Totally Friendly

True Story, True Friendly, and Trus Life

Kabinet Inspiratif

Kabinet BEM Fakultas Teknologi Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011/2012

Kominfo Army

Keluarga Besar Departemen Komunikasi dan Informasi BEM FTI-ITS 2011-2012

Kominfo

Keluarga Kominfo BEM FTI-ITS 2010-2011

Cangkruk Bareng Kelas Seasion 3

Keluarga Kecil Teknik Fisika Angkatan 2009 Kelas A

Pages

Tuesday, May 10, 2011

Mythical Zoan,Yang mungkin di One Piece





1. Marco. 


yang q bahas sekarang adalah masalah Mythical Zoan. menarik untuk dibahas terutama tentang kemungkinan siapa saja Mythical Zoan. Mythical zoan sendiri adalah Hewan-Hewan yang Melegenda, yang selain bisa berubah menjadi wujud hewan (zoan biasa) juga memperoleh kekuatan tambahan. Lebih jelas sebagai berikut.
Apakah namanya Tori Tori no Mi model Phoenix???
Tak diragukan lagi Mythical Zoan karena disebutkan orang-orang disaat perang puncak di Markas Besar Angkatan Laut. Sayang nama buah iblisnya belum diketahui hingga sekarang. Tapi kebanyakan memprediksi namanya Tori Tori no mi model Phoenix. Aku juga setuju dengan nama itu. Seperti kita semua tahu selain bisa terbang dan berubah menjadi burung, Marco juga bisa terus menerus regenerasi dengan api biru yang dimiliki Phoenix! Tapi sebagian kadang salah paham dengan kekuatan tersebut yang mirip Mera Mera no Mi logia api milik Portgas D Ace. Perbedaan keduanya dijelaskan langsung oleh Eiichiro Oda di SBS volume 58. :D
cekidot.


R: Hello for the first time, Oda-sensei. I've read all the previous 57 volumes, and I was thinking, I don't quite understand how "Phoenix Marco"'s Zoan fruit of the "legendary beast" kind is different from Ace's "Meramera" fruit.
P.N. CNY

O: Yeah, I know... I've omitted the explanation from this war arc, because I focused on the pacing and wanted to move the story forward. To explain Marco's ability just a little bit: he's Zoan, so he does have a body. But since he's got "the blue fire of revival" - the Phoenix's ability - wounds will regenerate, so attacks will not damage him (though there's a limit to the regeneration). In other words, the flames are for regeneration. 
These blue flames don't have the characteristics of actual fire - they don't spread and burn things, and they aren't hot. They're completely different from Ace's flames. I might touch on this in the main story at some point, so I'll leave it at this for now.









2. Mantan Fleet Admiral Sengoku.

Sudah diconfirmasi namanya Hito Hito no Mi Model Daibutsu


Mythical Zoan Hito Hito no Mi Mode Daibutsu(dikatakan Oda di sbs volume 60). Kuharap kalangan Buddha tidak tersinggung dengan hal ini. (NO SARA). Daibutsu bukan Buddha itu sendiri, melainkan berarti "Patung Buddha yang besar". Itulah arti sebenarnya Daibutsu. Sangat rancu memang jika kita tahu Zoan sejauh ini adalah Hewan tapi Oda membawa sebuah Patung!!!?? Sebagai Hito Hito no MI???!! Seperti Marco di atas, saya menganalisa selain kekuatan "zoan", buah iblis tipe legenda ini menambah lagi dengan kekuatan istimewa lainnya. Selain bisa merubah diri menjadi raksasa, sengoku kayaknya juga menjadi batu. Atau mungkin emas? Daibutsu itu patung, mungkin lebih tepat ke batu. Tapi dipikir-pikir batu jauh lebih lemah daripada besi (Dazz bone), apalagi dibandingkan dengan berlian Joz. Jadi apakah sengoku berubah total jadi elemen Emas? Ada juga kan daibutsu emas? Bisa jadi!
Pertanyaan adalah jurus mirip "Tapak Buddha" yang membuat shock wave mengarah pada Bajak laut Kurohige. Apakah itu murni teknik sengoku? Bagaimana bisa manusia raksasa dengan elemen batu (atau emas?) bisa membuat shock wave? Menarik untuk diperdebatkan.




3. Monkey D Dragon.


Inikah dia? Mythical Zoan Hebi Hebi no Mi Model Shen Long???


Spekulasi tentang kekuatan Dragon selalu menarik untuk dibahas. Kaze Kaze no mi untuk logia angin ataukah Hebi Hebi no Mi tipe Shen Long? Selain bisa berubah bentuk menjadi ular naga yang bisa terbang, Shen Long kita ketahui adalah pemanggil badai. Itukah yang dilakukan Dragon di Loguetown? Pembahasan tentang Dragon memiliki artikel khusus tersendiri di sini.
Shenlong, also Shen-lung, (simplified Chinese神龙traditional Chinese神龍;pinyinshén lóng, literally "spirit dragon", Japanese: 神竜 Shinryū) is a spiritualdragon from Chinese mythology who is the master of storms and also a bringer of rain. He is of equal significance like Tianlong, the celestial dragon.



4. World Government Commander in Chief, KONG.



Inikah dia?? Saru Saru no Mi Model King Kong???






Dulunya dia adalah Fleet Admiral Marine. Sekarang jabatannya adalah kepala komandan pemerintahan dunia, hanya satu tingkat di bawah Gorousei! (Sumber Yellow Databook). Spekulasi tentang MYHTICAL Zoan merebak karena namanya. Kong. Apakah dia pemakan buah Iblis Saru Saru no Mi tipe KING KONG??? Siapa tahu. Sayang sekali kemunculannya begitu sedkit untuk dijadikan petunjuk,




5. Marshall D Teach aka Kurohige (Blackbeard).




Inikah dia?? Mythical Zoan Inu Inu no Mi model Cerberus???




