembali dengan permasalahaan yang sedang dialami bahwa HDD hilang ( mimpi apa semalam pas tidur ). Secara langsung diri ini kembali menjadi seorang detektif yang mengeksekusi semua tempat yang bisa dijadikan TKP. Satu per satu pun dimulai investigasi dan pertanyaan yang mendasar "ada yang melihat HDDku?". Berharap terdengar jawaban "ya", namun seperti biasanya sebuah harapan tidak mesti bisa terjadi sesuai takdir. Dan ternyata yang terdengar hanyalah jawaban "tidak". Sedikit stress memang kehilangan barang yang memiliki dokumen-dokumen penting, jikalau diinginkan mending barang itu hilang namun dokumen-dokumen yang berbentuk file tetap ada ( menghayal ).
Sedikit hibernasi sejenak untuk mengingat-ingat apa yang telah dilakukan selama satu hari ini. Dan seketika itu terdengar kembali bunyi SMS dari teman. Membaca SMS membuat pikiran ini mulai sedikit tenang dan tidak kepikiran permasalahan yang sebelumnya. Ajakan untuk kumpul-kumpul bareng pun datang dari teman itu ( sebut saja namanya tititittitititittitiit ). Cukup senang dengan ajakannya dan semangat pun datang karena mereka datang disaat yang tepat. Melewati malamnya kota Surabaya akhirnya stay di warung makan. Cukup senang dan terkejut melihat sambutan teman-teman yang telah menanti kehadiranku disana. Terlelap oleh suasana dan kemudian terlintas kembali masakah HDD dan ternyata baru inget kalau HDD berada di loker. Tanpa berfikir panjang, langsung saja meluncur kembali ke sekretariat. Alhamdulillah ternyata barang yang hilang tersebut ditemukan.
Cukup panjang untuk kisah hari ini, penyakit ceroboh dan lupa memang tak sepantasnya untuk terus ditumbuhi. Selayaknya dibuang jauh-jauh karena waktu itu segalanya-galanya dan bukan segala-galanya itu waktu.

Wednesday, July 06, 2011

Mahasiswa Kura-kura, Kupu-kupu dan Kuda-kuda. Manakah yang Anda pilih ???