Keanehan dimiliki tubuhnya karena dia bisa merebut Gura Gura no Mi dari mayat Shirohige! Sebagian mengatakan itu karena Yami Yami no Mi yang juga bisa menyerap buah iblis. Tapi benarkah demikian? Marco secara gamblang mengatakan "tubuhnya memang berbeda (atypical)". Ingat Marco adalah pemakan Mythical Zoan! Dari kalimat yang dikatakan Marco aku menangkapnya dia merujuk kepada struktur tubuh Teach, bukan Yami Yami. Apakah Atypical yang dimaksud Marco adalah "berkepala tiga?". Aku merasa Teach sudah duluan memakan satu buah iblis sebelum memakan Yami Yami no Mi dan Gura Gura no Mi. Dia telah memakan Mythical Zoan Inu Inu no Mi tipe Cerberus! Yang memiliki kepala tiga. Yang kuanalisa memberi kekuatan spesial si pemakan untuk memiliki 2 kekuatan buah iblis lainnya! Itukah asal muasal bekas luka cakar di mata shanks? Cakar cerberus? Dan itukah alasan Jolly Roger Bajak Laut Kurohige merupakan 3 tengkorak? Ingat Jolly Roger hampir selalu melambangkan image kapten bajak laut tersebut. Apa maksud 3 kepala tengkorak selain Teach memiliki kepala tiga karena bisa berubah menjadi cerberus????




Tapi teori tentang kurohige ini mempunyai satu kejanggalan dasar.
"Kenapa Kurohige tidak pernah menunjukkannya akhir-akhir ini kekuatan Cerberusnya?"
Alasan saya adalah Sangat sulit mengendalikan dua buah iblis sekaligus, perlu waktu latihan untuk penguasaan pengendalian keduanya secara bersamaan. Makanya Kurohige saat melawan Ace lebih memilih memakai Yami Yami yang notabane dalam pertarungan memiliki banyak kelebihan (kecuali bagian menyerap rasa sakit berlipat). Kalau kita pikir lagi, jeda waktu teach memakan yami yami dan dia bertarung dengan Ace lumayan singkat bukan?? Apakah Teach masih tidak bisa memakai 2 buah iblis sekaligus saat itu?
Lalu kenapa saat dia berhasil merebut Gura Gura dan menunjukkan dua kekuatan secara bersamaan di Marine HQ dia tidak menunjukkan juga wujud Zoannya jika dia memang cerberus??
Saya merasa Yami Yami dan Gura Gura lebih mengerikan untuk ditunjukkan ke khalayak ramai dibanding Mythical Zoan Cerberus. Cukup Gura Gura dan Yami Yami untuk menunjukkan mimpi buruk ke orang banyak bukan???


Tapi sekarang sudah berlalu dua tahun, kita lihat apakah dia benar-benar Mythical Zoan atau tidak. :D


Aku tak tahu Mythical Zoan apalagi yang akan muncul. Dan aku juga tak tahu apakah Kong, Dragon dan Teach benar-benar pemakan buah iblis tersebut di atas. Ada juga yang berspekulasi Mythical Zoan adalah 4penjaga mata angin karena Marco yang notabane Phoenix salah satu diantaranya. suzaku? (aku masih merasa Phoenix bukan suzaku, memang benar suzaku itu diambil imagenya dari phoenx). jadi akankah kita melihat shiryuu, genbu dan byakko? Ataukah kita akan melihat Shen Long, Cerberus dan King Kong? Siapa tahu. Tapi menarik untuk dinantikan!
Sumber:
tonyohoho.blogspot.com

Komandan Divisi Shirohige

Komandan Divisi Shirohige



ini para division comander Bajak Laut Shirohige.. :)

Q tidak menjamin urutan divisi di atas benar semua. Karena tidak diperkenalkan Oda sensei satu per satu. -_-

Tapi yang pasti, ada beberapa yang memiliki kejelasan, seperti

Divisi 1 : Marco The phoenix
Divisi 2 : Portgas D. Ace
Divisi 3 : Diamond Joz
Divisi 4 : Tatch
Divisi 5 : Floral Blade Vista
Divisi 8 : orang dengan DF zoan, mungkin jenis reptil, kadal. (Q tidak yakin). Ada yg bisa membantu untuk ini? Divisinya merujuk tato di lehernya bernomor "8"
Divisi 10 : Kliel
Divisi 13 : Water Buffalo Atmos

Urutan 8 orang yang Q sebutkan di atas sudah sesuai dengan gambar, jadi masalahnya sekarang bagaimana memasukkan sisanya sesuai urutan.

16 orang komandan divisi Q ambil dari cover komik 57. :) Jadi dipastikan semua orang itu benar-benar komandan divisi. Oh ya, untuk cover komik bsa di lihat di
sini

Divisi 6 : Q memilih pria dengan pakaian Jepang dan pistol ini karena dia terlihat memimpin komandan lainnya di chapter 562 page 10. Saat itu di kumpulan komandan tidak ada divisi 1-5, bagiQ itu menunjukkan kalau dia komandan divisi tertinggi di kumpulan itu.

Divisi 7 : Pria dengan kantong yang bisa menyimpan palu. Well, hampir pasti dia DF user dengan kemampuan "kantong". Karena DF user selalu mencolok di manapun dia berada, Q rasa dia cukup kuat untuk berada di posisi 7, bahkan mungkin posisi 6.

Divisi 9 : Dia tua, terlihat sangat berpengalaman, dan pedangnya berapi. Tapi menurutQ dia masih di bawah pria yang Q sebut "divisi 6" di atas karena alasan yang sama.

Divisi 11 : manusia ukuran besar, Q rasa tidak diragukan lagi dia hebat. di chapter 573 page 08 disebut nama "Blenheim". Yup, nama itu pasti cukup kuat karena diasumsikan dia yang bisa membawa tubuh Joz yang membeku. AnalisaQ dia bernama Blenheim.

Divisi 12 : Pria dengan pergelangan tangan bergelang besi ini sedikit sekali diperlihatkan

Divisi 14 : Pria dengan senjata rantai bergada "hidup" ini terkesan kuat. Sayang serangannya tidak bisa melukai Kizaru sedikitpun, asumsiQ dia lumayan di bawah, jadi Q taruh dia di posisi 14

Divisi 15 : hanya sekali dia terlihat, tak Q ragukan dia divisi rendah

Divisi 16 : seorang yang sangat muda, apakah dia wanita? Q rasa iya. Q rasa Q tidak mengalami kesulitan menaruhnya di divisi 16

Oh ya! Bukan berarti nomor divisi menunjukkan kekuatan! Memang benar Marco kelihatannya paling berpengalaman dan kuat di antara mereka, tapi Q rasa joz dan Ace tidak beda jauh. Vista juga setidaknya bisa bertarung dengan Mihawk.

Satu fakta lagi, merujuk kata-kata "total ada 14 komandan divisi di atas kapal" di chapter 551 page 16-17, berarti Tatch yang telah dibunuh Teach juga Ace yang ditangkap posisinya tidak digantikan. -_- Entah setelah semua kejadian ini.

Apakah yang akan terjadi dengan WB Pirates? Apakah mereka akan dipimpin Marco dan berubah nama menjadi "Phoenix Pirates"? Q suka ide ini, kenapa? karena akan sangat memalukan kalau mereka terpecah setelah kematian WB. Terkesan mengkhianati "kebersamaan" yang telah dibuat WB.

Thursday, March 17, 2011

Kebersamaan Kelas A Teknik Fisika 2009

Keluarga Besar TF 2009 Kelas A

Cowok-cowok Engineer Kelas A 2009

Ibu Engineer Kelas A 2009

Bapak-bapak Ngerumpi

Haaaaa
Foto-foto diatas merupakan kebersamaan yang dijalani selama kurang lebih 1.5 tahun bersama teman-teman dengan berbeda suku. Jawa, Madura, Bali, dan Betawi serta Sunda pun ada.

There are no successes and failures in life, only achievements – stepping stones.

Ian Gardner

It is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all – in which case, you fail by default.

J.K.Rowling

kawan.... kalian akan selalu ada di setiap alunan langkah kaki ini berjalan dan mari buat sejarah

Jalan-jalan keluarga KOMINFO BEM FTI-ITS

Poto keluarga KOMINFO BEM FTI 2010/2011

Poto di depan gerbang House of Sampoerna

Gak ketok

Para cewek-cewek KOMINFO BEM FTI 2010-2011


Ini jalan-jalan yang kami lakukan di House of Sampoerna beberapa minggu yang lalu. Semoga hal ini bisa menjadi kengan terindah dalam hidu kita nantinya.

MENGENAL TEKNIK PENULISAN CERPEN

I. Pengertian Umum Cerpen

           
Sebenarnya, tidak ada rumusan yang  baku mengenai apa itu cerpen. Kalangan sasterawan memiliki rumusan yang tidak sama. H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- mengatakan bahwa yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian. A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500-20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, dan adanya satu kesan. Sedangkan Aoh. KH, mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut  kisahan prosa pendek.   Dan masih banyak sastrawan yang merumuskan definisi cerpen. Rumusan-rumusan tersebut tidak sama persis, juga tidak saling bertentangan satu sama lain. Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau yang biasa disingkat cerpen adalah cerita rekaan yang pendek.
Dari beberapa buku dan uraian yang layak dijadikan pedoman, tampaknya pendapat pakar cerita pendek dunia, Edgar Allan Poe, sangat cocok menjadi panduan- karena secara teoritis ia memenuhi kriteria ilmiah, tetapi secara praktis ia dapat diaplikasikan. Pendapat yang dirinci Muhammad Diponegoro dalam bukunya Yuk, Nulis Cerpen Yuk disederhanakan sebagai berikut:
Pertama, cerita pendek harus pendek. Seberapa pendeknya? Sebatas rampung baca sekali duduk menunggu bus atau kereta api, atau sambil antre karcis bioskop. Disamping itu ia juga harus memberi kesan secara terus-menerus hingga kalimat terakhir, berarti cerita pendek harus ketat, tidak mengobral detail, dialog hanya diperlukan untuk menampakkan watak, atau menjalankan cerita atau menampilkan problem.
Kedua, cerita pendek mengalir dalam arus untuk menciptakan efek tunggal dan unik. Menurut Poe ketunggalan pikiran dan aksi bisa dikembangkan lewat satu garis dari awal sampai akhir. Di dalam cerita pendek tak dimungkinkan terjadi aneka peristiwa digresi.
Ketiga, cerita pendek harus ketat dan padat. Setiap detil harus mengarus pada pada satu efek saja yang berakhir pada kesan tunggal. Oleh sebab itu ekonomisasi kata dan kalimat – sebagai salah satu ketrampilan yang dituntut bagi seorang cerpenis.
Keempat, cerita pendek harus mampu meyakinkan pembacanya bahwa ceritanya benar-benar terjadi, bukan suatu bikinan, rekaan. Itulah sebabnya dibutuhkan suatu ketrampilan khusus, adanya konsistensi dari sikap dan gerak tokoh, bahwa mereka benar-benar hidup, sebagaimana manusia yang hidup.
Kelima, cerita pendek harus menimbulkan kesan yang selesai, tidak lagi mengusik dan menggoda, karena ceritanya seperti masih berlanjut. Kesan selesai itu benar-benar meyakinkan pembaca, bahwa cerita itu telah tamat, sampai titik akhirnya, tidak ada jalan lain lagi, cerita benar-benar rampung berhenti di situ. 
Rumusan Poe inilah –saya sepakat dengan Korrie Layun Rampan- sesungguhnya yang cukup bisa mewakili pengertian cerita pendek secara umum.