Berbicara mengenai Mahasiswa, tak lepas dengan sebuah "nama" yang disandingnya yakni sebagaiagent of change. Mahasiswa sering disebut-sebut sebagai agen perubahan di masa akan datang. Mahasiswa memiliki energi yang cukup banyak untuk melakukan sebuah aktifitas dan penuh semangat. Selain itu, Mahasiswa memiliki tingkat intelektualitas diatas rata-rata. Sebuah perubahan besar tidaklah menarik jikalau tidak adanya keterlibatan peran mahasiswa. Berbagai torehan prestasi positif dengan begitu manis diukir dengan tinta emas. Sebagai contohnya ialah, tamatnya rezim otoritarianisme Soeharto dengan orde baru-nya tak terbantahkan. Demonstrasi besar-besar dilakukan oleh seluruh mahasiswa antar kampus-kampus besar di Indonesia menuliskan sejarah Indonesia. Tak hanya itu, dengan adanya mahasiswa, ide-ide baru bermunculan seiring dengan perkembangan zaman yang telah ada hingga saat ini. Untuk melaksanakan semua aktifitasnya, lingkungan kampus merupakan tempat yang tepat, baik dalam hal mencari ilmu dan pengembangan bakat dan softskill.
Di lingkungan kampus, banyak sekali kriteria yang dimiliki oleh mahasiswa. Kriteria mahasiswa ini sudah mulai dikenalkan sejak menjadi mahasiswa baru ( maba ). Menurut kisah yang beredar, kriteria mahasiswa itu sendiri ada 2 yaitu Mahasiswa Kupu-kupu ( kuliah pulang-kuliah pulang ) dan mahasiswa Kura-kura ( kuliah rapat-kuliah rapat ). Kriteria yang pas menurut kisah yang beredar, mahasiswa kupu-kupu cenderung hanya fokus pada bidang akademik saja, jadi mereka hanya memfokuskan kuliah daripada ikut organisasi mahasiswa ( ormawa ) baik ekstra maupun intra. Biasanya mahasiswa seperti cenderung cuek dengan kondisi yang ada di kampus dan setiap selesai kuliah mereka langsung kembali ke kos-kosan atau pulang ke rumah. Berbeda halnya dengan mahasiswa kura-kura. Mereka merupakan aktifis kampus ( aktif di ormawa baik intra kampus maupun ekstra kampus ) dan biasanya persoalan kuliah bisa menjadi prioritas nomor kesekian kalinya tergantung yang mana lebih dipentingkan. Mereka juga selalu update mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di kampus dan wilayah sekitar, membela kepentingan mahasiswa dan terkadang menganggap rektorat adalah musuh yang kontra dengan mahasiswa. 
Ada yang kurang dari kisah yang timbul sejak maba itu yaitu kriteria mahasiswa yang ketiga, mahasiswa kuda-kuda ( kuliah dakwah-kuliah dakwah ). Untuk mahasiswa seperti ini, memiliki space yang cenderung paling sedikit dibanding dengan kriteria yang lainnya. Mahasiswa kuda-kuda jarang sekali ditemui di kampus. Mereka menjadikan aktifitas dakwah sebagai poros hidup dan tidak ada kegiatan lain selain kuliah dan berdakwah, karena hal itu merupakan salah satu ibadah. Sebenarnya, waktu yang sangat banyak sekali dan tempat yang bisa dilakukan dimana saja membuat dakwah itu semakin mudah untuk dilaksanakan. Contoh nyatanya saat di kampus, dakwah bisa dilakukan dengan adanya interaksi antar umat muslim baik secara lisan maupun tertulis. Saat ini, memang dakwah lebih ditekankan pada saat pengambilan mata kuliah Agama Islam yakni dengan diadakannya kegiatan mentoring islam. Sebenarnya setelah mentoring tersebut, bisa diadakan mentoring lanjutan. Namun, fakta yang terjadi adalah peminta dari mentoring lanjutan lebih sedikit dibandingkan mentoring wajib ketika mengambil mata kuliah Agama Islam.
Sebenarnya, banyak sekali tertulis di ayat-ayat Al-Quran mengenai anjuran untuk berdakwah, diantaranya adalah:
1. Allah Ta'ala berfirman,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Katakanlah, 'Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah di atas ilmu (hujjah yang nyata). Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'." [Yuusuf:108]
2. Allah berfirman,
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." [An-Nahl:125]
3. Allah berfirman,
وَلاَ يَصُدُّنَّكَ عَنْ ءَايَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah." [Al-Qashash:87]
4. Allah berfirman,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'." [Fushshilat:33]
Berdakwah kepada Allah adalah ucapan yang terbaik, yang tentunya harus dilandasi dengan ilmu bukan dengan kebodohan ataupun semangat belaka, serta apa yang didakwahkannya harus diamalkan dalam kehidupannya.
5. Allah berfirman,
وَالَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمِنَ الأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلاَ أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ
"Dan orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nashrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali'."[Ar-Ra'd:36]
6. Allah berfirman,
لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ فَلاَ يُنَازِعُنَّكَ فِي الأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ
"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus." [Al-Hajj:67]
7. Allah mengisahkan tentang ucapan orang yang beriman dari pengikut Fir'aun ,
وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ. تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ
"Hai kaumku, bagaimanakah kalian, aku menyeru kalian kepada keselamatan, tetapi kalian menyeru aku ke neraka? (Kenapa) kalian menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kalian (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?" [Ghaafir:41-42]
8. Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا
"Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi." [Al-Ahzaab:45-46]
Terdapat perbedaan mendasar antara kriteria-kriteria tersebut. Untuk menjadi mahasiswa kuda-kuda sewajarnya memiliki penampilan rapi dan sopan, paham mengenai syariat agama, menjaga hubungan baik dengan semua warga kampus, taat agama dan diusahakan memiliki nilai diatas rata-rata. Tidak ada larangan untuk masuk menjadi kriteria mahasiswa yang mana saja. Hal yang terpenting adalah beberapa kriteria tersebut ada karena adanya perbedaan prinsip yang dianut oleh masong-masing personal. Setiap kriteria memiliki sisi positif yang nantinya akan diterima. Namun, alangkah baiknya seorang mahasiswa bisa menyadari  dan memahami akan kondisi yang terjadi saat ini, di dunia yang penuh dengan "kotoran". Insya Allah perubahan hakiki yang dipelopori oleh Mahasiswa tidak hanya sekedar perubahan rezim namun juga perubahan sistem, yang tentunya sebuah sistem sesuai dengan syariat Islam yang terbukti menyenangkan dan mensejahterakan.