II. Karakteristik  Cerpen


            Gambaran umum karakteristik cerpen bisa ditangkap dalam rumusan Edgar Alan Poe, di atas. Untuk mempertegas perbedaan cerpen dengan novel, Ismail Marahimin, dalam Menulis Secara Populer menjelaskan bahwa cerpen memang harus pendek dan singkat. Sedangkan cerita rekaan yang panjang adalah novel. Apa ukuran panjang-pendek suatu cerpen itu? Jumlah halamannyakah? Jumlah kata-katanyakah? Menjawab hal ini, rumusan Poe cukup menjelaskan. Meskipun ada yang berpendapat jumlah katanya tidak lebih dari 10.000 kata (The Liang Gie). Ada yang membatasi jumlah katanya antara 500 – 30.000 kata (Helvy Tiana Rosa).
            Yang jelas, karakteristik utama cerpen adalah pendek dan singkat. Di dalam cerita yang singkat itu, tentu saja tokoh-tokoh yang memegang peranan tidak banyak jumlahnya, bisa jadi hanya seorang, atau bisa juga sampai sekitar empat orang paling banyak. Itu pun tidak seluruh kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh itu diungkapkan di dalam cerita. Fokus atau, pusat perhatian, di dalam cerita itu pun hanya satu. Konfliknya pun hanya satu, dan ketika cerita itu dimulai, konflik itu sudah hadir di situ. Tinggal bagaimana menyelesaikan saja.
            Karena pendeknya, kita biasanya tidaklah menemukan adanya perkembangan di dalam cerita. Tidak ada cabang-cabang cerita. Tidak ada kelebatan-kelebatan pemikiran tokoh-tokohnya yang melebar ke pelbagai hal dan masalah. Peristiwanya singkat saja. Kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh, pun tidak berkembang, dan kita tidak menyaksikan adanya perubahan nasib tokoh, atau tokoh-tokoh ini ketika cerita berakhir. Dan ketika konfik yang satu itu terselesaikan, kita tidak pula tahu bagaimana kelanjutan kehidupan tokoh, atau tokoh-tokoh, cerita itu.
            Dan karena jumlah tokoh terbatas, peristiwanya singkat, waktu berlangsungnya tidak begitu lama, kata-kata yang dipakai harus hemat, tepat dan padat, maka –diatara karakteristik cerpen- tempat kejadiannya pun juga terbatas, berkisar 1-3 tempat saja.
            Perlu ditegaskan bahwa cerpen bukan penggalan sebuah novel. BUKAN PULA sebuah novel yang dipersingkat. Cerpen itu adalah sebuah cerita rekaan yang lengkap: tidak ada, tidak perlu, dan harus tidak ada tambahan lain. Cerpen adalah sebuah genre atau jenis, yang berbeda dengan novel.
            Namun demikian, sebuah cerpen meskipun singkat tetap harus mempunyai tikaian dramatik, atau dalam bahasa The Liang Gie konflik dramatik, yaitu perbenturan kekuatan yang berlawanan. Baik benturan itu terlihat nyata ataupun tersamarkan. Sebab inilah inti suatu cerpen.
           

III. Unsur-Unsur  Dalam  Sebuah Cerpen


1.      Tema
Yaitu gagasan inti. Dalam sebuah cerpen, tema bisa disamakan dengan pondasi sebuah bangunan. Tidaklah mungkin mendirikan sebuah bangunan tanpa pondasi. Dengan kata lain tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.
Tidak mungkin sebuah cerita tidak mempunyai ide pokok. Yaitu sesuatu yang hendak disampaikan pengarang kepada para pembacanya. Sesuatu itu biasanya adalah masalah kehidupan, komentar pengarang mengenai kehidupan atau pandangan hidup si pengarang dalam menempuh kehidupan luas ini. Pengarang tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tetapi ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.
Secara tradisional, tema itu bisa dijelaskan dengan kalimat sederhana, seperti: 1. Kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan oleh kebaikan. 2. Persahabatan sejati adalah setia dalam suka dan duka. 3. Cinta adalah energi kehidupan, karena itu cinta dapat mengatasi segala kesulitan. Dan lain sebagainya.
Cerpen yang baik dan besar biasanya menyajikan berbagai persoalan yang kompleks. Namun, selalu punya pusat tema, yaitu pokok masalah yang mendominasi masalah lainnya dalam cerita itu. Misalnya cerpen “Salju Kapas Putih” karya Satyagraha Hoerip. Cerpen ini melukiskan pengalaman “aku” di negeri asing dengan baik sekali, tetapi secara tajam cerpen ini menyorot masalah moral. Tokoh “aku” dapat bertahan dari godaan berbuat serong karena pertimbangan moral.

2.      Alur atau Plot
Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu.  Banyak anggapan keliru mengenai plot. Sementara orang menganggap plot adalah jalan cerita. Dalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan tertentu.  Rancangan tentang tujuan itu bukanlah plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot.
Atau, secara lebih gamblang plot adalah –menurut Aswendo Atmowiloto-  sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar.
Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa. Sehingga Jakob Sumardjo dalam Seluk-beluk Cerita Pendek menjelaskan tentang plot dengan mengatakan, “Contoh populer menerangkan arti plot adalah begini: Raja mati. Itu disebut jalan cerita. Tetapi raja mati karena sakit hati, adalah plot.”
Dalam cerpen biasanya digunakan plot ketat artinya bila salah satu kejadian ditiadakan jalan cerita menjadi terganggu dan bisa jadi, tak bisa dipahami. Adapun jenis plot bisa disederhanakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.               Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Contohnya: cerpen-cerpen Anton Chekov, pengarang Rusia legendaris, cerpen-cerpen Trisnoyuwono yang terkumpul dalam Laki-laki dan Mesiu, cerpen-cerpen Subagio Sastrowardoyo dalam kumpulannya Kejantanan di Sumbing.
2.               Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus tergiang di telinga pembaca. Contoh, cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen-cerpen Danarto dalam Godlob, dan hampir semua cerpen Guy de Maupassant, pengarang Perancis menggunakan plot berbisik.
3.               Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut. Contoh: cerpen Krawang-Bekasi milik Gerson Poyk, cerpen Bulan Mati karya R. Siyaranamual, dan cerpen Putu Wijaya berjudul Topeng bisa dimasukkan di sini.
Adapun jika kita melihat sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka, plot tertutup dan cempuran keduanya. Jadi sifat plot ada kalanya:
1.      Terbuka. Jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita, di samping masalah dasar persoalan.
2.      Tertutup. Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita. Contoh Godlobnya Danarto.
3.      Campuran keduanya.

3. Penokohan
Yaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita.  Tokoh  harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan, yang didalamnya ada perwatakkan sangat penting bagi sebuah cerita, bisa dikatakan ia sebagai mata air kekuatan sebuah cerita pendek.
            Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam; sifat lahir  (rupa, bentuk) dan sifat batin  (watak, karakter). Dan sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui:     
  1. Tindakan, ucapan dan pikirannya
  2. Tempat tokoh tersebut berada
  3. Benda-benda di sekitar tokoh
  4. Kesan tokoh lain terhadap dirinya
  5. Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang                               

4.      Latar atau Setting
yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang  dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan teman dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas. Kalau latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot. Cerpen saya, Bayi-bayi Tertawa yang mengambil setting khas Palestina, dengan watak, budaya, emosi, kondisi geografi yang sangat khas Palestina tentu akan menjadi lucu jika settingnya dipindah di Ponorogo. Jelas bahwa setting akan sangat menentukan watak dan karakter tokoh.

5.      Sudut  Pandangan Tokoh
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun cerita pendek adlaah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang. Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pangan ini sangat erat dengan teknik bercerita.
Sudut pandangan ini ada beberapa jenis, tetapi yang umum adalah:
1.      Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”nya.
2.      Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisha”, “Fahri”, dan “Nurul” misalnya.
3.      Sudut pandang campuran, di mana pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Dalam “Sekelumit Nyanyian Sunda” Nasjah Djamin sangat baik menggunakan teknik ini.
4.      Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif. Sudut pandanga ini lebih cocok untuk cerita-cerita bertendens. Para pujangga Balai Pustaka banyak yang menggunakan teknik ini. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui.

IV. Anatomi Cerita Pendek

            Setelah mengerti betul definisi cerpen, karakteristik cerpen dan unsur-unsur yang wajib ada dalam membangun cerpen, maka sejatinya Anda sudah sangat siap untuk menciptakan sebuah cerpen. Sebelum menulis cerpen ada baiknya anda mengetahui anatomi cerpen atau bisa juga disebut struktur cerita. Umumnya anatomi cerpen, apapun temanya, di manapun settingnya, apapun jenis sudut pandangan tokohnya, dan bagaimanapun alurnya memiliki anatomi sebagai berikut:
            1. Situasi (pengarang membuka cerita)
            2. Peristiwa-peristiwa terjadi
            3. Peristiwa-peristiwa memuncak
            4. Klimaks
            5. Anti Klimaks
            Atau, komposisi cerpen, sebagaimana ditandaskan H.B.Jassin dapat dikatakan sebagai berikut:
            1. Perkenalan
            2. Pertikaian
            3. Penyelesaian
     Cerpen yang baik adalah yang memiliki anatomi dan struktur cerita yang seimbang. Kelemahan utama penulis cerpen pemula biasanya di struktur cerita ini. Helvy Tiana Rosa selama menjadi pimred Annida dan melihat kelemahan mereka itu dan berkomentar,
“Cerpenis-cerpenis pemula biasanya kurang memperhatikan proporsionalitas struktur cerita. Banyak di antara mereka yang berpanjang-panjang ria dalam menulis pembukaan cerpennya. Mereka menceritakan semua, seolah takut para pembaca tak mengerti apa yang akan atau sedang mereka ceritakan.  Akibatnya sering satu sampai dua halaman pertama karya mereka masih belum jelas akan menceritakan tentang apa. Hanya pengenalan dan pemaparan yang bertele-tele dan membosankan. Konflik yang seharusnya dibahas dengan lebih jelas, luas dan lengkap, sering malah disinggung sambil lalu saja. Pengakhiran konflik pun dibuat sekedarnya. Tahu-tahu sudah penyelesaian. Padahal inti dari cerpen adalah konflik itu sendiri. Jadi jangan sampai pembukaan cerpen menyamai apalagi sampai menelan konflik tersebut.”

V. Agar Sebuah Cerpen Memiliki Daya Pikat

            Agar cerpen ada memikat pembaca, trik-trik berikut ini bisa dipertimbangkan baik-baik:
1.      Carilah ide cerita yang menarik dan tidak klise. Mengulang ide cerita semisal “Bawang Merah dan Bawang Putih” adalah pilihan yang kurang tepat, karena akan tampak sangat klise dan menjadi tidak menarik pembaca.
2.      Buatlah lead, paragraf awal dan kalimat penutup cerita yang semenarik mungkin. Alinea awal dan alinea akhir sangat mementukan keberhasilan sebuah cerpen. Alinea awal berfungsi menggiring pembaca untuk menelusuri dan masuk dalam cerita yang dibacanya. Sedangkan kalimat akhir adalah kunci kesan yang disampaikan pengarang. Kunci kesan ini sangat penting, karena cerpen yang memberikan kesan yang mendalam di hati pembacanya, akan selalu dikenang.
3.      Buat judul cerita yang bagus dan menarik. Sebagaimana buku, cerita yang bagus tidak semuanya dibaca orang. Salah satu penyebabnya adalah kalimat pembuka yang buruk dan judul yang mati, tidak menggugah rasa ingin tahu pembacanya. M. Fauzil Adhim dalam bukunya Dunia Kata menjelaskan beberapa hal yang seyogyanya diperhatikan dalam menulis judul:
Pertama, judul sebaiknya singkat dan mudah diingat.
Kedua, judul harus mudah diucapkan. Dan yang ketiga, kuat maknanya.
4.      Perhatikan teknik penceritaan. Teknik yang digunakan pengarang  menyangkut penokohan, penyusunan konflik. pembangunan tegangan dan penyajian cerita secara utuh.  Jangan sampai pembaca sudah jenuh di awal cerita. Untuk menghindari kejenuhan pembaca di awal cerita bisa kita gunakan teknik:
-in medias res (memulai cerita dari tengah)
-flash back  (sorot balik, penyelaan kronologis)
Anton Chekov menyarankan : “Lipat dualah halaman pertama cerpenmu, lalu robek dua dan buang sobekan yang sebelah atas.”
5.      Buatlah suspense, kejutan-kejutan yang muncul tiba-tiba (bedakan dengan faktor kebetulan), jangan terjebak pada cerita yang bertele-tele dan    mudah ditebak.
6.      Cerpen harus mengandung kebenaran, keterharuan dan keindahan. Elizabeth Jolley, mengatakan, “Saya berhati-hati agar tidak membuat kesalahan. Sungai saya tidak pernah mengalir ke hulu.”Gabriel Garcia Marquez, sastrawan besar dari Kolumbia yang meraih novel itu berkata, “Pujian terbesar untuk karya saya tertuju kepada imajinasi, padahal tidak satu pun baris dalam semua karya saya  yang tidak berpijak pada kenyataan.”
7.      Ingat bahwa setiap pengarang mempunyai gaya khas. Pakailah gaya   sendiri, jangan meniru. Gunakan bahasa yang komunikatif.  Hindari gaya             berlebihan dan kata-kata yang terlalu muluk.
8.      Perhatikan setiap tanda baca dan aturan berbahasa yang baik, tetapi     tetap tidak kaku. Jangan bosan untuk membaca dan mengedit ulang cerpen yang telah anda selesaikan.
Akhirnya, saat Anda berniat menggoreskan pena menulis cerpen ingatlah pesan J.K. Rowling, siapa tahu ada manfaatnya, Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.  Lalu saat menulis cerpen ingat pesan Edgar Allan Poe, agar cerpenmu berbobot, Dalam cerpen tak boleh ada satu kata pun yang terbuang percuma, harus punya fungsi, tujuan dalam komposisi keseluruhan.
Selamat menulis cerpen!