Sunday, June 12, 2011

Puasa di Bulan Rajab


Puasa di Bulan Rajab
Di bulan Rajab dan Sya’ban  seseorang sebaiknya berpuasa setiap hari senin dan 
kamis, atau  Setiap hari.

Dalam Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad dinyatakan bahwa ‘Utsman Ibnu Hakim 
al-Ansari berkata, “Aku bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubayr mengenai puasa di 
bulan Rajab, kemudian kami sampai pada bulan itu, di mana beliau berkata, ‘Aku 
dengar Ibnu ‘Abbas ra berkata bahwa Rasulullah saw biasa berpuasa secara 
kontinu sehingga kami berpikir bahwa beliau tidak pernah menghentikannya dan di 
lain waktu beliau tidak berpuasa berhari-hari sehingga kami berpikir bahwa 
beliau tidak akan berpuasa lagi.”

Jika seseorang berpuasa setiap hari Senin dan Kamis maka orang itu juga harus 
berpuasa pada hari ke-15 setiap bulannya dan juga pada 26-27 Rajab.  (sangat 
dianjurkan untuk berpuasa pada hari-hari ‘putih’ setiap bulan, yang jatuh pada 
hari ke-13, 14, dan 15).  Ini hanyalah petunjuk secara umum, bila ada keraguan 
sebaiknya dikonsultasikan dengan seseorang yang ahli dalam syari’ah.

Diriwayatkan bahawa Nabi SAW telah bersabda : "Ketahuilah bahawa bulan Rajab 
itu adalah bulan ALLAH, maka barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan 
Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH 

Barangsiapa yang berpuasa dua hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan disisi 
ALLAH .Barangsiapa berpuasa tiga hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH akan  
menyelamatkannya dari bahaya dunia, seksa akhirat, dari terkena penyakit gila,  
penyakit putih-putih di kulit badan yang  menyebabkan sangat gatal dan  
diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal.Barangsiapa berpuasa tujuh hari 
dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka jahanam.Barangsiapa 
berpuasa lapan hari dalam bulan Rajab, maka dibukakan lapan  pintu syurga 
baginya.Barangsiapa yang berpuasa lima hari dalam bulan Rajab, permintaannya  
akan dikabulkan oleh ALLAH SWT.Barangsiapa berpuasa lima belas hari dalam bulan 
Rajab, maka ALLAH  mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan 
kesemua kejahatannya dengan kebaikan dan barangsiapa yang menambah (hari-hari 
puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."

Sabda Rasulullah SAW: "Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang 
airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak 
wangi, lalu saya bertanya Jibril as : "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?" 
Berkata Jibril as: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca 
selawat untuk engkau dibulan Rajab."

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita:"Ketika kami berjalan bersam-sama Nabi 
SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi berhenti dan Baginda menangis dengan amat 
sedih, kemudian baginda berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya Rasulullah 
SAW: "Ya Rasulullah SAW, mengapakan anda menangis?" Lalu Rasulullah SAW 
bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan 
saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka."Sabda 
Rasulullah SAW lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa 
satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan 
Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur." Tsauban bertanya: "Ya 
Rasulullah SAW, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam 
bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?" Sabda Rasulullah SAW: 
"Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada 
seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan
 mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana ALLAH, 
kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan 
solat malam satu tahun."

Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban adalah 
bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku." "Semua 
manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, 
keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan 
Ramadhan.Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus 
bagi mereka."KELEBIHAN BULAN RAJAB

Beberapa hadis Rasulullah saw menunjukkan kelebihan bulan rajab:

1.Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu  dengan 
seribu kemuliaan di hari Qiamat.
2.Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya'ban bulanku, dan bulan Ramadhan  bulan 
umatku.
3.Kemuliaan Rajab dengan malam Isra' Mi'rajnya, Sya'ban dengan malam  nisfunya 
dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
4.Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus). 
Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya. 5.Puasa 3 hari pada bulan Rajab, 
dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun 
perjalanan).
6.Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
7.Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam 
syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam 
syurga.8.Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan  
Al-Quran keatas semua kalam 9.Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa 
empat puluh tahun dan iberi minum air dari syurga.
10. Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang  yang 
meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib  bagi 
yang ber puasa  diampunkan dosa-dosanya yang lalu.,Dipelihara Allah umurnya 
yang  tinggal.,Terlepas daripada dahaga di akhirat.