diperoleh dari : http://lulukeche.multiply.com/journal/item/17/

Fase, Komponen, dan Hukum Fase Gibbs

             Fase merupakan keadaan materi yang seragam di seluruh bagiannya, bukan hanya dalam komposisi kimianya, melainkan juga dalam keadaan fisiknya. Gas, atau campuran gas adalah fase tunggal, Kristal adalah fase tunggal dan dua cairan yang dapat campur secara total membentuk fase tunggal. Es adalah fase tunggal (P=1), walaupun es itu dapat dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil. Campuran es dan air adalah sistem dua fase (P=2) walaupun sulit untuk menentukan batas antara fase-fasenya. 
            Komponen merupakan spesies yang ada dalam system, seperti zat terlarut dan pelarut dalam larutan biner. Banyaknya komponen dalam sistem C adalah jumlah minimum spesies bebas yang diperlukan untuk menentukan komposisi semua fase yang ada dalam sistem. Dengan kata lain, kita hanya menghitung banyaknya jika spesies yang ada dalam sistem tidak bereaksi. Misalnya, air murni adalah sistem satu-komponen (C=1) dan campuran etanol dan air adalah sistem dua-komponen (C=2). Biasanya untuk melakukan perhitungan banyaknya komponen bisa didefinisikan sebagai C = S – R ; dengan C merupakan komponen, S adalah spesies/molekul dan R adalah reaksi yang terjadi antara spesies-spesies (reaksi-reaksi pada kesetimbangan, kenetralan muatan).
            Dalam sistem komponen-tunggal  (C=1), tekanan dan temperature dapat diubah secara bebas jika hanya ada satu fase (P=1). Jika kita mendifinisikan varian F sistem sebagai banyaknya variable intensif yang dapat diubah dengan bebas tanpa mengganggu banyaknya fase yang berada dalam kesetimbangan, maka F=2. Jadi sistem itu bivarian dan mempunyai dua derajat kebebasan. Berdasarkan perhitungan J.W. Gibbs tentang aturan fase yang menunjukkan hubungan umum antara varian F, jumlah komponen C, dan jumlah fase pada kesetimbangan P untuk suatu sistem dengan komposisi sembarang, ialah:
P + F = C + N
(2.1)
Dengan N adalah jumlah variable non-komposisi.
P + F = C + 2
Secara umum, hukum fase Gibbs, didefinisikan sebagai

Misalnya :
Sistem Cu – Ag (berdasar diagram fase untuk reaksi eutektik)
Dari diagram diketahui bahwa tekanan konstan. N = 1 (hanya temperature varibel non-komposisi).
P + F = C + N
P + F = 2 + 1 = 3
F = 3 – P
Jika fase = fase tunggal (a atau b atau L), P = 1
F = 3 – 1 = 2
Artinya bahwa untuk menerangkan karakteristik paduan mempunyai fase tunggal, harus menentukan 2 parameter yaitu komposis dan temperatur.
Sistem satu komponen
Untuk sistem satu-komponen, seperti air murni,
F = 3 – P
Jika hanya ada satu fase, F= 2 dan P dan T dapat diubah-ubah dengan bebas. Dengan kata lain, fase tunggal digambarkan denan daerah pada diagram fase. Jika dua fase dalam kesetimbangan, F = 1, yang berarti tekanan bukanlah variable bebas jika kita sudah menentukan temperaturnya. Jadi, kesetimbangan dua fase digambarkan dengan garis di dalam diagram fase. Jika ketiga fase ada dalam kesetimbangan, F = 0. Kondisi invarian yang khusus ini hanya dapat terjadi pada temperatur dan tekana tertentu. Oleh karena itu kesetimbangan tiga fase itu digambarkan dengan satu titik, yaitu titik tripel, pada diagram fase. Empat fase tidak dapat berada pada kesetimbangan dalam sistem satu-komponen karena F tidak dapat negatif.
Sistem dua-komponen (biner)
Jika dua komponen ada dalam satu sistem, C = 2 dan hanya ada 1 non-komponen, N = 1, maka persamaan 2.1 berubah menjadi
P + F = 3
Untuk penyerdehanaan, di sistem biner tekana dibuat supaya tetap (misalnya pada 1 atm), yang berarti akan menghabiskan satu derajat kebebasan, dan F = 3 – P untuk varian sisanya. Salah satu sisa derajat kebebasan ini adalah temperatur, yang lain adalah komposisi (yang dinyatakan dengan fraksi mol satu komponen).
Sistem tiga-komponen
Untuk sistem tiga-komponen, F = 5 – P, sehingga variannya dapat mencapai 4. Dengan menjaga temperatur dan tekanan tetap, masih ada dua derajat kebebasan (yaitu fraksi mol dua komponen). Salah satu cara terbaik untuk memperlihatkan variasi kesetimbangan fase dengan sistem komposisi digunakan diagram fase segitiga.