11.Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti  puasa 
sebulan pahalanya.
12.Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,  
dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, 
diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan

"Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi'raj akan mendapat pahala 
seperti 5 tahun berpuasa.""Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab 
akan mendapat kemuliaan di sisi  ALLAH "Barang siapa yang berpuasa tiga hari 
yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab,  maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 
900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa 
akhirat.""Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya  akan 
dikabulkan." "Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan 
 tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari  maka  akan 
dibukakan delapan pintu syurga."  "Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam 
bulan ini, maka ALLAH  akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan 
menggantikan kesemua  kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang 
menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."

source : http://mevlanasufi.blogspot.com

Saturday, June 11, 2011

BATU

Siapakah kau???
Semua berkata.....
Benda keras tidak berguna....
Kau pembunuh dan pendusta

Terkadang kau keras
Terkadang kau lunak
Terkadang kau lentur
Kau perusak

Kau semestinya dihancurkan!!!
Dibanting, ditempa, ditekan, ditarik
Namun, kenapa tetap saja
Hasilnya NIHIL

Semua kekuatan telah dikerahkan
Hanya sebutir dari bagianmu yang terbuang
Dan tak terlihat lagi
Tertelan oleh bumi

Kapan???
Kapankah kau hancur berkeping-keping???
Hancur tertelan semuanya???
Semuanya muak dengan kehadiranmu

Gelap

Diheningnya malam....
Aku termenung dibawah redupnya cahaya bulan
Sembari melihat angin menari-nari dengan menggebu-gebu
Tak mau ketinggalan, dedaunan pun ikut bernari satu per satu

Semua terasa gelap
Cahaya bulan tertutupi awan
Angin pun terlarut dalam tariannya
Dedaunan tergeletak dimana-mana

Dengan tingkah laku mereka
Semua terasa kosong
Semua tertelan lubang kegelapan
Semuanya sirna