Thursday, February 17, 2011

Teknologi Semikonduktor Sekarang dan yang Akan Datang - http://www.opto.lipi.go.id

Teknologi Semikonduktor Sekarang dan yang Akan Datang
Wilson Walery Wenas
Kemampuan menguasai teknologi tinggi adalah merupakan syarat mutlak bagi suatu negara untuk memasuki negara industri baru. Salah satu bidang teknologi tinggi yang sangat mempengaruhi peradaban manusia di abad ini adalah teknologi semikonduktor dan mikroelektronika. Bidang ini biasanya dianalogikan dengan tiga kata bahasa Inggris yang mempengaruhi kehidupan modern yaitu Computer, Component dan communication. Untuk komputer, topik utama dalam bidang ini adalah bagaimana membuat komputer menjadi lebih cepat, lebih ramping dengan fungsi yang lebih kompleks dan komsumsi daya yang makin kecil. Untuk tujuan tersebut, terdapat dua pendekatan yang saling mendukung yakni dari segi hardware dan software. Dari segi hardware adalah bagaimana membuat transistor sebagai komponen aktif terkecil menjadi semakin kecil dan berkecepatan tinggi. Dari segi software adalah bagaimana mendesain rangkaian terpadu (integrated circuit) yang makin kompleks menjadi semakin ramping dan kompak. Tulisan di bawah ini membahas mengenai pendekatan dari segi hardware yakni perkembangan dari divais-divais elektron (elektron devices) saat ini dan yang akan datang sebagai komponen dasar peralatan semikonduktor/elektronika, dengan tinjauan dari sudut material semikonduktor itu sendiri.
Teknologi Silikon
Pembahasan tentang divais semikonduktor tentunya tidak bisa lepas dari material semikonduktor itu sendiri sebagai bahan dasar pembuatan divais tersebut. Silikon (Si) dengan persediaan yang berlimpah di bumi dan dengan teknologi pembuatan kristalnya yang sudah mapan, telah menjadi pilihan dalam teknologi semikonduktor. Silikon very large scale integration (VLSI) telah membuka era baru dalam dunia elektronika di abad ke-20 ini. Kebutuhan akan kecepatan yang lebih tinggi dan unjuk kerja yang lebih baik dari komputer telah mendorong teknologi silikon VLSI ke silikon ultra high scale integration (ULSI). Saat ini metaloxide semiconductor field effect transistor (MOSFET) masih dominan sebagai divais dasar teknologi integrated circuit (IC). Dimensi dari MOSFET menjadi semakin kecil dan akan menjadi sekitar 0,1 mikron untuk ukuran giga-bit dynamic random acces memories (DRAMs). Beberapa masalah yang timbul dalam usaha memperkecil dimensi dari MOSFET antara lain efek short channel dan hot carrier yang akan mengurangi unjuk kerja dari transistor itu sendiri.
Walaupun sudah banyak kemajuan yang dicapai, pertanyaan yang selalu muncul adalah sampai seberapa jauh limit pengecilan yang dapat dilakukan ditinjau dari segi proses produksi, sifat fisika dari divais itu sendiri dan interkoneksinya. Banyak masalah dari segi fabrikasi yang dapat menjadi penghambat. Sebagai salah satu contoh keterbatasan dari proses produksi adalah teknik lithography yaitu teknik yang diperlukan untuk merealisasikan desain sirkuit ke lempengan (waver) silikon dalam proses fabrikasi IC. Dengan menggunakan cahaya sebagai sumber berkas, dimensi dari lithography dengan sendirinya akan dibatasi oleh panjang gelombang dari cahaya itu sendiri. Oleh sebab itu dikembangkan teknik lithography yang lain menggunakan sinar-X dan berkas elektron. Dengan menggunakan kedua teknik ini tidak terlalu ekonomis untuk digunakan pada proses produksi IC secara massal. Dari uraian di atas, terlihat masih adanya beberapa masalah yang akan timbul dalam proses fabrikasi IC di masa yang akan datang.
Teknologi berbasis silikon
Seperti diketahui, ditinjau dari struktur elektronikanya, material semikonduktor dapat dibedakan atas dua jenis yaitu yang memiliki celah pita energi langsung (direct bandgap) dan celah pita energi tidak langsung (indirect bandgap). Silikon adalah material dengan celah energi yang tidak langsung, di mana nilai minimum dari pita konduksi dan nilai maksimum dari pita valensi tidak bertemu pada satu harga momentum yang sama. Ini berarti agar terjadi eksitasi dan rekombinasi dari membawa muatan diperlukan perubahan yang besar pada nilai momentumnya. Dengan kata lain, silikon sulit memancarkan cahaya. Sifat ini menyebabkan silikon tidak layak digunakan sebagai piranti fotonik/optoelektronik, sehingga tertutup kemungkinan misalnya membuat IC yang di dalamnya terkandung detektor optoelektronik atau suatu sumber pemamcar cahaya dengan hanya menggunakan material silikon saja. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi hal ini antara lain dengan mengembangkan apa yang dikenal sebagai bandgap engineering. Salah satu contohnya adalah menumbuhkan struktur material SiGe/Si straitned layer superlattice. Parameter mekanik strain yang timbul karena perbedaan konstanta kisi kristal antara lapisan SiGe dan Si tersebut akan mempengaruhi struktur elektronik dari material di atas sehingga muncul efek brillioun-zone folding yang mengubah struktur pitanya menyerupai material dengan celah energi langsung (direct bandgap). Kombinasi dari kedua material tersebut memungkinkan terjadinya pemancaran dan penyerapan cahaya. Cara lain yang juga popular untuk memperbaiki sifat optik dari silikon adalah apa yang dinamakan material silikon porous. Dengan pelarutan secara elektrokimia, pada lempeng silikon dapat berbentuk lubang-lubang yang berukuran puluhan angstrom. Dengan bantuan sinar laser, akan dapat dilihat dengan mata telanjang pemancaran cahaya dari material silikon tersebut. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan menggunakan model two-dimensional quantum confinement. Kelemahan dari teknik ini adalah sifat reproducibility-nya yang rendah. Kemajuan-kemajuan di atas membuka era baru bagi material silikon dan panduannya untuk diaplikasikan pada divais optoelektronika.
Teknologi GaAs
Salah satu hambatan dari teknologi silikon adalah sifat listrik yang berhubungan dengan rendahnya mobilitas pembawa muatan dari material silikon ini. Mobilitas adalah parameter yang menyatakan laju dari pembawa muatan dalam semikonduktor bila diberi medan listrik. Untuk membuat piranti berkecepatan tinggi, galium arsenide (GaAs) dan material-material panduannya telah dipertimbangkan sebagai material pengganti silikon. Selain untuk divais elektron, material ini juga digunakan divais fotonik/laser dan divais gelombang mikro (microwave device). GaAs adalah material semikonduktor dari golongan III-V yang memiliki mobilitas elektron sekitar enam kali lebih tinggi dari silikon pada suhu ruang. Material ini bertipe celah energi langsung. Dengan memanfaatkan kelebihan ini, telah berhasil dibuat transistor yang disebut high electron mobility transistor (HEMT), menyusul transistor yang lebih dahulu popular untuk teknologi GaAs yaitu metal semiconductor field effect transistors (MESFET). Struktur dari HEMT mirip dengan MOSFET, tapi dengan menggunakan teknik modulasi doping, di mana elektron dapat dipisahkan dari ion pengotornya dan bergerak dalam sumur potensial dua dimensi (2DEG) dengan kecepatan tinggi. Pengembangan IC dengan berbasis material GaAs saat ini juga sedang ramai diteliti. Beberapa tahun yang lalu telah berhasil dibuat 64 kb static random access memory (SRAM) yang berkecepatan tinggi sebesar 2ns dengan menggunakan teknologi HEMT berukuran 0,6 mikron. Transistor berkecepatan tinggi lainnya yang sedang dikembangkan adalah heterojunction bipolar transistor (HBT). Struktur dari transistor ini adalah sambungan npn di mana emiter menggunakan material dengan celah energi yang lebih besar dibandingkan dengan base dan kolektor. Pada kondisi ini, diharapkan resistansi dari base dan kapasitansi dari sambungan base-emitter akan dapat direduksi sehingga dapat diperoleh frekuensi maksimum osilasi (fmaks) yang tinggi. Saat ini sudah dibuat HBT dengan fmaks 200 GHz. Walaupun banyak kemajuan yang sudah dicapai, banyak orang meragukan kemampuan teknologi GaAs ini untuk dapat bersaing dengan teknologi silikon dalam orde 0,1 mikron atau yang lebih kecil. Itulah sebabnya, banyak perusahaan semikonduktor terutama di Amerika Serikat yang tidak menganggap teknologi GaAs ini sebagai pengganti silikon.
Divais kuantum
Dewasa ini, perhatian besar juga diberikan pada struktur semikonduktor berdimensi rendah (low-dimensional semiconductor) seperti quantum well (2D), quantum wire (1D) dan quantum dot (0D). Struktur seperti ini adalah pembuka jalan ke era fabrikasi nanoteknologi dan divais kuantum (quantum device). Telah diketahui bahwa bila elektron dikurung dalam daerah potensial dengan dimensi yang sama dengan panjang gelombangnya maka akan muncul sifat gelombang elektron dan berbagai fenomena kuantum akan dapat diamati. Beberapa fenomena kuantum dapat mengurangi performansi dari divais itu sendiri sedangkan fenomena yang lain dapat memacu terciptanya divais kuantum yang baru. Beberapa divais kuantum seperti wire-transistor, single-electron transistor sudah berhasil dibuat dan menunjukkan kecepatan yang tinggi. Permasalahan yang timbul dari divais yang dibuat berdasarkan struktur semikonduktor dimensi rendah ini adalah arus drive yang rendah sehingga masih sulit untuk diaplikasikan. Secara umum, permasalahan yang dihadapi divais kuantum ini adalah operasi kerjanya yang masih harus dilakukan pada suhu rendah (seperti suhu helium cair : 4,2K) agar dapat diamati fenomena kuantum secara jelas. Hal ini tentunya akan menaikkan ongkos pembuatan sehingga belum menarik untuk diproduksi.
Intelligent material
Dari uraian di atas terlihat bahwa meskipun perkembangan divais semikonduktor dewasa ini sangat cepat, beberapa hambatan sudah mulai terlihat. Pertanyaan yang muncul adalah apakah usaha-usaha untuk memperbaiki performasi dari divais semikonduktor dapat terus dilakukan dengan pola yang ada sekarang ini atau harus dicari pola yang lain. Pola yang ada sekarang adalah bahwa dalam teknologi IC, transistor sebagai divais aktif dasar hanya mempunyai satu fungsi saja dan kemudian diubah menjadi berfungsi banyak dengan bantuan disain sirkuit dan software. Dengan berkembangnya permintaan untuk menciptakan suatu rangkaian terpadu yang makin kompleks, beban yang ditanggung oleh disain software akan makin berat sehingga kemungkinan besar sulit untuk direalisasikan. Untuk itu, dari pihak hardware, haruslah dilakukan usaha untuk dapat membantu meringankan beban tersebut. Salah satu usul adalah menciptakan divais yang multifungsi sehingga divais menjadi lebih adaptif. Divais seperti ini dapat direalisasikan dengan menggunakan apa yang disebut sebagai intelligent material. IC yang terbuat dari divais yang adaptif seperti ini akan menjadi bermultifungsi tanpa harus membebani disain software yang makin kompleks.
Tantangan di Indonesia
Jadi terlihat bahwa teknologi semikonduktor berkembang sangat pesat dengan mengeksploitasi fenomena-fenomena fisika yang sebelumnya hanya tertulis dalam texbook semikonduktor atau zat padat saja. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya kemajuan yang dicapai dalam pengembangan peralatan-peralatan penumbuh material dalam bentuk film tipis. Hal ini juga diimbangi dengan kemajuan dalam teknik fabrikasi divais dan proses produksi. Sebagai teknologi tinggi, teknologi semikonduktor saat ini hanya terpusat di negara-negara industri dan negara industri baru saja karena memang membutuhkan biaya riset yang besar dan banyak tenaga ahli. Untuk Indonesia, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah secepat mungkin terlibat dalam teknologi ini sehingga tidak jauh tertinggal. Prioritas pengembangan harus dapat ditentukan sendiri tanpa harus mengikuti jejak dari negara-negara yang sudah lebih dahulu maju dengan teknologi ini. Hal ini tentunya harus dikaitkan dengan peluang kompetisi yang masih tersisa. Negara-negara industri baru di Asia sudah membuktikan bahwa selalu ada peluang yang dapat ditempuh. Salah satu langkah konkrit yang mendesak saat ini adalah memperbanyak para ahli yang menguasai teknologi ini sehingga dapat terbentuk suatu masyarakat semikonduktor ynag dapat bekerja sama.
Sumber : Elektro Indonesia 5/1996


revisi terakhir : 1 Desember 2004