Gelap, gelap, dan gelap

Wednesday, June 08, 2011

TARIK ULUR KADER

Bulan Juni dan Juli merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu dengan yang namanya “regenerasi” di seluruh ormawa (organisasi mahasiswa) lingkup Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Proses regenerasi diperoleh dengan adanya tahapan “kaderisasi”.
Sebuah ormawa memiliki sebuah kekuatan organisasi yang tidak hanya dipandang dari dana pendukung setiap kegiatan yang akan dilakukan untuk pergerakan organisasi tersebut.  Selain itu,  juga dilihat dengan adanya ideology dan struktur yang jelas sebagai kekuatan utama dari organisasi tersebut. Kekuatan utama tersebut dapat dipantau dan mendapatkan penilaian kinerja terbaik dengan huruf kualitas maupun angka kualitas, yang biasanya didengar dengan sebutan AKO (analisis kondisi organisasi), yang nantinya menentukan organisasi tersebut berada di kuadran I, II, III ataukah IV. Dalam hal ini, kaderisasi bisa dinilai pula.
Kaderisasi bukan hanya sekedar suatu effort dari tradisi untuk mengajak dan memasukkan orang-orang baru ke dalam lingkup organisasi, namun hal yang perlu diperhatikan adalah identitas dan jati diri organisasi tersebut, transfer ilmu, pengembangan potensi diri yang masih bisa dilihat dengan secara mata terbuka, dan pemberian kesadaran secara penuh mengenai posisi yang akan diemban nantinya. Tidak sewajarnya di dalam sebuah kaderisasi ada yang namanya doktrin dari beberapa pihak. Setiap mahasiswa pasti memiliki jalan dan tujuan hidup masing-masing sesuai dengan visi, misi dan motto hidup yang dijalankannya. Dengan adanya doktrinisasi, secara tidak sadar ada “penjerumusan karakter” terhadap apa yang telah dipilihnya. Selain beberapa hal tersebut diatas, setidaknya juga diperlihatkan mengenai perlakuan secara manusiawi yang juga memperlihatkan mengenai perasaan, perbedaan suku, agama, ras dan kebudayaan. Yang tak kalah untuk dipertimbangkan dalam hal kaderisasi adalah adanya potensi dasar/bawaan sang kader. Potensi ini bisa dilihat dari perjalanan hidup kader, terlepas saat itu ia telah mengalami penanaman kaderisasi.
Kaderisasi memang merupakan tolok ukur dari persiapan dan pelatihan dari para calon-calon penerus organisasi. Seperti penjelasan diawal, di bulan juni dan juli, beberapa mahasiswa ITS yang ingin menjadi kader-kader sebelumnya pasti merasa bingung dalam menentukan arah mereka selanjutnya. Tidak cukup dalam posisi saat ingin menjadi staff dari sebuah departemen terntenu dan di ormawa tertentu dan juga menjadi seorang cabinet/pemimpin besar di ormawa tersebut. Beberepa kader pastinya telah menentukan sesuai dengan hati dan kemampuan mereka. Tak banyak pula beberapa mahasiswa menjadi “rebutan” antar ormawa satu dengan ormawa lain disaat proses pembentukan staff di sebuah ormawa, hingga diperoleh beberapa solusi yang diantaranya dibiarkan berada diluar lungkup jurusan dengan harapan di kemudian hari nantinya bisa kembali mengabdi di ormawa jurusan tersebut. Ada pula yang memang sengaja dibuat pemegang dua ormawa sekaligus, dengan harapan nantinya bisa membandingkan atas ilmu yang diberikan.  Padahal tanpa adanya kejadian seperti ini, ilmu tersebut masih bisa disalurkan melalui adanya forum sharing ilmu antar kader luar ormawa jurusan dan kader internal ormawa jurusan itu sendiri. Inikah yang mencerminkan bahwa memang kuantitas dari kader-kader telah berkurang??? Ataukah kualitas dari kader-kader itu sendiri yang semakin tahun menjadi semakin menurun???
Tak hanya di dalam proses penentuan staff, penentuan kabinet pun bisa menjadi sebuah “pisau” yang cukup menyakitkan. Kabinet sendiri menjadi pemikir strategis mengenai ormawa tersebut kedepannya. Dalam sebuah penentuan plotting kabinet itu sendiri, masih saja terdapat “pertikaian” , entah mengenai sebuah “posisi”, sebuah pilihan untuk meninggalkan ormawa jurusan, maupun untuk kembali ke tempat asalnya di jurusan tersebut.
Teringat sms dari seorang teman, 
" semisal memang di ormawa yang saya naungi tidak ada yang mau menempati posisi tersebut, saya bersedia menempati posisi tersebut, meski saya menerima konsekuensi yang buruk bagi diri saya ".
sms yang berbeda pun saya terima dari teman yang perantauan...
"saya sebenarnya mau kembali ke tempat asal saya, semisal memang saya amat sangat dibutuhkan oleh rumah asal saya itu dengan konsekuensi saya meninggalkan rumah perantauan yang telah memberikan saya banyak sekali ilmu dan pengalaman, meski berat untuk meninggalkan perantauan itu ".

Beberapa petinggi dari ormawa dan warga itu sendiri pasti menginginkan eksistensi ormawa mereka dimanapun mereka berada. Secara tersirat hal ini pasti dimiliki bagi semuanya, baik bagi mahasiswa organisatoris maupun bagi mahasiswa yang sedikit samar-samar dalam organisasi. Hakekat manusia memang selalu tidak puas atas apa yang telah dimiliki dan ingin mencari sebuah kesempurnaan.
Setiap mahasiswa pasti memiliki tingkat kemampuan, kemauan, dan keikhlasan dalam menjalin itu semua. Namun, setidaknya diperhartikan mengenai hakikat kaderisasi dan kader itu sendiri. Bukankan kader terseut tidak hanya berada di “satu orang” itu masih ada kader-kader yang lain yang belum terlihat secara sepenuhnya, ataukah memang saat ini “kader-kader” telah menghilang karena sering adanya perebutan kader, baik untuk berada di tempat asalnya ataukah di tempat perantauannya, posisi dan juga nafsu belaka???. Inikah kaderisasi yang terjadi saat ini???

#ditulis ketika melihat curhatan sms seorang teman.

Wednesday, May 25, 2011

keluarga ???

Keluarga haromnis... siap sih yang tidak menginginkannya, semua orang pasti berharp hal itu terjadi di kehidupan nantinya. Namun, entah kenapa akhir-akhir ini, semenjak title MAHASISWA melekat di dalam diri, keluarga itu sendiri menjadi suatu hal yang krusial. Keluarga dalam hal kandung, dalam sebuah pertemanan, sebuah komunitas, bahkan dalam sebuah organisasi itu sendiri pun semuanya sering sekali menyebutkan arti dari sebuah keluarga. Pandangan mengenai setiap bagian itu sendiri, membuat pengertian yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kebutuhan dalam hal "keluarga".
Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Salah satu fungsi keluarga yang penting adalah " persaudaraan ". Dalam Islam hubungan persaudaraan begitu erat hingga berkonsekuensikan hukum dan kewajiban. Islam telah menjadikan hubungan keluarga berkonsekuensi terhadap " hukum waris " ( bagi yang berhak mendapat-kan warisan ) termasuk kewajiban memenuhi kebutuhan nafaqah-nya. Juga berkonsekuensi terhadap kewajiban " silaturahmi " . Konsekuensi hukum dan ikatan kekeluargaan inilah yang tidak akan di dapatkan oleh jenis sistem sistem keluarga manapun. Bahkan hukum adat yang tumbuh di daerah tertentu pun tidak akan mampu berlaku adil dalam rangka memenuhi aturan-aturan kekeluargaan ini. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat terbatasnya kemampuan manusia.
Dalam Islam, setiap permasalahan mendapatkan jawabannya secara lengkap dan tuntas. Setiap komponen dalam anggota masyarakatnya pun saling terkait dan berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu aturan hukum yang harmonis. 
Dalam sebuah hadist Rosulullah SAW menyebutkan :
" Barang siapa yang meninggalkan beban, maka itu bagian kami. Dan barang siapa yang meninggalkan harta benda, maka itu bagian ahli warisnya " 
Dalam konteks sebagai Mahasiswa yang notabene memiliki banyak sekali "keluarga", pengertian dari "ahli waris" dan "harta benda" merupakan salah satu yang benar-benar lebih berharga. Lebih tepatnya berada dibawah keluarga batiniah (keluarga kandung). Dalam cakupan mahasiswa, "ahli waris" merupakan sebuah regenerasi yang patut dipertahankan dan bisa pula ditingkatkan. "Harta benda" yang dimaksud adalah segal perlengkapan rumah maupun pondasinya sekalipun yang telah membimbingnnya dan mengarahkan hingga benar-benar menjadi seorang MAHASISWA. 
Sebagai seorang kakak yang telah sekian lama tahu seluk beluk rumah tersebut, tak pantasnya memberikan sebuah "didikan" yang telah dia rasa "menyakiti" dirinya saat "pertama kali penjadi penghuni baru" hingga saat ini yang bisa dibilang menjadi "penghuni lama" atau seorang "sesepuh" di rumah itu, ia ulang kembali terus-menerus. Memang sebuah kebudayaan tidaklah boleh lepas dari sebuah komponen "rumah". Namun, apakah seterusnya kebudayaan tersebut akan terus-menerus dibawa hingga detik ini, hari ini, bulan ini, tahun ini, ataukan hingga kiamat nanti???. Pemikiran dan kemampuan seseorang pun semakin lama pasti akan mengalami sebuah perkembangan, tanpa adanya sebuah "paksaan" yang menuntut untuk berubah secara signifikan. Pastilah butuh proses dan semuanya pasti tahu akan hal tersebut. Pertanyaannya adalah mengapa budaya yang telah diketahui "buruk" terus saja dikembangkan dan disalurkan ???. Jawabannya hanyalah "balas dendam" atau hanya "melanjutkan tradisi" yang ada sebelumnya. 
Ada kalanya seorang "penghuni baru" memiliki sebuah kesalahan yang mungkin bisa saja adalah kesalahan "FATAL". Namun, setidaknya diberikan kesempatan dalam menjalani proses pembetukan "rumah" yang senantiasa dari dulu hingga saat ini menjadi sangat kokoh. Dan pastinya, bimbingan juga sangat diperlukan. Setidaknya bimbingan-bimbingan yang diberikan sesuaikanlah dengan karakterisasi yang dimiliki penghuni baru dan tidak selamanya haru smengikuti "kebudayaan" yang dianut hingga saat ini.